Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengujian Hipotesis (Pengertian, Contoh, Rumus, Kriteria Uji Hipotesis) LENGKAP

Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dalam penelitian dengan tujuan untuk mengambil keputusan menerima atau menolak hipotesis yang diajukan. uji hipotesis dilakukan dengan menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel melalui uji statistik inferensial, yaitu untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan menerima atau menolak pernyataan tersebut.

Pengujian Hipotesis (Pengertian, Contoh, Rumus, Kriteria Uji Hipotesis) LENGKAP

Terdapat dua cara menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel, yaitu: a point estimate dan interval estimate atau disebut juga confidence interval. a point estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data sampel. Sedangkan interval estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel.


Sebelum di lanjut, pelajari juga ini !

Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Para Ahli
Bentuk HIPOTESIS yang ada Dalam Penelitian
Contoh HIPOTESIS Penelitian Berdasarkan BENTUKnya
Ciri - Ciri Hipotesis yang Baik dan Benar

Menaksir parameter populasi dengan menggunakan a point estimate akan mempunyai tingkat resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. Semakin besar interval taksirannya, maka akan semakin kecil kesalahannya. biasanya kesalahan taksiran dalam penelitian ditetapkan terlebih dahulu, yang pada umumnya digunakan adalah 10%, 5%, dan 1%

Pengambilan keputusan dalam uji hipotesis diharapkan pada dua alternatif kemungkinan kesalahan, yaitu:

1. Kesalahan Tipe 1 (Type 1 Error) 

Kesalahan yang di perbuar pabila menolak hipotesis yang pada hakikatnya adalah benar (seharusnya diterima). Probabilitas kesalahan Tipe 1 ini biasanya disebut dengan resiko Alpha (Alpha Risk), dilambangkan dengan simbol α. Tingkat kesalahan dinyatakan dengan α yang dalam bentuk penggunaannya disebut sebagai taraf nyata atau taraf signifikansi (level of significant). 1-α disebut tingkat keyakinan (level of confidence). karena berdasarkan hal tersebut kesimpulan yang dibuat adalah benar, sebesar 1-α.

2 kesalahan tipe 2 (Type 2 Error) 
Kesalahan yang diperbuat apabila menerima hipotesis yang pada hakekatnya adalah salah (seharusnya ditolak). probabilitas kesalahan tipe 2 ini biasanya disebut dengan risiko beta (beta risk). dilambangkan dengan simbol β. tingkat kesalahan ini dinyatakan dengan β yang dalam bentuk penggunaannya disebut sebagai fungsi ciri operasi (operating characteristic function). 1-β disebut sebagai kuasa pengujian.

Dua pernyataan yang diperlakukan dalam Pengujian Hipotesis. dua hal tersebut adalah sebagai berikut:


Pernyataan Hipotesis Nol (H0)
  1. Pernyataan yang diasumsikan benar, kecuali ada bukti yang kuat untuk membantahnya;
  2. Selalu mengandung pernyataan "sama dengan", "tidak ada pengaruh", "tidak ada perbedaan", dan
  3. Dilambangkan dengan H0
Pernyataan Hipotesis Alternatif (H1)


  1. Pernyataan yang dinyatakan benar jika hipotesis Nol (H0), berhasil ditolak; dan,
  2. Dilambangkan dengan H1 atau HA
Menentukan Kriteria Pengujian Hipotesis
Kriteria pengujian hipotesis adalah proses pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak hipotesis nol dengan cara membandingkan nilai a tabel distribusinya (nilai kritis) dengan nilai uji statistiknya, sesuai dengan bentuk pengujiannya, yaitu:


  1. H0 diterima, apabila nilai uji statistiknya lebih kecil atau lebih besar daripada nilai positif atau nilai negatif dari a tabel. Dengan kata lain, uji statistik berada diluar nilai kritis; dan
  2. H0 ditolak, apabila nilai uji statistiknya lebih besar atau lebih kecil daripada nilai positif atau negatif dari a tabel. dengan kata lain, nilai uji statistik berada di dalam nilai kritis.
Pengambilan kesimpulan analisis statistik berdasarkan pada tingkat signifikansi. tingkat signifikansi adalah kemampuan untuk digeneralisasikan dengan tingkat kesalahan tertentu. ada hubungan signifikan berarti hubungan dapat digeneralisasikan untuk populasi. ada perbedaan signifikan berarti perbedaan dapat digeneralisasikan.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengujian Hipotesis (Pengertian, Contoh, Penentuan Kriteria Hipotesis) Lengkap. yang kami ulas pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat bagi anda khususnya dalam bidang penelitian. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung di blog kami.



Sumber: Agung W.K., dan Zarah P.2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta; Pandiva Buku
Coming Soon
rumus uji hipotesis kriteria pengujian hipotesis langkah langkah pengujian hipotesis contoh hipotesis nol dan hipotesis alternatif makalah pengujian hipotesis uji hipotesis statistik pdf contoh uji hipotesis penelitian macam macam uji hipotesis