Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengertian Jaringan Tumbuhan Lengkap dengan Struktur dan Fungsinya

Jaringan tumbuhan adalah Sekelompok sel yang mempunyai asal struktur dan fungsi yang sama. pada awal perkembangan tumbuhan semua sel melakukan pembelahan diri. akan tetapi,  pada pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. jaringan khusus tersebut tetap bersifat embrionik (selalu membelah). Jaringan embrionik ini disebut meristem.

Pengertian Jaringan Tumbuhan Lengkap dengan Struktur dan Fungsinya

Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi jumlah pembelahan nya sangat terbatas. sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan untuk membelah diri. jaringan ini disebut dengan jaringan dewasa.


Pelajari Juga ini ... !

1. Meristem

Jaringan meristem terdiri atas Sekelompok sel yang tetap berada dalam fase pembelahan. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan meristem dibedakan menjadi meristem apikal, interkalar dan lateral. Meristem apikal terdapat di ujung pucuk utama pucuk lateral dan akar. Meristem interkalar terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau famili rumput-rumputan. Sedangkan meristem lateral terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya contohnya adalah kambium dan kambium gabus ( felogen).

Berdasarkan asal usulnya meristem dikelompokkan menjadi meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel sel embrionik (meristem apikal). Dan meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. contohnya adalah kambium dan kambium gabus ( felogen).

2. Jaringan dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. sifat-sifat jaringan dewasa antara lain;

Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
Mempunyai ukuran yang relatif besar dibanding sel-sel meristem.
Mempunyai vakuola besar sehingga Plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel.
Kadang-kadang selnya telah mati. 
Selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.
Di antara sel selnya dijumpai ruang antar sel.

Menurut asal meristem jaringan dewasa dibedakan menjadi jaringan primer dan jaringan sekunder. jaringan primer adalah jaringan yang dibentuk oleh sel-sel yang berasal dari meristem primer. jaringan sekunder adalah jaringan yang dibentuk oleh sel-sel berasal dari meristem sekunder. Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat ( penyokong), jaringan pengangkut ( vaskuler) dan jaringan sekretori.

A. Jaringan pelindung (epidermis)

Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Fungsi jaringan epidermis adalah melindungi bagian dalam tumbuhan sehingga jaringan epidermis disebut dengan jaringan pelindung.
sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silika, dan sel gabus.

1. Stomata

Stomata adalah Celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut dengan sel penutup. Sel penutup dikelilingi oleh sel-sel yang berbentuk sama atau berbeda dengan sel-sel epidermis lainnya, yang disebut dengan sel tetangga.  sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar stomata.  umumnya stomata terletak di permukaan bawah daun. Fungsi stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas.

2. Trikoma

Trikoma berasal dari sel-sel epidermis, umumnya berbentuk rambut. Ada juga trikoma yang berbentuk sisik dan duri. Fungsi trikoma bagi tumbuhan adalah sebagai berikut:

Mengurangi penguapan apabila terdapat pada epidermis daun.
Meneruskan rangsang.
Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan.
Membantu penyebaran biji.
Membantu penyerbukan bunga.
Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah.

3. Sel kipas

Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku gramineae atau cyperaceae. Sel kipas tersusun dari beberapa Sel berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. Fungsi sel kipas adalah mengurangi penguapan dengan menggulung daun.

4. Epidermis ganda

Pada tumbuhan anggota famili moraceae, piperaceae, begoniaceae edan malvaceae  terdapat lebih dari satu lapis sel dibawah epidermis. Epidermis ganda pada akar Anggrek disebut velamen. Pada epidermis daun beringin juga terdapat penebalan ke arah sentripetal yang tersusun atas tingkat selulosa dengan deposisi kalsium karbonat yang membentuk bangunan seperti sarang lebah yang disebut sistolit. Sel yang mengandung sistolit disebut litokis.

B. Jaringan dasar (parenkim)

Jaringan parenkim adalah suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi. Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan. Pada daun parenkim merupakan mesofil daun yang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Parenkim juga dijumpai sebagai penyimpan cadangan makanan pada buah dan biji.

C. Jaringan penyokong (penguat)

Jaringan penyokong adalah jaringan yang menguatkan tumbuhan. berdasarkan bentuk dan sifatnya jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.


jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

1. Jaringan kolenkim

Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel hidup yang bagian sudut dindingnya mengalami penebalan selulosa. Jaringan kolenkim terutama terdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan kolenkim mempunyai protoplasma dan biasanya tidak mempunyai dinding sekunder, tetapi mempunyai sel primer yang lebih tebal dari pada sel-sel parenkim. Fungsi jaringan kolenkim adalah membantu mengokohkan bagian tumbuhan yang masih muda. Sebagai contoh batang muda memiliki kolenkim silinder dibawah permukaan nya. Oleh karena kolenkim tidak memiliki dinding sekunder dan bahan penguat maka kolenkim dapat menyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan. Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yang disokong nya.

2. Jaringan sklerenkim

jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Jaringan sklerenkim hanya dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangannya. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut dan sklereid.

D. jaringan pengangkut (vaskuler)

Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas xilem dan floem.
Jaringan pengangkut


1. Xilem

Fungsi utama dari xilem adalah untuk Sirkulasi air dan mineral dari akar. Film merupakan suatu jaringan pengangkut kompleks yang terdiri atas berbagai macam bentuk sel. Pada umumnya sel-sel penyusun xilem merupakan sel mati dengan dinding yang sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Film terdiri atas unsur pembuluh trakeid serabut xilem dan parenkim xilem.

2. Floem

Fungsi floem adalah Mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas unsur tabung tapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem.

E. Jaringan sekretoris

Jaringan sekretoris adalah kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Penyusun jaringan sekretoris yang penting adalah sebagai berikut;

1. Sel kelenjar

Sel kelenjar berasal dari parenkim dasar yang mengalami diferensiasi dan mendukung berbagai senyawa hasil metabolisme. Sel kelenjar disebut dengan idioblas apabila bentuknya berbeda dengan sel-sel di sekitarnya. Contohnya adalah Sel minyak dalam endosperma biji jarak, biji kacang, kulit kayu manis, atau dalam rhizoma jahe.

2. Saluran kelenjar

Saluran kelenjar terdiri atas Sekelompok sel yang berdinding tipis, dengan protoplas yang kental mengelilingi suatu ruang yang berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Misalnya adalah saluran kelenjar pada daun jeruk Atau pada daun pinus. Senyawa yang dihasilkan ditimbun di dalam ruang penyimpanan misalnya minyak Astri, lendir, getah, dan Damar.

3. Saluran getah

Saluran getah terdiri atas sel-sel yang mengalami fusi membentuk suatu sistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain dalam tubuh. Contohnya pada beringin, ketela rambat, dan karet.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian Jaringan Tumbuhan Lengkap dengan Struktur dan Fungsinya yang kami rangkum dari satu sumber. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung. 
Sumber : Pratiwi D.A, et.al. 2006. Biologi Sma Jilid 2 untuk Kelas XI. Jakarta; Erlangga