Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengertian Sosialisasi Beserta Tujuan, Media, Tahap Proses, dan Jenisnya [LENGKAP]

Pengertian sosialisasi adalah suatu proses transformasi pengetahuan oleh individu atau kelompok mengenai pola - pola atau kebiasan hidup yang biasa digunakan oleh suatu kelompok sosial meliputi bagaimana cara hidup, norma - norma, nilai - nilai sosial, dan lain sebagainya. Arti sosialisasi sebenarnya adalah transfer atau penanaman aturan, nilai, kebiasaan dari generasi tua ke generasi muda atau dari generasi satu ke generasi selanjutnya dalam sebuah kelompok sosial.
Pengertian Sosialisasi Beserta Tujuan, Media, Tahap Proses, dan Jenisnya [LENGKAP]

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Definisi sosialisai yang lain yang kami rangkum dari literatur yang berbeda adalah suatu proses belajar oleh individu atau kelompok untuk berprilaku berdasaran aturan - aturan yang biasa digunakan dan telah di sepakati oleh kelompok sosial (masyarakat). Namun para ahli dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, memiliki perbedaan pendapat terkait dengan pengertian sosialisasi itu sendiri. Berikut adalah pengertian para ahli terkait dengan pengertian sosialisasi:

#1. Menurut Prof Dr. Naution, SH

Dr. Nasution menjelaskan bahwa sosialisasi merupakan suatu proses membimbing individu kedalam dunia sosial (menjadi warga negara yang dewasa). Pendapat tersebut memberikan gambaran bahwa sosialiasi adalah proses pembimbingan individu untuk menjadi warga negara yang dewasa.

#2. Menurut Paul B. Horton

Ilmuan asal autralia bernama Paul B. Horton ini juga memiliki pendapat tentang pengertian sosialiasasi. Dia menjelaskan bahwa sosialisasi adalah proses dimana seseorang menghargai dan memahami norma-norma masyarakat di mana ia hidup yang akan membentuk kepribadiannya. Pendapat horton tersebut lebih menitik tekankan bahwa sosialiasi merupakan proses untuk menghargai dan memahami dalam kehidupan sosia. 

#3. Menurut John C. Macionis 

John C. Macionis yang merupakan seorang ahli ilmu sosiologi dan perintis Hall Distinguished Scholar, berpendapat sosialisasi adalah pengalaman sosial seumur hidup di mana individu dapat mengembangkan potensi mereka dan belajar pola hidup. Pendapatnya tentang sosialisasi tersebut lebih menitik tekankan kepada pengalaman sosial dan berbeda dengan pendapat - pendapat sebelumnya. 

#4. Menurut Anthony Giddens

Giddens yang merupakan seorang sosiolog Inggris yang terkenal karena teori strukturasi (baca biografi anthony giddens) memiliki pendapat tersendiri tentang sosialiasasi. Beliau menjelaskan bahwa sosialisasi sebagai proses yang terjadi ketikaseorang bayi lemah berkembang secara aktif melalui langkah-demi-langkah sampai akhirnya menjadi pribadi menyadari dia secara pribadi berpengetahuan dan terampil akan menjadi cara hidup dalam budaya di mana dia tinggal. Jadi giddens menggambarkan sosialiasi dalam proses kehidupan mulai dari bayi hingga tumbuh dewasa yang bertahap.

#Hal yang anda Perlu pelajari juga !
Teori Perubahan Sosial Menurut Pendapat Para Ahli
Pengertian Kontak Sosial Lengkap dengan Contoh dan Macamnya
Masalah Sosial (Contoh, Macam, Pengertian, Faktor, Solusi)

Masih banyak lagi pendapat - pendapat para ahli yang berbeda dalam mengartikan sosialiasi itu sendiri, yang tidak kami lansir dalam artikel kali ini karna keterbatasan literatur yang kami miliki. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, bagaimana kesimpulan anda tentang sosialiasasi?

Tujuan Sosialiassi

Individu atau kelompok yang melakukan proses sosialisasi tentunya memiliki tujuan tersendiri. Tujuan utama dari sosialiasi adalah belajar, memahami, mengadopsi kebiasaan. Namun terdapat beberapa tujuan lain dari sosialiasi itu sendir. Berikut adalah tujuan - tujuan dari sosialiasi:

#1. Mengetahui Aturan, Nilai dan Norma-Norma yang ada

Aturan, nilai, dan Norma - norma yang ada di masyarakat merupakan dasar dari batasan - batasan individu atau kelompok dalam berprilaku di sebuah kelompok sosial masyarakat. Dengan mengetahui dan memahami hal tersebut, individu atau kelompok akan dapat mengatur prilaku dan etika mereka, dan menjadi anggota yang baik dalam bersosial.

#2. Mengetahui Budaya dan Lingkungan sosial

Budaya dan lingkungan sosial merupakan hal yang asing bagi individu atu kelompok pendatang. Oleh karena itu, untuk beradaptasi dengan budaya dan lingkungan yang ada diperlukan adanya proses sosialiasi. Dengan mengetahui hal tersebut, individu atau kelompok yang berposisi sebagai pendatang akan dapat terbiasa.

#3. Melatih Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi terbentuk dalam sebuah proses sosialisasi. Dengan adanya sosialiasi, otomatis akan menimbulkan adanya interaksi sosial antara individu dengan individu yang lain atau bahkan sebuah kelompok (Pelajari Interaksi sosial). Jadi dapat kita sumpulkan bahwa komunikasi yang baik muncul dari proses sosialisasi yang baik juga. (Pelajari juga Pengertian Komunikasi Bisnis).

#4. Melatih Keterampilan

Dengan bersosialisasi, individu atau kelompok akan mendapatkan berbagai macam informasi yang bermanfaat. Informasi tersebut merupakan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan individu atau kelompok. Dengan meningkatnya ketrampilan yang dimiliki, masyarakat akan dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Keterampilan tersebut misalanya kewirausahaan, komunikasi, pendidikan, manajemen pemasaran, dan lain sebagainya.

#5. Menanamkan Nilai - Nilai dan Kepercayaan

Dengan bersosialisasi juga individu atau kelompok dalam memberikan informasi yang dapat membuat individu lain percaya kepadanya. Dengan kata lain, hal ini dapat di katakan sebagai sosialiasasi persuasif. Pada umumnya, hal ini ada pada sosialisasi politik. Terkadang orang menginginkan agar orang lain mempercayainya, oleh karena itu, seseorang tersebut dapat menanamkan kepercayaan dengan bersosialisasi.


Tahap - Tahap Proses Sosialisasi

Proses sosialisasi tidak langsung terjadi begitu saja dan tidak terjadi dengan tahap yang singkat. Terdapat beberapa tahap yang di lalui dalam proses sosialisasi. Tahapan proses sosialiasasi tersebut adalah sebagai berikut:

#1. Tahapan Persiapan

Pada tahap awal ini manusia mulai bersiap - siap untuk mengenal dunia sosial dan memperoleh informasi dan pengetahuan yang akan dapat membuka pemahaman diri sendiri. Di tahap awal ini manusia biasanya melakukan kegiatan meniru seperti apa yang di lihat walaupun tidak seperti aslinya, bagaikan anak kecil.

#2. Tahapan Meniru

Setelah seseorang siap mengenal dunia sosial, maka ia telah siap untuk masuk tahap meniru. Seseorang mulai dikenalkan dengan Aturan,kegiatan, dan kebiasaan yang kemudian dia akan mencoba menirunya. Dengan meniru, dia akan mulai masuk kedalam dunia sosial, dan sebaliknya, jika tidak meniru maka di akan susah untuk mengenal dunia sosial. 

#3. Tahapan Persiapan Bertindak

Pada tahap ini, seseorang mulai mengurangi kegiatan - kegiatan yang meniru individu - individu lain, namun kegiatan tersebut digantikan dengan peranan yang secara langsung di mainkan dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini juga kamampuan seseorang dalam menempatkan diri dalam posisi tertentu pun meningkat. 

#4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif

Tahap ini merupakan tahap akhir, dimana seseorang dalam bersosialiasi telah dianggap dewasa secara sosial dan dia sudah dapat di anggap pantas untuk di tempatkan pada tingkatan stratiftikasi sosial yang lebih tinggi. Umumnya, orang tersebut memiliki banyak prestasi dan telah memberikan manfaat kepada anggota kelompok sosial lainnya.


Media Sosialisasi

Terjadinya sosialisasi tentu ada perantara yang biasa disebuat dengan media. Media tersebut berfungsi dalam memperlancar proses dalam sosialisasi. Dengan adanya media, maka sosialisasi akan berjalan lebih efektif. Berikut adalah media dalam sosialisasi :

#1. Media Masa

Media masa dapat berupa media elektorik seperti komputer yang terhubung internet, Handphone dan media cetak seperti koran, majalah dsb. Media masa berisikan infrormasi yang dapat diadopsi oleh individu atau kelompok dan kemudian diterapkan kedalam dunia sosial. Dengan adanya media masa, informasi akan tersebar secara luas dan dapat di adopsi oleh seluruh kalangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa media masa merupakan sarana atau media yang cukup efektif untuk bersosialisasi.

#2. Media Keluarga

Media sosialisasi keluarga merupakan media yang pertama kali mempengaruhi individu yang merupakan anggota dalam keluarga. Kedudukan yang tinggi dalam keluarga seperti ayah dan ibu akan dapat dengan mudah memberikan inforamasi, pengetahuan, menanamkan kepercayaan kepada anggota keluarga yang lebih rendah seperti anak. Kedudukan keluarga yang lebih tinggi dapat memberikan arahan, larang, dan himbauan kepada anggota keluarga yang lebih rendah, namun tidak menutup kemungkinan untuk sebaliknya.

#3. Media Teman

Teman bergaul juga merupakan saran bagi seseorang untuk  belajar dan berinteraksi dengan teman yang sebaya dengannya. Dengan bersosialiasi dengan teman, seseorang akan dapat mempelajari hal - hal yang baru, baik itu buruk atau baik. Umumnya, media teman sangat kuat pengaruhnya dalam proses sosialisasi. Oleh karena itu, peran keluarg disini sangat penting, yaitu untuk membatasi hal - hal yang beruk yang diadopsi oleh anggota keluarganya dari teman - teman anggota keluarga tersebut.

#4. Sekolah, Kampus, Organisai, Tempat kerja, Dll

Sekolah, Kampus, Organisai, Tempat kerja, Dll merupakan media yang memiliki pengaruh yang cukup besar bagi seseoang. Dari sana seseorang akan menimba ilmu, melatih keterampilan, melatih kemandirian, mendapat informasi, pengetahuan, dan lain sebagainya yang bersumber dari adanya proses interaksi. Hal tersebut juga akan dapat mempengaruhi prilaku itu sendiri yang berada dalam Sekolah, Kampus, Organisai, Tempat kerja, Dll.


Jenis - Jenis Sosialisasi Berdasarkan Tingkat Pengaruhnya

Perlu diketahui, bahwa sosialiasasi berdasarkan tingkat pengaruhnya di bedakan menjadi dua yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi skunder. Hal tersebut dikarenakan sosialisasi sangat erat kaitannya dengan teori adopsi inovasi. Berikut adalah penjelasan terkait dengan kedua jenis sosialisasi tersebut:

#1. Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer adalah sosialiasi yang paling sering dilakukan dan memiliki pengaruh paling tinggi kepada individu. Sosialisasi primer itu sendiri biasa terjadi di dalam proses berkeluarga. Sedangkan keluarga merupaka unit tertinggi dalam sosial. Dalam keluarga akan lebih sering terjadi proses interaksi yang merupakan akar dari sosialisasi. Pengaruhnya sangat tinggi bagi anggota keluarga yang juga menjadi anggota dalam kelompok sosial. Seperti contoh, ayah melarang anaknya untuk pergi ke pertunjukan musik, dan kemudian anaknya tersebut mentaati larangan ayah. 

#2. Sosialisasi Sekunder

Sosialiasi sekunder adalah sosialisai yang levelnya lebih rendah dari pada sosialisasi primer. Sosialisasi tersebut jarang dilakukan dan tidak memiliki pengaruh tinggi seperti sosialisasi primer. Hal tersebut dikarenakan individu masih akan mempertimbangkan informasi, pengetahuan, instruksi, pengalaman yang diberikan. Jenis sosialisasi ini biasanya terjadi di kalangan pergaulan, sekolah, tempat kerja, dan lain sebagainya. Contohnya seperti, seorang teman mengajak si A untuk pergi kegunung semeru dengan menawarkan berbagai macam keindahan, namun si A tidak menerima ajakan temannya dengan berbagai macam pertimbangan. 


Contoh Sosialisasi

tanpa kita sadari, proses sosialisasi sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari - hari. Hal tersebut dikarenakan kita kurang memahami apa itu sosialisasi ?, setelah mengetahui apa itu sosialisasi seperti yang di jelaskan di bagian atas, pasti kita akan dapat dengan mudah menemukan proses sosialisasi dalam kehidupan sehari - hari. Berikut adalah contoh - contoh prosese sosialisasi :

#1. Contoh Sosialisasi dalam Keluarga

Dalam sebuah keluarga terdapat seorang anak yang memiliki prilaku yang kurang baik menurut keluarga, guru, tentang, dan temannya. Kemudian sanga ayah memberikan teguran dan nasihat kepada anak agar berprilaku lebih baik dari apa yang telah dia lakukan.

#2. Contoh Sosialisasi dalam Masyarakat

Dalam bermasyarakat tentunya seseorang tidak lepas dengan yang namanya tetangga. Setiap hari, waktu, pekerjaan, dan setiap kebutuhan terkadang kita membutuhkan bantuan dari tetangga. Sering kita mengobrol, berdiskusi, menghadiri kegiatan sosial dan lain sebagainya. Hal - Hal seperti itu merupakan proses sosialisasi.

#3. Contoh Sosialisasi dalam Politik

Dalam pilpres misalnya, sering kita jumpai pemflet - pamflet di jalan - jalan, iklan - iklan capres di TV, dan lain sebagainya. Informasi yang tersifat dalam media tersebut bersifat persuasif atau menanamkan kepercayaankan kepada masyarakat. itu merupakan salah satu kegiatan sosialisasi politik

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian Sosialisasi Beserta Tujuan, Media, Tahap Proses, dan Jenisnya [LENGKAP] yang kami rangkum dari berbagai macam literatur. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam pengetika. Semoga bermanfaat dalam pembuatan makalah anda dan terima kasih telah berkunjung.