Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

3 Jenis Inflasi dan 3 Penyebab Terjadinya Inflasi [LENGKAP]

Pengertian Inflasi adalah salah satu masalah dalam perekonomian pada tingkat nasional. Banyak dampak yang negatif yang di akibatkan oleh adanya inflasi. Tidak hanya dirasakan oleh kalangan para pelaku ekonomi negera, namun juga dirasakan oleh perusahaan bahkan tingkat rumah tangga pun juga merasakan dampak dari adanya inflasi tersebut.

Jenis - Jenis Inflasi dan Penyebab Inflasi
Perlu diketahui, bahwa inflasi adalah status ekonomi yang menunjukkan posisi dari harga suatu barang yang sedang mengalami kenaikan secara terus menerus dalam kurun waktu yang panjang. Dalam inflasi, Kenaikan harga satu barang akan mempengaruhi tingkat posisi harga barang yang lainnya (bisa naik bisa turun). Untuk lebih jelas memahmi terkait dengan apa itu inflasi dan apa dampak yang ditimbulkan, silahkan pelajari Pengertian Inflasi dan Dampak dari Adanya Inflasi.

Dalam mempelajari inflasi, hendaknya kita harus tau secara lengkap dan menyeluruh mempelajari tentang inflasi, baik mempelajari apa itu inflasi?, jenis inflasi?, Apa Penyebab terjadinya inflasi?, apa dampak dari adanya inflasi?, bagaimana cara mengatasi inflasi?, dan masih banyak lagi hal-hal yang perlu dipelajari dalam memahmi inflasi. Pada kesempatan kali ini, kita hanya akan membahas Jenis - Jenis Inflasi dan Penyebab Inflasi. Berikut adalah ulasannya. 


Penyebab Terjadinya Inflasi

Inflasi tidak semata-mata terjadi dengan sendiri tanpa adanya penyebab yang menimbulkannya. Sebuah negara yang sedang mengalami inflasi dalam perekonomiaannya pastilah disebabkan oleh suatu hal. Hal tersebut tentunya adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam perekonomian. Berikut adalah penyebab terjadinya inflasi dalam perkonomian :

#1. Kenaikan Harga Barang Luar Negri (Imported Inflation)
Dalam pasar dunia, tentunya harga barang yang diperjual belikan sangat fluktuatif, dan hal tersebut dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya barang yang tersedia pada pasar dunia. Kenaikan harga barang di luar negeri akan berpengaruh kepada harga barang yang ada ditingkat nasional. Maka dari itu, kegiatan ekspor dan impor sangat dipengaruhi oleh adanya inflasi. 

#2. Naiknya Permintaan Barang (Deman Pull Inflastion)
Kenikan permintaan total barang yang berlebihan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga barang atau jasa. Salah satu faktor yang menunjang adanya peningkatan permintaan total barang adalah beredarnya persediaan uang secara berlebihan. Fenoma seperti itu membuktikan bahwa uang yang beredar melebih uang yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam membelanjkan barang dan jasa. Terjadinya hal tersebut akan mengakibatkan daya beli masayarakat akan suatu barang akan meningkat harga barang tersebut, yang kemudian akan berdampak pada terjadinya inflasi.
#3. Meningkatnya Biaya Produksi Barang (Cost Pull Inflastion)
Kenaikan biayas produksi barang yang mengakibatkan terjadinya inflasi adalah pada tingkat produsen atau perusahaan yang memproduksi barang atau jasa. Barang dan jasa yang diproduksi dengan biaya produksi yang tinggi akan berpengaruh terhadap harga barang atau jasa yang dijual. Barang dan jasa yang dijual tersebut tentunya akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya produksi yang sebelumnya meningkat.  Hal tersebut dikarenakan adanya keinginan produsen untuk menutupi dana produksi.

Pelajari Juga: Teori Produksi Menurut Pendapat Para Ahli


Jenis - Jenis Inflasi

Perlu diketahui juga, bahwa inflasi terjadi dalam sebuah negara atau wilayah itu berbeda-beda. Namu, perbedaan dalam inflasi yang berbeda, dapat dikelompokkan menajdi tiga, yaitu inflasi yang terjadi berdasarkan sumber atau asalnya, inflasi berdasarkan sifatnya, dan inflasi berdasarkan sebab terjadinya inflasi tersbut. Nah, berikut adalah ulasan singkat dan jelasnya. 

#1. Inflasi Berdasarkan Sumber atau Asalnya
Berdasarkan sumber atau asalnya, inflasi ini lebih di spesifikkan dan di bagi menjadi dua, yaitu inflasi dari dalam negeri (domestic Inflation) dan inflasi dari pengaruh luar negeri (Imported Inflation) .

Domestic Inflation adalah inflasi yang berasal atau bersumber dari dalam negari. Inflasi jenis yang bersumber dari dalam negeri ini disebabkan oleh adanya kegiatan ekonomi dalam negeri itu sendiri yang mengakibatkan inflasi. Contoh kegiatan yang menyebabkan terjadinya domestic inflation adalah misalahnya pemerintah menginstruksikan  bank sentral untuk mengedarkan persediaan uang yang tersedia dengan jumlah yang melebihi kebutuhan masayrakat dikarenakan terjadinya defisit anggaran belanja dalam waktu yang panjang. Contoh yang lain adalah misalnya terjadinya gagal panen secara menyeluruh di indonesia yang mengakibatkan kebutuhan pangan dalam negeri tidak dapat tercukupi.

Imported Inflation adalah inflasi yang terjadi karena adanya pengaruh dari negara lain yang mengalami inflasi yang cukup tinggi (inflasi yang menular dari negara yang menjadi mitra). Pada umumnya imported inflastion dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang. Hal tersebut dikarenakan negara berkembang, sebagai besar bahan baku dan peralator produksi mayoritas di datangkan dari luar negeri (dari negara-negara maju). Contoh dari imported inflation adalah misalnya negara cina mengalami infasi yang cukup tinggi dan indonesi memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti elektronik, obat, dan lain sebagainya di impor dari cina. secara langsung indonesia juga akan mengalami inflasi. 

#2. Inflasi berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, inflasi dapat di bagi menjadi tiga bagian yaitu Hyper Inflation, Gralloping inflation, dan moderate low inflation atau creeping inflation. Berikut adalah ulasan singkatnya. 

Hyper inflation, adalah inflasi yang terjadinya ditandai dengan adanya kenaikan harga barang secara umum yang berjalan secara cepat (inflasi dengan waktu berkali-kali lipat). Dampak yang ditimbulkan oleh hyper inflation ini adalah penuruan nilai mata uang sehingga kurang berharga. 

Galloping Inflation, adalah inflasi yang terjadinya ditandai dengan adanya kenaikan harga barang secara umum yang berjalan secara cepat dengan kurun waktu tempuh yang pendek. Selain itu juga inflasi ini diiringi dengan adanya penurunan daya beli masyarakat akan suatu barang. 

Moderate low inflation atau creeping inflation, adalah inflasi yang terjadinya di tandai dengan adanya kenaikan harba barang secara umum yang berjalan secara lambat, namun masyarakat memiliki daya beli yang relitif tinggi. Berbeda dengan hyper inflation, pada inflasi jenis ini nilai mata yang digunakan masih sangat berharga. 


#3. Inflasi Berdasarkan Sebabnya
Berdasarkan penyebab terjadinya inflasi, inflasi di bagi menjadi dua kelompok yaitu inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) dan inflasi dorongan biaya (cost pull inflation). berikut adalah ulasan singkat dan jelasnya.  

Deman Pull Inflation, adalah inflasi yang terjadi dalam kondisi perkonomian yang diakibatkan oleh adanya jumlah demand (permintaan) barang tidak setara dengan jumlah barang yang di tawarkan. Jumlah barang yang di minta terlalu tinggi namun tidak disertai dengan penawaran yang tinggi pula, maka akan terjadi kenaikan harga barang. Sederhanya, inflasi ini disebabkan oleh permintaan agregat masyarakat yang tinggi terhadap komoditas penting pasar barang, sehingga harga akan naik.

Cost Push Inflation, adalah inflasi yang terjadi dalam kondisi perekonomian yang di akibatkan oleh adanya kenaikan biaya yang digunakan dalam produksi (input produksi) atau biaya yang digunakan untuk membeli faktor-faktor produksi. Kenaikan biaya satuan input produksi tersebut akan mengakibatkan harga dari satuan barang hasil produksi akan naik.

Demikian ulasan artikel kami terkait tentang Jenis - Jenis Inflasi dan Penyebab Inflasi yang kami rangkum dari berbagai macam literatur baik online maupun offline. Semoga bermanfaat bagi penyelesaian tugas Makalah INFLASI  maupun pengembangan pengetahuan anda. Terima kasih telah berkunjung.