Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Kiriman Uang atau Transfer (Pengertian, Jenis, Mekanisme, Pihak, Contoh)

Pengertian Kiriman Uang atau Transfer adalah bentuk pelayanan jasa yang diberikan oleh bank atas permintaan nasabah untuk mengirimkan sejumlah uang tertentu. Pengiriman uang tersebut dapat dilakukan dari satu bank ke bank lainnya, dalam wilayah juwiring yang sama, dari satu rekening ke rekening lainnya, cabang yang sama atau dalam bank yang sama tetapi cabang yang berbeda.
Kiriman Uang atau Transfer (Pengertian, Jenis, Mekanisme, Pihak, Contoh)


Pihak-pihak yang terlibat dalam transfer

a. Nasabah

Nasabah adalah pihak yang memiliki dana yang mendapat pelayanan jasa dari bank untuk mengirimkan dan/atau memindahkan dananya kepada pihak lain.

b. Bank penarik

Bank penarik disebut juga dengan drawer Bank, merupakan bank yang menerima amanat dari nasabah untuk mentransfer dana Nya kepada pihak penerima. Pihak penerima, bisa nasabah yang memiliki rekening di Bank sendiri atau bank lain.

c. Bank tertarik

Bank tertarik disebut juga dengan drawer Bank merupakan bank yang menerima transfer masuk dari bank pengirim untuk diteruskan kepada pihak yang menerima kiriman uang atau pihak beneficiary.

d. Beneficiary


Beneficiary adalah pihak yang menerima kiriman uang dari drawer bank.  Apabila beneficiary memiliki rekening di drawer bank, maka kiriman uang tersebut akan dikreditkan ke rekeningnya, apabila tidak memiliki rekening, maka pihak drawer bank akan memberi Informasi tersurat kepada beneficiary.

Pelajari Juga:
Pengertian Suku Bunga (Bunga Pinjaman, Kredit, dan Simpanan)
#9 Faktor yang dapat Mempengaruhi Suku Bunga
#5 Unsur yang Menentukan Suku Bunga Kredit
Kiriman Uang atau Transfer (Pengertian, Jenis, Mekanisme, Pihak, Contoh)

Jenis Transfer Berdasarjan Jumlah Pengiriman

a.  Transfer uang dengan nominal kecil

Transfer dengan nominal kecil yaitu transfer yang nilainya kurang dari 100 juta. Transfer sejumlah kurang dari 100 juta bisa dilakukan melalui lembaga kliring setempat dan atau melalui RTGS (Real Time gross setlement),  yaitu transfer dengan sistem elektronik.

b. Transfer uang dengan nominal besar

Transfer sejumlah besar yaitu transfer yang nilainya sebesar 100 juta dan atau lebih dari itu, maka pelaksanaan transfer tersebut melalui sistem RTGS (Real Time gross settlement). RTGS yang merupakan kegiatan pengiriman uang melalui sistem elektronik yang sudah disiapkan oleh Bank Indonesia. Transfer sejumlah besar tidak boleh dilakukan melalui lembaga kliring setempat.


Jenis Transfer Berdasarkan Keluar Masuknya

1. Outgoing transfer

Outgoing transfer adalah transfer keluar, yaitu pengiriman uang oleh bank atas permintaan nasabah atau bagian bank tertentu untuk keuntungan pihak lain pada bank yang sama atau Bank sendiri atau kepada bank lain. Dalam outgoing transfer, dana bank yang terdapat pada bank Indonesia (giro pada bank Indonesia) akan dikurangi sejumlah dana yang ditransfer kepada bank lain.

2. Incoming transfer

Incoming transfer adalah transfer masuk, yaitu kiriman uang dari bank lain atau dari bank yang sama cabang yang berbeda yang akan diteruskan kepada pihak nasabah penerima (beneficiary). Incoming transfer, apabila kiriman uang berasal dari bank lain, akan menambah saldo dana bank di bank Indonesia (giro pada bank Indonesia).


Mekanisme transfer

Untuk menggambarkan aktivitas transfer, maka dibawah ini kami akan memberikan ilustrasi terkait dengan bagaimana mekanisme transfer.

Contoh:

Anita mengirimkan uang melalui bank MB Surabaya sebesar Rp 10.000.000,- ditujukan kepada Ananda, nasabah bank BCA Surabaya.

Penjelasan:

a. Anita, nasabah bank ABC Surabaya, mengirimkan dananya kepadaan anda melalui bank ABC Surabaya, Anita mengisi formulir aplikasi transfer di bank ABC Surabaya.
b. Bank ABC Surabaya, atas permintaan Anita meneruskan permintaan transfer tersebut untuk mengirimkan dana ke bank BCA Surabaya. atas permintaan tersebut, bank ABC menerbitkan nota kredit (warkat) untuk diserahkan kepada Bank Indonesia (lembaga kliring).
c. Bank Indonesia (lembaga kliring), menerima warkat dari bank ABC untuk keuntungan nasabah bank BCA Surabaya. Bank Indonesia akan memilah semua warga untuk diserahkan kepada bank yang dituju.
Berdasarkan nota kredit bank ABC, maka Bank Indonesia akan mengurangi saldo dana bank ABC Surabaya dan menambah dana ke saldo rekening dana bank BCA Surabaya. Oleh karena itu saldo giro pada bank Indonesia di bank ABC akan berkurang dan saldo giro pada bank Indonesia di Bank BCA akan bertambah.
d. Bank BCA Surabaya, pada sore hari bank BCA Surabaya mengambil nota kredit (yang dikirim oleh bank ABC) dari Bank Indonesia. Nota kredit tersebut merupakan kiriman uang dari nasabah bank ABC untuk keuntungan Ananda, nasabah bank BCA. Bank BCA akan mengkreditkan kiriman uang tersebut ke rekening Ananda, sehingga saldo rekening anda akan bertambah.
e. Ananda bisa mengambil kiriman uang tersebut di Bank BCA Surabaya. 

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Transfer (Pengertian, Jenis, Mekanisme, Pihak, Contoh). Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.
Sumber : Ismail, M.B.A. 2011. Manajemen Perbankan (Dari Teori Menuju Aplikasi).Jakarta ; Kencana