Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengertian Sel Lengkap dengan Komponen, Struktur, dan Fungsinya

Pengertian sel adalah unit terkecil dari suatu bentuk kehidupan. Semua organisme tersusun atas sel-sel mulai dari sayap kupu-kupu hingga mahkota bunga yang berwarna warni. untuk itu ukuran sel sangatlah kecil. sel tergolong sangat luar biasa. sel seperti sebuah pabrik yang senantiasa bekerja agar proses kehidupan terus berlangsung. sel memiliki bagian-bagian untuk menunjang fungsi tersebut. ada bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi ada yang bertanggung jawab terhadap perbanyakan sel dan ada bagian yang menyeleksi lalu lintas zat masuk dan keluar sel. Dengan mengetahui komponen sel kita dapat memahami fungsi sel bagi kehidupan.

Pengertian Sel Lengkap dengan Komponen, Struktur, dan Fungsinya

A. Komponen kimia sel

Seluruh kegiatan kehidupan sel merupakan akibat dari reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma yang merupakan substansi yang kompleks protoplasma terdiri dari unsur-unsur kimia. unsur-unsur tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


unsur-unsur kimia

Meskipun sebagian besar protoplasma terdiri dari air tetapi bahannya memberi ciri pada struktur nya ialah protein unsur-unsur kimia penyusun protoplasma terdapat dalam bentuk senyawa kimia baik senyawa organik maupun senyawa anorganik senyawa organik dalam protoplasma berupa karbohidrat lemak protein dan asam nukleat.

1. Karbohidrat

Karbohidrat sangat vital untuk proses proses fisiologi di dalam sel makhluk hidup berdasarkan fungsinya karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi tiga:
Karbohidrat sederhana sebagai sumber energi didalam sel.
Karbohidrat rantai panjang sebagai cadangan energi.
Karbohidrat rantai panjang sebagai komponen struktural organel dan bagian sel lainnya.

karbohidrat terdiri dari unsur karbon oksigen dan hidrogen pada tumbuhan karbohidrat dibentuk oleh sel sel berhijau daun (kloroplas yang mengandung klorofil) melalui proses fotosintesis karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida disakarida dan polisakarida

a. Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang namanya ditemukan oleh jumlah atom C pada molekulnya. contoh monosakarida adalah triosa, pentosa, dan heksosa.
b. Disakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis akan menghasilkan 2 molekul monosakarida yang sama atau berbeda. contohnya adalah sukrosa yang terdapat pada sel batang tebu dan laktosa yang terdapat pada kelenjar susu.
c. Polisakarida . Ada dua macam polisakarida yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida. homopolisakarida dibentuk oleh monosakarida yang sama. sedangkan heteropolisakarida dibangun oleh bermacam-macam monosakarida, nitrogen, amino, dan sulfur.

Pelajari Juga ini ... !
Pengertian Sel Lengkap dengan Komponen, Struktur, dan Fungsinya
Pengertian Jaringan Tumbuhan Lengkap dengan Struktur dan Fungsinya
Pengertian Tulang Manusia Lengkap dengan Jenis, dan Bentuknya
Hubungan Antar Tulang Lengkap dengan Jenis dan Macam- Macam Sendi
Pengertian Sifat Totipotensi Lengkap dengan Kultur sel dan Kultur Jaringan

Contoh homopolisakarida adalah amylum yang merupakan hasil fotosintesis glikogen yang terdapat di dalam sel-sel hati dan sel-sel otot. sedangkan contoh heteropolisakarida yaitu kitin yang terdapat pada kulit antropoda misalnya jangkrik, kumbang dan belalang.

2. Lemak (lipid)

Lemak dibangun oleh gliserol dan asam lemak lemak mempunyai sifat tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam pelarut organik seperti eter kloroform dan alkohol . Fungsi lemak yang ada pada makhluk hidup antara lain sebagai komponen membran plasma, hormon, dan vitamin. Pada sel makhluk hidup lemak terdapat dalam bentuk lemak sederhana lemak gabungan dan turunan lemak

a. Lemak sederhana
Lemak sederhana dibangun oleh satu gliserol dan tiga asam lemak (trigliserida). Asam lemak penyusun lemak dapat berupa asam lemak jenuh atau asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh merupakan hidrokarbon yang mempunyai atom H maksimal. Contohnya adalah asam stearat dan asam palmitat. Pada asam lemak tak jenuh jumlah atom H pada rantai hidrokarbon belum maksimal. Contohnya adalah asam oleat dan linoleat.
b. Lemak gabungan
Lemak gabungan adalah Ester asam lemak yang jika dihidrolisis menghasilkan asam lemak, alkohol, dan zat-zat lain. Lemak gabungan merupakan komponen struktural yang penting pada membran sel. Contoh lemak gabungan adalah fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dan karotenoid.
c. Turunan lemak
Steroid merupakan senyawa turunan lemak yang rantai hidrokarbon berbentuk cincin (siklik). Steroid terdapat pada protoplasma Sel hewan yaitu Hormon kelamin (progesteron testosteron), vitamin D, kolesterol, dan estradiol.

3. Protein

Protein adalah senyawa kimia yang sangat kompleks pada sel hidup protein mempunyai dua fungsi utama yaitu fungsi katalitik dan mekanik. Fungsi Catalytic ditunjukkan oleh enzim sedangkan fungsi mekanik ditunjukkan oleh protein otot protein merupakan polimer dari asam amino. Berdasarkan komposisi kimianya protein digolongkan menjadi dua yaitu protein sederhana dan protein gabungan.

a. Protein sederhana
Cita protein sederhana dihidrolisis hanya akan menghasilkan asam amino. contohnya adalah protein albumin dan globulin.
b. Protein gabungan
Jika protein gabungan dihidrolisis akan menghasilkan asam amino dan senyawa-senyawa yang lainnya. contohnya adalah glikoprotein.
c. Asam nukleat
Asam nukleat adalah materi inti sel ada dua macam asam nukleat yaitu asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA). Fungsi asam nukleat adalah untuk mengontrol aktivitas sel dan membawa informasi genetik Adapun asam nukleat merupakan polimer nukleotida hidrolisis nukleotida akan menghasilkan :
Fosfat (P)
Glukosa, yaitu ribosa atau dioksinribosa
Basa nitrogen

Basa nitrogen terdiri dari golongan Purin dan golongan pirimidin basa purin terdiri dari adenin (A), dan guanin (G). Sedangkan basa pirimidin terdiri dari timin (T), sitosin (S) dan urasil (U).

Perbandingan molekul DNA dan RNA

Struktur dan fungsi sel

Terdapat 2 kelompok utama sel yaitu sel prokariotik dan eukariotik. Pada sel prokariotik materi genetik tersebar di dalam satu badan serupa inti yang tidak dikelilingi oleh membran. sel eukariotik memiliki inti sel yang sangat kompleks dengan selubung inti yang terdiri dari dua membran. 

Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik. Mikroorganisme yang eukariotik misalnya protozoa, protista, dan semua jamur. Ada juga mikroorganisme yang prokariotik misalnya bakteri dan alga hijau, dan biru.

Sel bakteri dan alga hijau dan biru pada hakekatnya sama dengan sel tumbuhan kecuali tidak adanya kloroplas, nukleus, dan mitokondria.  klorofil tersebar di dalam protoplasma. Nukleus tidak terlihat sebab bahan nukleus tersebar di dalam protoplasma dan belum diselubungi membran.

Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik
Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik


Struktur sel tumbuhan dan sel hewan

Matthias Schleidhen, seorang ahli anatomi tumbuhan dan Theodor Schwann,  ahli anatomi hewan berpendapat bahwa setiap makhluk hidup tersusun oleh sel. Pendapat mereka dirumuskan dalam teori yang berbunyi " Sel merupakan kesatuan struktural kehidupan". Untuk membedakan struktur sel tumbuhan dan sel hewan kita dapat menggunakan sediaan daun elodea, hydrilla, atau vallisneria dan sediaan sel epitel pipi manusia. Sediaan tersebut kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya.

Bagian sel dan organel sel

Sel memiliki bagian utama yaitu membran sel, inti sel, dan sitoplasma. Berbeda dengan sel hewan, sel tumbuhan memiliki dinding sel di sebelah luar membran sel.  hal tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
sel hewan, sel tumbuhan

Bagian utama sel dan organel sel diuraikan sebagai berikut :

a. Membran sel

Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sel yang paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya. Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari fosfolipid dan protein (lipoprotein). Membran sel bersifat semipermeabel atau selektif permeabel. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa membran sel berfungsi sebagai pengatur masuk dan keluarnya zat dari sel.

b. Nukleus (inti sel)

Inti sel eukariotik memiliki membran inti. susunan molekul membran inti sama dengan susunan molekul membran sel yaitu berupa lipoprotein. pada membran inti memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma.  di dalam inti terdapat :

@. Nukleolus (anak inti). Fungsi dari nukleolus yaitu menyintesis berbagai macam molekul arena yang digunakan dalam perakitan ribosom. ribosom penting bagi sintesis protein dalam sel.
@. Nukleoplasma (cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein.
@. Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut dengan kromosom. Kromosom mengandung DNA yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.

c. Dinding sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. pada sel muda dinding sel tersusun dari zat pektin. pada sel dewasa dinding sel terbentuk dari bahan selulosa yang bersifat kaku sehingga bentuk sel tumbuhan cenderung tetap. 

Pada dinding sel terdapat bagian yang tidak menebal yaitu bagian yang disebut dengan noktah. Melalui noktah ini terjadi hubungan Plasma sel satu dengan sel yang lain yang dimaksud dengan plasmodesmata. Plasmodesmata  berupa juluran plasma yang berfungsi menjadi pintu keluar masuknya zat.Sebagian besar isi dari sel berupa air. tekanan air atau isi sel terhadap dinding sel disebut dengan tekanan turgor.  dinding sel dan vakuola berperan dalam turgiditas sel. Apabila sel tumbuhan dimasukkan dalam larutan yang hipotonis atau hipertonis, apa yang akan terjadi pada sel tersebut? dengan memahami difusi osmosis kita dapat menduga gejala apa yang terjadi.

d. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan sel yang terdapat di dalam sel kecuali di dalam inti dan organel sel. Sitoplasma bersifat koloid yaitu tidak padat dan  tidak cair.  sitoplasma terdiri atas air yang didalamnya terlarut banyak molekul kecil, ion, dan protein. Koloid sitoplasma dapat mengalami perubahan dari fase Sol ke gel atau sebaliknya. Fase sol ketika konsentrasi air tinggi dan fase gel jika konsentrasi air rendah.  sitoplasma mengandung organel-organel sel sebagai berikut:

#1. Retikulum endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma adalah perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplasma. Dalam pengamatan mikroskop retikulum endoplasma tampak seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang berongga rongga. Saluran-saluran tersebut berfungsi membantu gerakan substansi substansi dari satu bagian sel ke bagian sel lainnya. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.

Retikulum endoplasma kasar (REK)
Disebut retikulum endoplasma kasar karena permukaanya diselubungi oleh ribosom sehingga tampak seperti helaian panjang kertas pasir. Ribosom adalah tempat sintesis protein.  Protein yang disintesis pada ribosom yang melekat pad RE biasanya ditujukan untuk luar sel. Fungsi retikulum endoplasma kasar adalah mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetik antara inti dengan sitoplasma.

Retikulum endoplasma halus (REH)
Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom sehingga permukaan nya halus. retikulum endoplasma halus memiliki enzim-enzim pada permukaan nya yang berfungsi untuk sintesis lipid, glikogen, dan persenyawaan steroid, seperti kolesterol, gliserida, dan hormon.

#2. Badan golgi
Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang dikelilingi oleh membran. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik.  setiap sel hewan memiliki 10 sampai 20 badan golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki beberapa ratus badan golgi. Badan golgi pada sel tumbuhan biasa disebut dengan diktiosom.  fungsi badan golgi antara lain :
Membentuk kantong-kantong terutama pada sel-sel kelenjar enzim dan bahan-bahan lain
Membentuk membran plasma kantong-kantong yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
@. Membentuk dinding sel tumbuhan
@. Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel @. telur dan pembentukan lisosom

#3. Ribosom
Ribosom berupa organel kecil bergaris tengah 17 sampai 20 mikron yang tersusun oleh RNA ribosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup. ribosom terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada REK. Fungsi ribosom adalah untuk sintesis protein. pada waktu sintesis protein ribosom mengelompok membentuk poliribosom.

#4. Lisosom
Lisosom adalah kantong yang dikelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makromolekul. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh dengan protein. Lisosom terutama ditemukan pada sel hewan.

#5. Peroksisom dan glioksisom
Peroksisom adalah kantong yang memiliki membran tunggal. peroksisom berisi berbagai macam enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase. katalase mengkatalisis perombakan hidrogen peroksida. hidrogen peroksida merupakan produk metabolisme sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. 

Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan misalnya pada lapisan aleuron biji padi-padian. Aleuron adalah bentuk dari protein atau kristal yang terdapat dalam vakuola. Glioksisom sering ditemukan di jaringan penyimpanan lemak dari biji yang berkecambah. Glioksisom mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut menghasilkan energi yang diperlukan bagi perkecambahan.

#6. Mitokondria
Mitokondria adalah organel penghasil energi sel mitokondria mempunyai dua Lapisan membran luar dan dalam luar memiliki permukaan halus sedangkan membran dalam berlekuk-lekuk. Membran dalam membagi mitokondria menjadi dua ruang yaitu ruang intermembran dan matriks mitokondria. 
Mitokondria


Ruang intermembran adalah ruang diantara membran luar dan membran dalam. Membran luar dapat dilalui semua molekul kecil tetapi tidak dapat dilalui oleh protein dan molekul besar.

Matriks Mitokondria adalah ruang yang diselubungi oleh membran dalam. Beberapa tahapan metabolisme terjadi dalam matriks. Matriks mengandung enzim untuk siklus Krebs dan oksidasi asam lemak. Matriks juga banyak mengandung protein dan DNA, ribosom dan beberapa jenis RNA. Mitokondria dapat menyintesis protein sendiri karena memiliki DNA, RNA, dan ribosom.  DNA Mitokondria merupakan sandi untuk protein dan enzim yang bekerja pada membran dalam sedangkan DNA nukleus merupakan sandi untuk protein matriks dan membran dalam.

#7. Plastida
Plastida adalah organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan ada tiga macam plastida yaitu kromoplas, leukoplas dan kloroplas. Kloroplas dan plastida lainnya memiliki membran rangkap membran dalam melingkupi matriks yang dinamakan stroma. membran dalam ini terlibat berpasangan yang disebut Lamela.


Plastida


#8. Vakuola (rongga sel)
Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan yang dibatasi oleh suatu membran atau selaput yang disebut dengan tonoplas.  vakuola terbentuk oleh pelipatan ke dalam dari membran sel. Sel tumbuhan muda berisi banyak vakuola kecil. akan tetapi dengan semakin matangnya usia sel akan terbentuk vakuola yang semakin besar. Fungsi vakuola adalah mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan.

#9. Sentriol
Sel hewan mikroorganisme dan tumbuhan tingkat rendah memiliki dua sentriol pada sitoplasma. sentriol merupakan hasil perkembangan sentrosom yaitu pusat sel, daerah dari sitoplasma yang dekat dengan nukleus. sentriol berupa kumpulan mikrotubulus yang berperan sebagai kutub-kutub pembelahan sel secara mitosis atau meiosis.  dari sentriol memancar benang-benang gelendong pembelahan sehingga kromosom akan  terjerat pada benang-benang tersebut. Melalui penangkal Endang inilah nantinya tiap-tiap kromosom berjalan menuju kutub masing-masing.

#10. Sitoskeleton
Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang  yang berbeda yaitu mikrofilamen, mikrotubul dan filamen antara. Fungsi sitoskeleton adalah memberikan kekuatan mekanik pada sel, menjadi kerangka sel, dan membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian lain.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian Sel Lengkap dengan Komponen, Struktur, dan Fungsinya yang kami rangkum dari satu sumber. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung. 
Sumber : Pratiwi D.A, et.al. 2006. Biologi Sma Jilid 2 untuk Kelas XI. Jakarta; Erlangga