Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Kisah Nabi Nuh A.S dan Banjir Besar Di Zamannya (Lengkap)

Nabi nuh adalah nabi keempat sesudah nabi adam. dia keturunan ke sembilan dari nabi adam. Nabi nuh menerima wahyu kenabian dalam masa kekosong antara dua rosul. dalam masa kekosongan itu biasanya manusia secara beransur - ansur melupakan ajaran allah swt. mereka kembali menjadi musyrik, meninggalkan kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan. 

Kisah Nabi Nuh A.S dan Banjir Besar Di Zamannya

Nabi nuh diutus ditengah masyarakat yang sedang menyembah berhala. Berhala itu sebenarnya adalah patung – patung buatan mereka sendiri. Menurut mereka berhala itu memiliki kekuatan ghaib diatas manusia. Mereka menamakanny sesuai dengan selera mereka sendiri. Kadang mereka menamakannya wadd dan suwa kadang yagudts dan kadang ya’uq dan nasr.

Nabi nuh adalah orang yang cerdas dan sabar. Ia mengajak kaumnya untuk berifikir. Ia mengajak kaumnya melihat alam semesta ciptaan allah. Langit dengan bulan, bintang dan mataharinya. Bumi dengan kekayaan yang ada diatas dan dibawahnya, berupa hewan, tumbuhan dan air yang mengalir. Pergantian siang dan malam semua itu menjadi bukti kekuasaan dan keesaan allah. Nabi nuh juga memberikan kabar adanya ganjaran surga dan kenikmatan bagi mereka yang shaleh, dan balasan siksa neraka bagi mereka yang membangkang atas perintah allah, yaitu mereka yang mungkar, bergelimang dosa dan kemaksiatan.

Dakwah nabi nuh dilakukan dengan giat siang dan malam. Baik secara sembunyi maupun terang –terangan. Beliau termasuk orang yang cerdas, fasih berbicara, tajam pemikirannya, pandai berdiskusi, bersifat sabar dan tenang. Nabi nuh diangkat menjadi rosul ketika berusia 450 tahun dan wafat pada usia  meski demikian nabi nuh berdakwah kepada umatnya selama 500 tahun. Meski demikian pengikut nabi nuh yang beriman hanya sedikit yaitu hanya kurang dari 100 orang. Umat nabi nuh banyak yang ingkar. Jika nabi nuh mengajak beribadah kepada allah dan menegakkan tauhid tuhannya selalu menentang dan mengejeknya. Para pengikut nabi nuh kebanyakan hanya fakir miskin atau golongan ekonomi lemah. Para bangsawan, orang kaya dan terpandang dimasyarakat malah memusuhinya.

Pada suatu ketika orang kafir hendak menipu nabi nuh. Mereka bersedia mengikuti nabi nuh asalkan nabi nuh mau mengusir pengkutnya yang terdiri dari masyarakat miskin. Nabi nuh dengan tegas menolak permintaan itu. Kecerdasan dan kefasihan nabi nuh mengalahkan segala hujat orang kafir. Akhirnya orag kafir itu jengkel dan menentang nabi nuh dan kemudian berkata:
hey nuh ! sesungguhnya kamu telah membantah dengan kami dan kamu telah memperpanjang, bantahanmu kepada kami, maka datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang yang benar.
Nabi nuh menjawab dengan tegas :
Hanya allah yang akan mendatangkan adzab itu kepadamu jika ia menghendaki dan sesekali kamu tidak akan dapat melepaskan diri. Tidaklah bermanfaat nasihatku kepadamu jika allah ternyata hendak menyesatkanmu. Dia adalah tuhanmu dan hanya kepadanya lah kamu akan di kembalikan.
Demikian keterlaluannya kaum nabi nuh dalam mengingkari ajaran tuhan. Mereka bahkan mengejek nabi nuh sebagai orang yang bodoh dan gila. Namun nabi nuh sebagai  utusan allah tetap melaksanakan tugasnya. Dan orang – orang kafir mungkin keras menantangnya. Mereka bahkan mengancam nabi nuh.
Sungguh jika kamu tidak mau berhenti berdakwah, maka kami akan merajammu beramai – ramai

NABI NUH BERPUTUS ASA DENGAN KAUMMNYA

Setelah dakwa yang jalani nabi nuh menemui jalan buntu. Pengikutnya pun tidak bertambah, maka nabi nuh mengadukan kaumnya kepada tuhan. Berdoalah nabi nuh :
Ya tuhanku, janganlah engkau biarkan seorang pun diantara orang – orang kafir itu tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba – hambamu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak – anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
Allah mengabulkan doa nabi nuh. Allah memberi petunjuk agar nabi nuh membuat kapal yang sangat besar. Dengan perahu itu, nabih nuh dan para kaumnya yang beriman akan selamat, sedangkan kaumnya yang ingkar akan ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar sehingga tak seorang pun diantara mereka yang selamat. Semuanya akan binasa.
Lihat ! nuh semakin gila saja, masak kemarau panas gini membuat perahu, diatas bukit lagi, sungguh dia sudah miring otaknya
kata orang kafir selagi nabih nuh membuat kapal diatas bukit, kaumnya yang ingkar mengolok – oloknya. Diantaranya terdapat orang yang buang kotoran di dalam kapal yang belum selesai di buat itu. Tentu hal itu dilakukan ketika nabi nuh dan umatnya tidak ada dalam lokasi pembuatan kapal. Namun akibatnya, perut orang yang membuang kotoran menjadi sakit dan tidak seorang pun bisa menyembuhkannya. Mereka merengek –rengek kepada nabi nuh dan nabi nuh menyuruh mereka untuk menyembuhkan kotoran dari kapal dan akhirnya mereka sembuh dari sakitnya. 


BANJIR BESAR MEMUSNAHKAN ORANG - ORANG KAFIR

susuai dengan wahyu allah. Nabi nuh mengajak kaumnya untuk memasuki kapal yang telah selesai dibuat. Nabi nuh juga membawa pasangan binatang kedalam kapal itu. tidak lama sesuah nabi nuh dan para pengikutnya yang beriman memasuki kapal, maka langit yang tadinya cerah berubah menjadi hitam. mendung tampak tebal sekali diiringi dengan angin kencang yang mulai berhembusan.

 Bersamaan dengan hujan turunnya lebat, air dalam bumi memancar pula kepermukaan. hujan turun dengan lebatnya. belum pernah ada hujan turun selebat itu. bagaikan dicurahkan dari atas langit. rumah - rumah mulai terendam air. angin kencang dan bada menambah kepanikan semua orang. dari kejauhan, nabi nuh melihat seorang putranya yaitu Kan'an sedang berlari - lari menuju puncak gunung. nabi nuh memanggil anaknya itu.
 hai anak ku, kemarilah. naiklah kekapalku maka kau akan selamat !
anak dari nabi nuh / kan'an menjawab :
"tidak !, aku akan berlari keatas bukit sana, pasti aku akan selamat"
kemudian nabi nuh memperingatkan anaknya kembali
anak -ku ! pada hari ini tidak seorang pun yang mampu menyelamatkan diri dari adzab allah"
 tapi kan'an dengan sombongnya terus berlari. ia tidak menghiraukan paggilan ayahnya. ia mengira banjir itu hanyalah bencana alam biasa yang akan segera reda, maka ia terus berlari mendaki puncak gunung. memang kan'an tidak mau mengikuti ajaran nabi nuh. ia lebih suka hidup bersama - sama orang kafir, karena itu ia tak mau menumpang kapal nabi nuh. 

Nabi nuh merasa terenyuh, sedih dan berduka. Sebab kan’an itu walaupun putra nabi nuh sendiri. Maka ia berdo’a kepada allah agar kan’an diselamatkan. Namun allah menolak permintaan dari nabi nuh. Sebab walaupun kan’an adalah putra dari nabi nuh sendiri, ia adalah anak yang durhaka kepada nabi nuh dan juga tidak mau beriman kepada allah. 

Berdasarkan suatu riwayat, kapal yang membawa nabi nuh dan para pengikutnya itu berlayar selama 40 hari, sesuddah itu banjir mulai mereda. Kapal nabi nuh terdampar di sebuah pucak gunung yang dahulu disebut dengan Gunung Jody. Ternyata dizaman sekrang yang dimaksud dengan gunung jody itu ada di wilayah turki. Para ilmuan telah menemukan fosil kapal nabi nuh tersebut. Dengan demikianlah dapat kita simpulkan bahwa agama bukanlah dongeng berkala, agama adalah keyakinan yang benar, dan cerita tentang para nabi dan rosul adala benar. 

Nabi nuh dan pengikutya diperintahkan turun dari kapalnya. Demikian pula beranekan pasangan binatang yang ada di dalam kapal. Dengan demikian, binasalah orang - orang kafir yang menentang nabi nuh. Hanya para pengikut nabi nuh yang hidup dan menempati bumi sebagai penghuninya. 

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Kisah Nabi Nuh A.S dan Banjir Besar Di Zamannya yang kami tulis dari buku Kisah Nyata25 Nabi dan Rosul disetai pengetahuan aqidah islam yang ditulis oleh MB, Rahimsyah, AR. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog kami tipepedia.