Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Sistem Pemerintahan Parlementer (Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan) [LENGKAP]

Pengertian sistem pemerintahan parlementer adalah suatu sistem pemerintahan dimana kekuasaan dalam suatu pemerintahan, di kuasai oleh badan legislatif atau parlementer. Wewenang yang dimiliki oleh parlemen yaitu mengangkat perdana mentri dan juga menjatuhkan pemerintahan melalui pengeluaran mosi tidak percaya. Dalam parlemen terdapat presiden dan perdana mentri yang memiliki wewenang dalam proses pemerintahan.


Sistem Pemerintahan Parlemen (Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan)

dalam sistem pemerintahan parlementer, badan legislatif atau biasa disebut dengan parlemen, asembli nasional, dan kongres merupakan lembaga yang memiliki kewenang tertinggi dalam suatu pemerintahan, sehingga badan legislatif tersebut memiliki wewenang untuk suatu hukum dalam sebuah negara, menaikkan dan menurunkan pajak, menerapkan budget dan pengeluaran lainnya. Selain itu badan legisaltif memiliki wewenang dalam menulis perjanjian international dan juga memutuskan untuk berperang.

Kurang Jelas ? Silahkan Pelajari Juga Hal Lainnya ini !
Sistem Pemerintahan Presidensial (Pengertian, Ciri - Ciri, Kelebihan, Kekurangan)
Memahami KEBIJAKAN FISKAL (Pengertian, Instrumen, Macam - Macam, Contoh)
Memahami KEBIJAKAN MONETER (Pengertian, Instrumen, Macam, dan Contoh)

Ciri - Ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Pemerintahan parmenter berbeda dengan dengan pemerintahan presidensial. Perbedaan tersebut dapat di ketahui dari cici - ciri yang ada dalam sistem pemerintahan itu sendiri. berikut ini adalah beberapa ciri - ciri sistem pemerintahan parlementer :

#1. Kekuasaan dalam pemerintahan terdapat pada badan legislatif / parlemen, bukan para seorang raja, presiden, dan sejenisnya.
#2. Badan legislatif atau parlemen tersebut adalah lembaga yang dipilih dan di tentukan oleh asas demokrasi (dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat).
#3. Perdanan mentri berkedudukan sebagai kepala pemerintahan.
#4. Kabinet berkedudukan sebagai badan eksekutif bertanggung jawab atas Parlemen atau badan legislatif.
#5. Kabinet harus memberikan mandat kepada kepala negara apabila parlemen mengeluarkan mosi ketidak percayaan terhadap suatu menteri atau keseluruhan.
#6. Ketua partai politik yang memenangkan proses pemilu ditunjuk sebagai perdana menteri dan berwenang untuk membentuk kabinet dalam pemerintahan.
#7. Jika dalam pemerintahan terjadi perselisihan antara kabinet dan parlemen, maka kepala negara berhak menganggap bahwa yang paling benar adalah kabinet dan selanjutnya kepala negara berhak untuk membubarkan parlemen.


Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer 

Sistem Pemerintahan Parlemen  ini tentunya memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan sistem pemerintahan parlemen, berikut adalah beberpa kelebihan dari sistem pemerintahan parlementer :

#1. Sering terjadinya penyesuaian pendapat antara badan legislatif dengan badan eksekutif. hal tersebut menyebabkan mudah dan cepatnya proses pembuatan suatu kebijakan publik. 
#2. Adanya garis tanggung jawab bagi masing -  masing kabinet kerja, sehingga pembuatan dan pengaplikasian kebijakan yang bersifat publik tersebut jelas. 
#3. Terdapat pengawasan yang ketat dari palemen terhadapap kabinet - kabinet yang masuk dalam garis tanggung jawab. Hal tersebut menyebabkan kebinet - kebinet yang ada dalam garis tanggung jawab tersebut selalu berhati - hati dalam menjalankan kewajibannya dalam pemerintahan.
#4. Kekuasaan badan legislatif dan badan eksekutif umumnya berada dalam satu partai politik atau koalisi partai.
#5. Pembuatan keputusan kebijakan yang bersifat publik umumnya cepat dan mudah untuk dilakukan.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer

Dibalik dari kelebihan yang ada dalam sistem pemerintahan parlementer, juga terdapat beberpa kekurangan yang diperlukan adanya evaluasi dan perbaikan sistem pemerintahan. Kekuarangan sistem pemerintahan parlementer tersebut ialah sebagai berikut:

#1. Kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen sewaktu - waktu. Hal tersebut dikarenakan posisi atau kedudukan kabinet atau badan eksekutif sangat tergantung oleh parlemen secara umum. 
#2. Kabinet yang berhak untuk mengusai parlemen adalah kebinet yang berasal dari partai pemenang pemilu.
#3. Bagi Lembaga Eksekutif, Parlemen adalah tempat yang digunakan untuk pengkaderan. dan umumnya, anggota parlemen juga dapat merangkap sebagai menteri atau kabinet dalam pemerintahan. 

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Sistem Pemerintahan Parlementer (Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan) yang kami rangkum dari berbagai macam literatur online. apabila ada kekeliruan materi kami mohon maaf. semoga bermanfaat dalam pembuatan tugas Makalah Sistem Pemerintahan Parlementer anda dan terima kasih telah berkunjung di blog kami tipepedia.