Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Macam, Rukun, Syarat Wajib, dan Lainnya) LENGKAP

Pengertian puasa secara bahasa adalah mengandung pengertian imsak (menahan diri). Sedangkan pengertian puasa menurut syara' adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dalam waktu dan cara yang telah ditunjukkan oleh syar'i.   Sedangkan pengertian puasa menurut para ahli (pandangan ulama sufi), puasa tidak hanya mempunyai makna menahan diri dari hal yang membatalkan puasa yang sifatnya lahiriyah, tetapi juga menahan diri dari sesuatu yang sifatnya batiniah, yakni apapun yang mengganggu kebersihan hati untuk mencapai kecintaan Allah SWT. 

PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Manfaat, Hikmah, Syarat Wajib, dan Lainnya) Lengkap

HAL - HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

Segala hal yang membatalkan puasa ini berlaku untuk semua macam puasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Berikut adalah beberapa hal yang membatalkan puasa:

#1. Makan dan Minum yang di Sengaja

Seluruh ulama sepakat bahwa makan dan minum merupakan sebab dari batalnya puasa. Adapun yang dimaksud makan dan minum disini adalah seseorang yang sengaja memasukkan apapun kedalam perut melalui mulut (atau lainnya) dalam keadaan berpuasa.
Apapun yang di masukkan kedalam mulut, baik bermanfaat atau tidak, seperti nasi, bahkan sesuatu yang membahayakan atau di haramkan seperti minuman kers, kemudian di telan hingga masuk ke perut, maka itu membatalkan puasa. Tetapi, jika dalam keadaan lupa, maka orang tersebut tidak batal. Hal ini berdasarkan hadits yang di riwayatkan oleh abu hurairah bahwa nabi muhammad s.a.w bersabda :
Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah tetap menyempurnakan puasanya, karena allah telah memberikan makan dan minum - H.R. Bukhari Muslim
begitu juga, termasuk dalam kategoru makan dan minum adalah injeksi makanan melalui infus. jika seseorang diinfus dalam keadaan berpuasa, maka puasanya menjadi batal. Sebab, injeksi semacam ini sama dengan makan dan minum yang dapat menambah energi.

#2. Muntah dengan di Sengaja

Di riwayatkan dari abu hurairah bahwa nabi muhammad s.a.w bersabda bahwa :
Barang siapa dipaksa muntah, sedankan ia dalam keadaan berpuasa maka tidak ada qadha' baginya. Apabila dia muntah (dengan sengaja) maka wajib baginya membayar qadha' "- H.R. Bukhari dan Muslim.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang dengan sengaja membuat dirinya muntah, maka puasanya menjadi batal, dan ia wajib men-qadha' puasa yang batal itu di lain waktu. Berbeda halnya jika muntah tanpa adanya unsur kesengajaan, atau dalam kondisi di paksa muntah oleh seseorang. 

#3. Keluar darah haid dan nifas

Menurut kesepakatan para ulama, seorang wanita yang mengalami haid atau nifas saat berpuasa, baik di awal atau di akhir hari puasa (pagi atau Menjelang magrib), maka puasanya batal. Jika ia tetap berpuasa, maka puasanya tidaklah sah. dalam hal ini terdapat keterangan hadits dari Abu Sa'id al-khudri, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:
"Bukankah kalau wanita tersebut haid, dia tidak shalat dan tidak menunaikan puasa?" para wanita menjawab, "betul" lalu Beliau bersabda "itulah kekurangan agama wanita".
Maka dari itu, seorang wanita yang berada dalam keadaan haid dan nifas, harus menunggu sampai ia Suci untuk kembali lagi melaksanakan puasa, serta ia juga harus meng - qadha puasanya di hari lainnya jenis puasa wajib. itulah  hal yang membatalkan puasa bagi wanita

#4. Keluarnya sperma disengaja

Keluar sperma disengaja termasuk salah satu hal yang membatalkan puasa. artinya, sperma tersebut dikeluarkan dengan sengaja tanpa berhubungan intim, seperti onani, masturbasi, atau hal lain yang bisa menyebabkan keluarnya sperma. demikian juga, jika seseorang mencium istri dan keluar mani maka puasanya juga batal. itulah  yang membatalkan puasa bagi pria / laki - laki

#5. Berhubungan intim di siang hari

Berhubungan intim di siang hari Pada bulan Ramadhan atau puasa sunah dapat membatalkan puasa meskipun dilakukan dengan pasangan yang sah suami istri seseorang yang batal puasanya karena berhubungan intim di siang hari maka wajib baginya mengganti puasa tersebut di hari yang lain serta wajib pula membayar kafarat penjelasan mengenai kafarat akan diterangkan dalam artikel yang lain tersendiri.Nah itulah lima hal yang dapat membatalkan puasa baik itu puasa sunah maupun puasa wajib. itulah hal yang membatalkan puasa bagi suami istri

Namun masih terdapat  5 hal yang dapat membatalkan puasa yang lain seperti murtad, gila, dan lain sebagainya yang kami belum sematkan dalam artikel Pada kesempatan kali ini. Hal tersebut dikarenakan kekurangan literatur yang kami miliki. Mungkin vidio di bawah ini akan dapat menambah pengetahuan anda tentang hal - hal yang dapat menbatalkan puasa, Berikut adalah vidionya:


SYARAT WAJIB PUASA

Pengertian syarat wajib adalah suatu hal yangharus dilakukan sebelum melakukan sesuatu (puasa). Dengan demikian orang yang melakukan puasa. berikut adalah beberapa syarat wajib berpuasa:

#1. Islam

Seseorang yang hendak melakukan puasa harus terlebih dahulu beragama Islam dengan cara membaca kalimat syahadat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan. Artinya orang yang berpuasa, Tetapi dia bukan tergolong orang muslim, maka puasanya tidak wajib. dengan demikian Islam merupakan pintu masuk untuk melaksanakan ibadah puasa.

#2.Berakal

Berakal Artinya orang yang hendak melakukan puasa harus berada dalam keadaan bisa memfungsikan akalnya dengan sadar. Oleh karena itu seseorang yang dalam keadaan gila, secara langsung tidak diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. sebab syarat wajib puasa harus berakal.

#3. Baligh

Pengertian Baligh adalah batasan seorang lelaki maupun perempuan telah dikenakan kewajiban untuk melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan mencegah segala yang dilarang nya. bagi laki-laki, baligh biasanya ditandai dengan keluarnya seperma karena bermimpi. sedangkan bagi perempuan, keadaan Baligh ditandai dengan datang bulan (menstruasi) dengan demikian puasa tidak wajib bagi anak kecil yang belum baligh.

#4. Mampu Melaksanakan

Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang mampu melaksanakannya. Kata mampu disini bukan diukur berdasarkan kecenderungan seseorang, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi atau fisik. misalnya seseorang tidak mampu berpuasa karena sakit, sudah tua Renta, dalam perjalanan yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, dan keadaan lainnya yang dibolehkan oleh syara'. Sedangkan seseorang yang segar bugar dan tidak ada alasan yang dibenarkan oleh syara' untuk berbuka, kemudian beralasan tidak mampu berpuasa, tentu saja alasan tersebut tidak dibenarkan dalam syara'. bahkan itu serupa dengan upaya menipu dirinya sendiri dalam hal menjalankan ibadah.

#5. Menetap

Ini sebagai bentuk kemurahan dalam Islam. seseorang yang sedang dalam perjalanan (kepergian) atau tidak menetap, dia tidak diwajibkan untuk berpuasa akan tetapi ia wajib menggantinya di lain waktu.

poin pertama sampai poin ketiga tersebut merupakan syarat wajib untuk segala jenis puasa puasa wajib maupun puasa sunnah sedangkan khusus puasa sunnah point keempat dan kelima secara langsung tidak berlaku karena alasan senang dan tidak adanya kewajiban untuk menggantinya.

SYARAT SAH PUASA

Pengertian syarat sah puasa adalah suatu yang wajib dipenuhi agar sebuah pekerjaan bisa dikategorikan sah, benar, atau diterima menurut syara'.  Syarat sah ini juga harus dilakukan sebelum melaksanakan sesuatu (puasa). dalam hal ini seseorang tidak sah melaksanakan puasa, baik sunnah maupun wajib, jika tidak memenuhi kriteria atau sifat yang ada didalamnya. berikut adalah syarat-syarat sahnya puasa:

#1. Niat

Apapun pekerjaan harus selalu dilandasi dengan niat. Begitu juga dengan puasa. Niat bertujuan membedakan pekerjaan yang satu dengan yang lain (sunnah atau wajib) serta untuk menjelaskan sebuah pekerjaan tertentu. dengan niat seseorang bisa membedakan antara sedang melaksanakan puasa wajib, sunah, atau puasa dengan tujuan yang lainnya. (Baca Juga : Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Ramadhan, Arafah, Syawal, dan Qadha [Lengkap] )

#2. Suci dari haid dan nifas 

Suci dari haid dan nifas maksudnya adalah tidak dalam keadaan haid dan nifas. dengan kata lain seorang wanita yang sedang haid maupun nifas, puasanya tidak sah. sebab salah satu dari syarat puasa seorang wanita dapat dikatakan sah, bila yang bersangkutan suci dari haid dan nifas.

#3. Tidak ada sesuatu yang membatalkan puasa 

Syarat sah puasa berikutnya adalah tidak ada sesuatu yang dapat membatalkan puasa. seseorang yang berpuasa dan menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa, maka puasanya tergolong sah. sebaliknya seseorang yang berpuasa kemudian makan dan minum di siang hari, maka hukum puasa tersebut batal. contoh lainnya yang membatalkan puasa adalah datang bulan di siang hari saat sedang berpuasa.

#4. Dilaksanakan pada waktunya

Dilaksanakan pada waktunya berarti seseorang harus berpuasa tepat pada waktunya. misalnya seseorang yang puasa ramadhan harus dilakukan pada bulan Ramadan. Demikian juga dengan waktu melaksanakan, yaitu di siang hari sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. dengan demikian dapat dipahami bahwa seseorang yang melakukan puasa pada malam hari hukumnya tidak sah.


MACAM - MACAM PUASA

puasa itu sendiri hanya terdiri atas dua macam, yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang di wajibkan oleh syariat dan harus di lakukan oleh seluruh umat islam. Sedangkan puasa sunnah adalah puasa yang tidak di wajibkan oleh syariat namun apabila dilakukan akan mendapatkan kesunnahan (mendapat pahala). Macam - macam puasa wajib dan puasa sunnah adalah seperti di bawah ini :

#1. Puasa Wajib :

Puasa Ramdhan
Puasa Nadzar
Puasa Kafarat

#2. Puasa Sunnah :

Puasa senin kamis
Puasa daud
Puasa arofah
Puasa muharom
Puasa sya'ban
Puasa syawal
Puasa dzulhijjah
Puasa assyuro
Puasa 3 hari setiap bulan


RUKUN PUASA

Secara umum, Pengertian Rukun Puasa adalah sesuatu yang harus ada dan dilakukan secara bersamaan dengan sesuatu yang lain dalam berpuasa. dalam hal ini, rukun puasa berarti sesuatu yang yang harus dilakukan secara bersamaan dengan puasa. dengan demikian rukun puasa adalah niat dan menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar (yaitu Fajar Shodiq) hingga terbenamnya matahari (maghrib).

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Macam, Rukun, Syarat Wajib, dan Lainnya) Lengkap. Semoga bermanfaat bagi tugas makalah anda, dan terima kasih telah berkunjung.