Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

#9 Tahapan Proses Manajemen Risiko Secara Komprehensif dan Sistematis

Seperti yang dibahas pada kesempatan sebelumnya, manajemen risiko merupakan suatu bidang Ilmu yang membahas tentang Bagaimana suatu organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan berbagai permasalahan yang ada dengan menempatkan berbagai pendekatan manajemen secara komprehensif dan sistematis. Untuk lebih lengkap silahkan anda pelajari Pengertian Resiko dan Manajemen Resiko Menurut Para Ahli Serta Manfaatnya
#9 Tahapan Proses Manajemen Risiko Secara Komprehensif dan Sistematis

Untuk mengimplementasikan manajemen resiko secara komperhensif dan sistematis ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan oleh suatu perusahaan atau organisasi. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:


#1. Identifikasi resiko

Pada tahap ini pihak Manajemen perusahaan melakukan tindakan berupa mengidentifikasi setiap bentuk Resiko yang dialami perusahaan termasuk bentuk-bentuk Resiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan. identifikasi ini dilakukan dengan cara melihat potensi-potensi Resiko yang sudah terlihat dan yang akan terlihat. Untuk itu,Silahkan Pelajari juga  Macam - Macam Resiko dalam Manajemen Resiko Usaha Beserta Contohnya

#2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk resiko

Pada tahap ini diharapkan pihak-pihak Manajemen perusahaan telah mampu menemukan bentuk dan format Resiko yang dimaksud. bentuk-bentuk Resiko yang diidentifikasi di sini telah mampu dijelaskan secara detail, seperti ciri-ciri resiko dan faktor-faktor timbulnya resiko tersebut. pada tahap ini pihak Manajemen Perusahaan juga sudah mulai mengumpulkan dan menerima berbagai data baik bersifat kualitatif dan kuantitatif.


#3. Menempatkan ukuran-ukuran resiko

Pada tahap ini pihak Manajemen Perusahaan sudah menempatkan ukuran atau Skala yang dipakai termasuk rancangan model metodologi penelitian yang akan digunakan. Data-data yang masuk juga sudah dapat diterima. Baik yang berbentuk kualitatif dan kuantitatif Serta pemilihan data dilakukan berdasarkan pendekatan metodologi yang sudah digunakan dengan kepemilikan rancangan metodologi penelitian yang ada. untuk itu Silahkan pelajari juga Jenis Metode Penelitian dan Ciri- Cirinya Masing-Masing

Diharapkan pihak Manajemen perusahaan telah memiliki pondasi kuat guna melakukan pengolahan data untuk dipahami bahwa penggunaan ukuran dengan  berdasarkan format metodologi penelitian yang digunakan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh kecermatan. karena jika salah atau tidak sesuai dengan kasus yang ditangani maka hasil yang akan diperoleh Nantinya juga dianggap tidak akan akurat.


#4. Menempatkan alternatif-alternatif

Pada tahap ini pihak Manajemen perusahaan telah melakukan pengolahan data. hasil pengolahan kemudian dijabarkan dalam pengolah dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif beserta akibat-akibat atau pengaruh-pengaruh yang akan timbul. jika keputusan-keputusan tersebut diambil berbagai bentuk penjabaran yang dikemukakan tersebut dipilah dan ditempatkan sebagai alternatif alternatif keputusan.


#5. Menganalisis tiap alternatif

Pada tahap ini, di mana setiap alternatif yang ada selanjutnya dianalisis dan dikemukakan berbagai sudut pandang serta efek-efek yang mungkin timbul dampak yang mungkin timbul baik secara jangka pendek dan jangka panjang dipaparkan secara komprehensif dan sistematis dengan tujuan mampu diperoleh suatu gambaran secara jelas dan tegas. kejelasan dan ketegasan sangat penting guna membantu pengambilan keputusan secara tepat.

#6. Memutuskan satu alternatif

Setelah berbagai alternatif dipaparkan dan dijelaskan, baik dalam bentuk lisan dan tulisan oleh para Manajemen Perusahaan, maka diharapkan pihak manajer perusahaan sudah memiliki pemahaman secara khusus dan mendalam pemilihan satu alternatif dari berbagai alternatif yang ditawarkan. artinya mengambil alternatif yang terbaik dari berbagai alternatif yang ditawarkan, termasuk dengan menolak berbagai alternatif lainnya dengan pemilihan satu alternatif sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Diharapkan pihak manajer perusahaan sudah memiliki fondasi kuat dalam menugaskan pihak pihak manajemen perusahaan untuk bekerja berdasarkan konsep dan koridor yang ada.


#7. Melaksanakan alternatif yang dipilih

Pada tahap ini, setelah alternatif dipilih dan ditegaskan serta dibentuk tim untuk melaksanakan ini, maka artinya manajer perusahaan sudah mengeluarkan surat keputusan yang dilengkapi dengan rincian biaya yang dialokasikan tersebut telah disetujui oleh bagian Keuangan serta otoritas pengambil penting lainnya.


#8. Mengontrol alternatif yang dipilih tersebut

Pada tahap ini alternatif yang dipilih telah dilaksanakan dan pihak tim manajemen beserta para manajer perusahaan tugas utama manajer perusahaan adalah melakukan kontrol yang maksimal guna menghindari timbulnya beberapa Resiko yang tidak diinginkan


#9. Mengevaluasi jalannya alternatif yang dipilih

Pada tahap ini, setelah alternatif dilaksanakan dan kontrol dilakukan maka selanjutnya pihak tim manajemen secara sistematis melaporkan kepada pihak manajer perusahaan. pelaporan tersebut berbentuk data-data yang bersifat fundamental dan teknikal serta dengan tidak mengesampingkan informasi yang bersifat lisan. tujuan melakukan evaluasi dari alternatif alternatif yang dipilih tersebut adalah bertujuan agar pekerjaan tersebut dapat terus dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

Demikian ulasan artikel kami #9 Tahapan Proses Manajemen Risiko Secara Komprehensif dan Sistematis. Semoga bermanfaat bagi tukas makalah manajemen resiko dan dapat anda jadikan sebagai refrensi. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung di blog kami. 

Sumber: Fahmi, Irham. 2013. Manajemen Resiko, Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung; Alfabeta.

Artikel Terkait Lainnya
Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV)
Memahami ANALISIS SWOT (Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT) Lengkap
Teori Analisis Adopsi Inovasi dalam Penelitian Kualitatif
Pengertian Statistik dan Statistika yang Perlu Kamu Ketahui
SAMPEL (Pengertian, Contoh, Teknik Pengambilan Sampel, Keuntungan) LENGKAP