Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum AAD yang Durhaka

Nabi hud adalah nabi yang diutus ke tengah – tengah kaumnya yang sangat durhaka. Mereka adalah suku AAD yang mayoritas memiliki badan yang kuat dan besar. Kaum Aad dikaruniani tanah yang subur lengkap dengan sarana irigasi yang baik. Air seolah – olah memancar dari segenap penjuru untuk menyirami dan menyuburkan tanah pertanian dan perkebunan mereka. Berkat karunia alla tersebut, mereka hidup makmur. Mereka mampu mengelola bukit – bukit dan gunung – gunung menjadi bangunan – bangunan yang indah dan megah. Ini menjadi bukti bahwa betapa tinggi peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa lalu. 

Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum AAD yang Durhaka

Dalam waktu singkat mereka berkembang sangat pesat dan menjadi suku terbesar diantara suku – suku lainnya. Adalah kecenderungan manusia selau lalai. Bila kemakmuran dan kemewahan sudah tercapai mereka lupa diri dan hanya memperturutkan hawa nafsunya yang tak kenal puas. 

Bukan allah yang mereka sembah melainkan berhala yang bernama “shamud”, “shada”, dan “Al Haba”. Bangsa aad terkenal paling durhaka pada zaman itu. Kejahatan dan kemaksiatan yang mereka lakukan benar – benar sangat keterlaluan.

AJAKAN NABI HUD KEPADA KAUMNYA

Nabi hid adalah seorang nabi yang berlapang dada, berbudi tinggi, pengasih, penyantun, sabar namun cerdas dan tegas. Beliau adalah keturuan sam bin nuh (cucu nabi nuh). Beliau diutus ditengah kaumnya untuk menegakkan kembali ajaran yang benar. Mengembalikan umat yang tersesat dan bergelimang dosa menuju jalan yang terang benderang di bawah ampunan allah swt.
Wahai kaumku, kalian telah menempu jalan yang keliru dan sesat. Batu – batu berhala yang kalian sembah tidak bisa berbuat apa –apa. Tidak mampu memberikan kebaikan dan kemelaratan. Hanya allah yang pantas kita sembah. Dialah yang memberikan rizky yang berlimpah ruah sehingga kalian dapat hidup makmur di muka bumi ini. Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Ingatlah, allah akan menghidupkan kita kembali diakhirat guna mempertanggung jawabkan perbuatan kita dimuka bumi. Siapa yang beramal baik akan mendapat paha surga yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya siapa yang berbuat jahat dan kemaksiatan akan menerima siksa dan penghinaan. 
Ajakan nabi hud ini malah di lecehkan oleh kaumnya. Mereka berkata kepada nabi hud :
Mana bisa orang yang mati akan bisa di hidupkan kembali ?. itu hanya omong kosong dan bualanmu saja. Orang hidup hanya sekali. Susah senang y hanya di muka bumi ini. Kalau sudah mati ya sudah, tidak ada urusan lagi.
Mereka bahkan berani menerca nabi hud. Dan perbuatannya makin keterlaluan. Kemaksiatan makin merajalela. Mereka tidak mau menerima nabi hud sebagai utusan allah bahkan mereka malah mengejeknya, sebagai orang yang bodoh, dan orang yang tidak berakal. 

Allah menurunkan adzab atas kedurhakaan kaum AAD tersebut kepada nabi hud. Bangsa aad kemudian ditimpa musim kemarau panjang selama tiga tahun. Tak ada setetes hujan sama sekali dalam kurun itu. Rusaklah lahan pertanian dan perkebunan yang mereka banggakan selama ini. Bahaya kelaparan mengancam dimana – mana. Dalam keadaan yang demikian nabi hud masih berkenan memberikan peringatan kepada kaumnya :
Hai kaumku, mohon ampunlah engkau kepada allah, dan bertaubatlah engkau kepadanya. Niscaya dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia menambahkan keukatan kepada kekuatanmu dan jangan lah kamu berpaling dengan berbuat dosa.
Namun peringatan yang diberikan oleh nabi hud tersebut ditentang keras oleh mereka (kaum aad). Mereka menjawab peringatan nabi hud :
Hai Hud ! kamu tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata dan kami sekali – kali tidak akan meninggalkan sembahan – semabahan kami karena perkataanmu. Kami sama sekali tidak akan pernah mempercayaimu !
Memang hanya sedikit dari kaum aad yang mau beriman dan menjadi pengikut nabi hud. Selebihnya mereka tetap dalam kekufuran dan kedurhakaan. Allah menyelamatkan nabi hud dan pengikutnya. Sebaliknya kaum aad yang durhaka ditimpa adzab berupa angin yang sangat dingin lagi kencang selama tujuh malam delapan hari. 

Akibatnya sungguh mengerikan. Angin kencang itu mampu merobohakan bangunan – bangunan gurung yang menjulang tinggi dan membinasakan hewan ternak serta kaum aad yang ingkar. Semua berantakan, tak seorang pun dari kaum aad yang durhaka itu tertinggal. Semua rata dengan tanah. Itulah adzab bagi mereka yang mendustakan utusan allah. 

Demikianlah ulasan artikel kami terkait dengan Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum AAD yang Durhaka yang kami lansir dari buku yang berjudul kisah nyata 25 nabi dan rosul yang ditulis oleh MB. Rahimsyah,AR . Semoga bermanfat bagi anda dan terima kasih telah berkunjung.