Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengertian HADAS, Macam - Macam, dan Cara Mensucikannya [LENGKAP]

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lengkap tentang hadas namun sebelum itu kita harus memahami pengertian hadas menurut bahasa dan istilah. Menurut bahasa "hadas" berarti "tidak suci". sedangkan menurut istilah hadas adalah suatu keadaan badan yang tidak suci atau kotor yang dapat dihilangkan (bersuci) dengan cara mandi wajib, berwudhu, dan tayamum. 

Pengertian HADAS, Macam - Macam, dan Cara Mensucikannya [LENGKAP]

Dalam kondisi hadas, seseorang dilarang untuk mengerjakan Ibadah yang disyaratkan baginya untuk bersih dan suci dari najis seperti ibadah sholat, tawaf, dan itikaf.

Macam-macam hadas dan cara mensucikannya 

Dalam ilmu fiqih, Hadas terbagi menjadi dua macam, yaitu hadas kecil dan hadas besar. Berikut penjelasan dari kedua jenis hadas tersebut: 


#A - Hadas kecil dan cara mensucikannya 

Hadas kecil yaitu keluarnya sesuatu benda dari salah satu dua lubang: kubur (farji / vagina atau zakar / penis) atau dubur; dengan kata lain dari jalan depan atau Jalan belakang kecuali sperma atau mani. Adapun cara mensucikannya cukup dengan berwudhu atau tayamum. 

Yang termasuk hadas kecil 
Orang yang tidak sedang mempunyai / menanggung wudhu disebut orang yang sedang mempunyai / menanggung hadas kecil. adapun yang termasuk hadas kecil ialah:
#1. Keluar kentut (angin) dari dubur / Jalan belakang 
#2. Keluar tinja, termasuk darah karena sakit ambien 
#3. Keluar air kencing 
#5. Keluar batu, mungkin karena sakit kencing batu 
#6. Keluar benda lain dari salah satu dubur atau qubul
#7. Mentuh perempuan diluar muhrim dan keduanya sudah Baligh / dewasa tanpa pembatas. artinya sentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan seperti keterangan Q.S Al- Maidah ayat 6.
(أَوْ جَاءَ أَحَدُ مِنْكُمْ مِنْ الغائط أَوْ لَامَسْتُمْ النِّسَاءَ (المَائِدَةُ: ٦ . . . .
....... Atau apabila Datang sudah salah seorang dari kamu dari ghaith (buang air besar) atau kamu menyentuh perempuan (Q.S Al Maidah : 6)
#8. Hilang akal kesadarannya baik karena Gila Ayam pingsan mabok atau karena lainnya termasuk karena tidur yang tidak tetap dari tempat duduknya
. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صِ م قَالَ: إِذَا نَعَّسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّي فَلِيَرْقُدْ حَتَّى يُذْهِبُ عَنْهِ النَّوْمُ فَإِنْ أَحَدُكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُو نَفْسُهُ نا عس لِأَيَدِرُّ لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبُّ نَفْسَهُ  - رَوَاهُ البُخَارِيُّ
Dari Aisyah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang diantara kamu mengantuk sedang Iya dalam solat maka hendaklah ia tidur terlebih dahulu sehingga hilang ngantuknya. maka sesungguhnya seseorang apabila ia telah shalat tetapi ia mengantuk, dia tidak tahu, bisa jadi ia mohon ampunan atau malah mencela dirinya. (HR Bukhari)
Larangan bagi orang yang berhadas kecil
Dalam kondisi tidak suci (hadas), seseorang di kenakan beberapa larangan yang membatinya untuk melakukan sesuatu yang berhubungan ibadah. berikut adalah beberapa larangan tersebut:
- Shalat
عَنْ أَبِي هَرِيرِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقْبَلُ اللهُ صَلَّاهُ أَحَدُكُمْ إِذَا حَدَّثَ حَتَّى يَتَوَضَّآ - رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah r.a berkata: bersabda Nabi SAW, Allah tidak menerima shalat seseorang diantara kamu apabila hadas, sehingga kamu berwudhu (HR Bukhari dan Muslim).
- Thawaf
عَنْ اِبْنٍ عَبَّاسَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّوَافَ بِالبَيْتِ صِلَاهُ أَلَّا أَنَّ اللهَ أَبَاحَ فِيهِ الكَلَامَ وَ - رَوَاهُ البيهقي
Dari Ibnu Abbas RA berkata: Bersabda Nabi SAW: tawaf di Baitullah (Ka'bah) itu adalah shalat, bedanya, kecuali Allah membolehkan berbicara (dalam thawaf). (HR Baihaqi)
- Menyentuh Al - qur'an
- Membawa Al - qur'an (Mushaf)

#B - Hadas besar dan cara mensucikannya 


Hadas besar adalah keluarnya sesuatu benda seperti darah, sebab menstruasi atau nifas atau karena wilada, keluar sperma atau bersenggama, baik keluar sperma atau tidak. Adapun cara mensucikannya dengan mandi atau tayamum.


Orang yang baru selesai menstruasi (haid), nifas (darah yang keluar setelah melahirkan) bersalin melahirkan dan bersenggama (bersetubuh) termasuk hadas besar dan harus disucikan dengan mandi (mandi jinabah) atau dengan tayamum apabila tidak ada (kesulitan) air.

Menstruasi (haid) adalah darah yang keluar dari vagina biasanya rutin setiap bulannya keluar. waktu keluarnya darah tersebut sedikitnya sehari semalam dan selama lamanya 15 hari. Apabila lebih dari Ketentuan tersebut (15 hari), Darah yang masih keluar tidak lagi disebut darah haid tetapi disebut dengan darah istihadoh (darah rusak), maka yang bersangkutan wajib mandi bersuci dan wajib melaksanakan shalat atau ibadah lainnya seperti puasa pada bulan Romadhon, thawaf bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji.

Nifas adalah darah yang keluar dari vagina Karena (setelah) melahirkan. waktu keluarnya paling sedikit lahdlotan (sekecrotan) paling lama 60 hari. Apabila lebih dari 60 hari darah masih keluar, selebihnya disebut darah istihadoh (darah rusak), maka yang bersangkutan wajib mandi bersuci dan wajib melaksanakan sholat atau kewajiban lainnya seperti puasa Romadhon, thawaf bagi yang sedang melaksanakan ibadah haji.

Wiladah adalah melahirkan anak baik anak itu sudah berwujud sempurna atau pun belum gumpalan darah daging.

Yang termasuk hadas besar
Seperti yang telah diketahui bahwa cara mensucikan hadas besar dengan mandi atau tayamum (apabila tidak ada air). adapun yang termasuk hadas besar adalah sebagai berikut:
#1. Jima bersenggama yaitu bertubuh antara laki-laki dengan perempuan maksudnya kemaluan laki-laki ke farji vagina baik keluar sperma atau tidak atau sering disebut dengan junub.
وَإِنْ كُنْتُمْ جَنْبًا فَاُطْهُرُوا -  المَائِدَةُ ٦

#2. Karena keluar sperma baik karena bersenggama mimpi onani atau karena yang lainnya 
#3. Haid (Menstruasi)
#4. Nifas 
#5. Wiladah (bersalin / melahirkan)

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian HADAS, Macam - Macam, dan Cara Mensucikannya [LENGKAP]. Semoga bermanfaat dalam aktifitas ibadah anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung.