Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Teori Kepemimpinan (Leadership Theory) Menurut Para Ilmuan

Pengertian kepemimpinan adalah proses dimana pemimpin memberikan stimulus terhadap anggota dalam upaya pencapaian suatu tujuan kelompok atau organisasi. Kepemimpinan menyentuh berbagai segi kehidupan manusia, seperti cara hidup, kesempatan berkarya, bertetangga, bermasyarakat, dan bahkan bernegara.

Teori Kepemimpinan (Leadership Theory) Menurut Para Ilmuan

Silahkan baca :
Teori Organisasi Lengkap dengan Sejarah Perkembangannya
Pengertian Visi dan Misi Suatu Perusahaan dan Organisasi
Teori Manajemen Strategi Lengkap dengan Pengertian dan Tahapnya

Menurut pendapat para ahli yang telah menekuni masalah-masalah kepemimpinan telah melakukan banyak penelitian tentang berbagai segi kepemimpinan (Leadership). Berbagai hasil penelitian tersebut telah meyakinkan masyarakat modern memiliki berbagai macam acuan ilmiah yang secara teorotikal memberikan gambaran tentang betapa pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam kehidupan organisasional, baik dibidang kenegaraan, keniagaan, politik, bahkan juga dibidang keagamaan dan bidang organisasi sosial lainnya yang bersifat nirlaba. 

Pemahaman tentang essensialisasi kepemimpinan semakin diperkaya lagi oleh pengalaman banyak orang yang dalam perjalanan hidupnya diberi atau memperoleh kesempatan untuk menduduki jabatan-jabatan pemimpin, baik pada tingkat rendah, menengah, maupun pada tingkat puncak. Artinya, penggabungan antara teoritikal dan empiris telah memberikan keyakinan yang semakin mendalam di kalangan para anggota yang beraneka ragam dalam organisasi.

usaha untuk mendalami berbagai segi ilmu kepemimpinan yang efektif itu penting dilakukan dan bahkan ditingkatkan terus menerus oleh para ilmuan yang menekuni dan menggandrunginya dengan tanpa henti-hentinya mengumpulkan data empiris dalam usaha-usaha akumulasi teori-teori tentang kemimpinan.

Teori Situasional


Salah satu model kepemimpinan yang paling banyka digunakan dewasa ini adalah yang berdasarkan teori situasional yang dikembangkan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard. Bahkan teori tersebut banyak dikembangkan dan digunakan dalam program pengembangan eksekutif oleh berbagai jenis perusahaan di amerika serikat, mulai dari perusahaan yang menghasilkan alat-alat berat, perminyakan, perbankan, bahkan juga organisasi kemiliteran.

Berbeda dengan Teori Fielder yang kurang memperhitungkan karaktersitik para bawahan, teori ini justru memusatkan perhatian penelitian dan analisisnya pada pihak bawahan. Pada intinya teori ini menekankan bahwa efektifitas kepemimpinan seorang tergantung pada dua hal, yaitu pemilihan gaya pemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa (kedewasaan) para bawahan yang dipimpin. Dua dimensi yang digunakan dalam teori ini ialah prilaku seoran pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan antara atasan dengan bawahan. Tergantung pada orientasi tugas kepemimpinan dan sifat hubungan antara antasan dan bawahan yang digunakan, gaya kepemimpinan yang timbul dapat mengambil empat bentuk, yaitu:

a. Memberitahukan,
b."Menjual",
c. Mengajak bawahan berperan serta, dan,
d. Melakuakn pendelegasian.

Memberitahukan, Jika seorang pemimpin berprilaku memberitahukan, hal itu berarti bahwa orientasi tugasnya dapat dikatakan tinggi dan digabung dengan hubungan atasan-bawahan yang tidak dapat digolongkan sebagai akrab, meskipun tidak pula digolongkan sebagai hubungan yang tidak bersahabat. 

"Menjual", Jika seorang pemimpin berprilakua "menjual" barati ia bertitik tolak dari orientasi perumusan tugasnya secara tegas dihubungkan dengan hubungan atasan-bawahan yang bersifat intensif. Dengan prilaku yang demikian, bukan hanya peranan bawahan yang jelas, akan tetapi pimpinan juga memberikan petunjuk-petunjuk pelaksanaan diberengi oleh dukungan yang diperlukan bawahannya.

Mengajak bawahannya berperan serta. Prilaku seorang pimpinan dalam hal yang demikian ialah orientasi tugas yang rendah digabung dengan hubungan atasan bawahan yang intensif. perwujudan paling nyata dari perilaku demikian ialah pimpinan mengajak para bawahannya untuk berperan serta secara aktif dalam pengambilan keputusan. 

Melakukan Pendelegasian. Seorang pemimpin dalam menghadapi situasi tertentu dapat pula menggunakan prilaku berdasarkan orientasi tugas yang rendah digabung dengan intensitas hubungan antara atasan dan bawahan yang rendah pula. `Dalam praktek, dengan prilaku demikian pejabat pimpinan membatasi diri pada pemberian pengarahan kepada para bawahannya dan menyerahkan pelaksanaan kepada para bawahan tersebut tanpa banyak campur tangan lagi. 

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Teori Kepemimpinan (Leadership Theory) Menurut Para Ilmuan yang kami lansir dari buku yang berjudul "Teori & Praktek Kepemimpinan" yang di tulis oleh Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A pada tahun 2003. Terima kasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat bagi karya ilmiah anda.