Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Kisah Nabi Shaleh dan Kaum Tsamud yang Durhaka

Nabi shaleh adalah keturunan nabi nuh a.s. menurut silsilah beliau adalah putra Ubaid bin Tsamud bin amir bin Iram bin Sam bin Nuh A.S. Nabi shaleh diutus ditengah – tengah kaum tsamud yang hidup dibekas reruntuhan kaum AAD.  Bangsa Tsamud ternyata lebih pandai dibandingkan dengan bangsa AAD. Mereka mampu membangun lagi jaringan irigasi yang lebih sempurna guna mengairi lahan pertanian dan perkebunan. Mereka juga membangun tempat tinggal yang jauh lebih indah dan megah di bukit –bukit. Mereka hidup makmur dan berlomba – lomba dalam kemegahan. 


Kisah Nabi Shaleh dan Kaum Tsamud yang Durhaka


Ajakan Nabi Shaleh Kepada Kaum Tsamud

Seperti kaum AAD. Kaum tsamud juga termasuk dalam kaum yang menyembah berhala hasil dari ciptaan tangan mereka sendiri. Mereka suka suka melakukan perbuatan dosa, kemaksiatan dan kedurhakaan. Dan pada akhirnya allah swt mengutus nabi shaleh ketengah – tengah mereka. Nabi shaleh lalu berkata kepada kaum nya :
Hai kaumku, sembahlah allah. Tidak ada tuhan selain dia. Janganlah kamu menyekutukannya dengan sembahan lainnya. Allah telah menciptakan kamu dari tanah. Dialah yang menjadikanmu bisa membangun dengan menyediakan sarana – sarananya. Maka sudah seharusnya kalian memohon ampun atas perbuatan dosa kalian. Bertaubatlah kepadanya. Sesungguhnya tuhanku sangat dekat (rahmat-nya) dan memperkenankan do’a hambanya.
Namun kaum tsamud tidak menghiraukan ajakan nabi shaleh. Mereka bahkan mendustakan nabi shaleh dan menganggap nabi shaleh sebagai pembual belaka. Namun hal tersebut tidak menjadikan nabi shaleh susah dan pilu. Nabi shaleh terus berusaha dan berusaha menyadarkan umatnya.

Bagi nabi shaleh, dakwa adalah tugasnya. Ia tidak mengharapkan upah dari kaumnya. Ia hanya menyampaikan. Maka tanpa putus asa, dengan sabar, dan telaten ia tetap melancarkan dakwa untuk menyembah allah dan meninggalkan kekufuran. 

Nabi shaleh dituntut oleh kaum tsamud untuk menunjukkan mu’jizat. Jika nabi shaleh giat melaksanakan dakwah. Kaum tsamud juga giat berusaha untuk memalingkan perhatian umat dari nabi shaleh. Mereka mencari berbagai upaya agar nabi shaleh diremehkan seluruh bangsa tsamud. Dan ketika datang suatu hari, kaum tsamud menemui nabi shaleh dan berkata :
Hai shaleh, kalau engkau benar – benar seorang nabi, maka datangkanlah suatu keajaiban. Jika engkau tidak bisa mengeluarkan mu’jizat berarti engkau seorang pembohong.
Menghadapi tuntutan kaum tsamud yang demikian, tak ada jalan lain bagi nabi shaleh kecuali memohon kepada allah agar memberikan mu’jizat kepadanya. Dan kemudian allah pun mengabulkan permohonan nabi shaleh. Pada suatu hari nabi shaleh mengajak kaumnya pergi ke kaki gunung. Kaum tsamud yang kafir pun mengikuti nabi shaleh. Bukan karena mempercayai nabi shaleh melainkan karena berharap nabi shaleh tidak dapat mengeluarkan mu’jizatnya. Dengan demikian mereka dapat mengolok – olok dan menghina nabi shaleh. 

Tetapi betapa terkejutnya kaum tsamud yang kafir itu. Tak lama setelah mereka berkumpul di kaki gunung. Tampaklah seekor onta betina yang bagus rupanya. Onta itu besar dan gemuk. Belum pernah mereka melihat onta sebagus itu. Tetek onta itu pun penuh dengan susu. Dan kemudian nabi shaleh berpesan kepada kaum tsamud umatnya:
Inilah onta mu’jizat dari tuhanku. Onta ini boleh kalian peras susunya setiap hari. Susunya tidak akan habis – habis. Tetapi perhatikan pesanku ini. Onta ini harus di biarkan bebas berkeliaran, tidak seorang pun boleh mengganggunya. Onta ini juga berhak minum air sumur bergantian dengan penduduk. Jika hari ini onta ini minum, maka besok gantian para penduduk yang boleh mengambil air sumur dan si onta tidak minum air sumur itu sedikit pun.
Kaum tsamud pun stuju dengan perjanjian tersebut. Hari itu pula onta mu’jizat itu langsung menuju sumur dan minum airnya. Para penduduk segera mengambil tempat susu dan memeras susu onta itu secara bergantian. 


Kedurhakaan Kaum Tsamud

Sejak munculnya onta yang membawa berkah air susu, masyarakat dari orang – orang yang beriman bertambah kuat dan bertambah tebal imannya. Sedangkan orang – orang kafir semakin iri dan menaruh dendam kepada nabi shaleh. Mereka tetap berusaha mematahkan dakwah yang dilancarkan oleh nabi shaleh. Orang – orang kafir dari kaum tsamud kemudian mengadakan sayembara. Siapa yang berani membunuh onta nabi shaleh, maka mereka akan mendapat hadiah berupa gadis cantik. 

Tersebutlah dua orang pemuda yang berani nekad mengikuti sayembara tersebut. Mereka sudah sepakan akan menikamati hadiah perempuan cantik itu bersama – sama. Sungguh mesum niat ini. Demikianlah, ketika onta itu baru saja selesai minum di salah satu sumur penduduk, salah seorang dari pembunuh kejam itu melepaskan anak panahnya. Tepat mengenai kaki onta. Onta itu pun berlari kesakitan, namun seorang lagi yang sudah siap dengan golok ditangan segera menghabisi onta tersebut. Mereka berhasil membunuh onta dan otomatis mereka memperoleh hadiah perempuan cantik. 

Setelah onta itu mati, orang – orang kafir dari kaum tsamud merasa lega. Mereka dengan beraninya menantang nabi shaleh dan berkata :
Hai shaleh, onta yang kau banggakan itu sekarang sudah kami bunuh. Kenapa tidak ada balasan siksa bagi kami. Kalau kau memang utusan allah tentunnya kau dapat mendatangkan siksa yang kau ancamkan bagi kami.
Lalu nabi saleh menjawab perkataan yang menantangnya itu dengan rendah hati :
Kalian benar – benar telah berbuat dosa. Sekarang kalian boleh bersenang – senang selama tiga hari. Sesudah lewat tiga hari, maka datanglah ancaman yang dijanjikan oleh allah kepadamu.
Waktu tiga hari tersebut sebenarnya kesempatan bagi bangsa tsamud untuk bertobat dan menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat. Tetapi mereka malah mengejek nabi shaleh dan mereka menganggap nabi shaleh hanya membual belaka. Belum sampai tiga hari mereka datang lagi kepada nabi shaleh dan berkata :
Hai shaleh, kenapa kau tidak percepat datangnya siksaanny itu kepada kami.
Berkatalah nabi shaleh kepada para kaum tsamud yang menantangnya kembali :
Wahai kaumku, mengapa kamu minta segera datangnya siksaan itu. Bukannya kebaikan ? kenapa kamu tidak minta ampun kepada allah, mudah – mudahan kamu diberi ampun.
Diam – diam orang kafir itu merasa takut. Bukankan, ucapan nabi shaleh selalu teruji kebenarannya. Bagaimana kalau siksa itu benar – benar datang kepada mereka. Maka untuk mencegah datangnya siksa itu, sehari sebelum waktu yang dijanjikan habis, mereka mengadakan rapat gelap. Mereka bermaksud membunuh nabi shaleh agar siksa itu tak jadi diturunkan. Sungguh keji dan busuk rencana mereka.

Tapi allah melindungi hambanya yang benar dan beriman kepadanya. Nabi shaleh diselamatkan dari rencana pembunuhan yang keji itu. Esok harinya terjadilah peristiwa yang mengerikan itu. Bangsa tsamud disambar petir yang meledak dan menggelegar membelah angkasa. Bumi juga ikut mungkar atas kesombongan bangsa yang ingkar itu. Gempa yang dahsyat telah menghancurkan dan memporak porandakan tempat tinggal mereka yang megah dan besar. Tidak ada seorang pun dari kaum tsamud yang ingkar itu ada yang selamat. Hanya saja nabi shaleh dan para pengikutnya saja terhindar dari malapetaka. 

Musnah sudah suatu peradaban tinggi dari bangsa yang kuat dan perkasa. Rumah, tempat tinggal, harta, dan hewan peliharaan yang mereka benar – benar telah hancur total. Itulah adzab bagi kaum yang durhaka. 

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Kisah Nabi Shaleh dan Kaum Tsamud yang Durhaka yang kami tulis dari buku yang berjudul kisah nyata 25 nabi dan rosul yang ditulis oleh MB. Rahimsyah,AR . Semoga bermanfat bagi anda dan terima kasih telah berkunjung di blog kami tipepedia.com.