Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengertian UNSUR INTRINSIK Karya Sastra (Novel, Cerpen, Hikayat, dan Lainnya) LENGKAP

Pengertian Unsur intrinsik adalah Komponen atau bagian yang keberadaannya berfungsi untuk membentuk atau membangun sebuah karya sastra (Novel, Cerpen, Hikayat, Film, Drama, Puisi, dan lain sebagainya) yang berasal dari dalam karya sastra tersebut. Unsur intrinsik digunakan untuk menganalisis suata karya sasrta, sehingga dapat memudahkan pengamat untuk mengetahui dan memahami kandungan yang ada dalam sebuah karya sastra tersebut.

Pengertian Unsur Intrinsik Karya Sastra (Novel, Cerpen, Hikayat, dan Lainnya)


Pelajari Juga : Ekstrinsik Karya Sastra

Unsur-unsur interinsik memiliki beberapa fungsi yaitu untuk menunjukkan karekter cerita yang kuat dan akurat, Menunjukkan suatu kejelasanan bahasan melalui 2 sudut pandang yang berbeda yaitu imajinasi penulis dan penulis itu sendiri, Membentuk sebuah kerangka cerita yang jelas dan mudah di pahami, dan untuk menghidupkan suatu cerita pada saat cerita semakin lama semakin menurun atau biasa disebut dengan antiklimaks. Dengan adanya beberapa fungsi diatas, akan semakin memberikan kemudahan kepada pada pengamat untuk memahami dan mengetahui kandungan dari sebuah karya sastra. Berikut adalah unsur-unsur intrinsik yang ada di dalam karya sastra baik dalam bentuk novel, hikayat, film dan lain sebagainya:


Tema

Tema adalah suatu ide pikiran atau gagasan utama terkait dengan hal-hal yang akan di tulis dalam sebuah karya sastra. Setiap pembuatan karya sastra ataupun karya ilmiah  pasti memiliki suatu tema yang jelas, karena setiap awal dalam kegiatan penulisan, dituntut untuk menentukan suatu tema terkait dengan apa yang ingin di tulis. Tema yang akan dipilih dari beberapa aspek kehidupan seperti contoh tema kasih sayang, tema kesehatan masyarakat, tema teknologi pertanian, tema pendidikan lapangan, dan tema-tema yang lainnya. 

Unsur Alur / Plot


Alur / Plot adalah salah satu unsur intrinsi dari karya sastra yang merupakan pola pengembangan cerita. alur/ plot terbentuk dari adanya hubungan sebab akibat dalam cerita tersebut. alur atau plot terdiri dari beberapa bagian diantaranya :

#1. Alur saling mengenal
 pada alur pertama ini, penulis memulainya dengan memberikan penjelasan dan gambaran terkait dengan situasi, dan mulai memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam suatu cerita yang berkedudukan sebagai suatu pendahuluan.

#2. Alur munculnya Konflik
setelah pemaparan situasi dan perkenalan para tokoh cerita, kemudia dilanjutkan dengan penjelasan awal mula terjadinya suatu konflik dalam sebuah cerita. Konflik merupkan pertentangan atau gejolak yang ditimbulkan dalam cerita. konflik ada dua yaitu konflik internal dan konflik eksternal. konflik internal seperti konflik antara individu dengan diri sendiri yang tidak melibatkan orang lain. sedangkan konflik eksternal seperti konflik antara individu dengan individu lain, alam, lingkungan, dan lain sebagainya yang melibatkan pihat atau unsur lain. 

#3. Konflik Meninggi (Klimaks atau Antiklimaks)
setelah peulis menjelaskan alur munculnya sebuah permasalahan dalam cerita, selanjutnya penulis memberikan gambaran terkait dengan tujuan atau arah suatu konflik, yaitu konflik klimaks atau antiklimaks. Konflik klimaks adalah konflik yang semakin lama semakin meningkat. sedangkan konflik antiklimaks adalah konflik yang semakin lama akan semakin menurun.

#4. Penyelesaian konflik atau masalah
Setelah penjelasan terkait dengan arah suatu konflik yang semakin meninggi, selenjutnya adalah tahap pemecahan masalah dengan pencarian solusi dalam masalah dan pemberian gambaran terkait dengan solusi atau konflik yang ada dalam cerita tersebut.


Penokohan


Penokohan merupakan salah satu unsur intrinsik dalam karya sastra. penokohan adalah suatu cara untuk menggambarkan dan mengembangkan karakter para tokoh yang ada dalam karya sastra. Dalam penggaran dan pengembangan karakter para tokoh, penulis dapat secara langsung menyebut nama tokoh yang ada di dalam karya sastra tersebut. Seperti contoh "Malik muqtadir merupakan tipical orang yang penyayang terhadap sesama umat beragama". Penggambaran dan pengembangan karakter tokoh dapat menggunakan beberapa aspek dari sang tokoh seperti menggambarkan kondisi fisik, cara dan pola pikir, lingkungan hidup si tokoh, dan lain sebagainya.


Paradigma atau Sudut Pandang Pengarang / Narator


Paradigma penulis merupakan salah satu unsur yang ada dalam unsur intrinsik karya sastra. paradigma sangatlah berpengaruh terhadap karya yang dihasilkan oleh sang pengarang. paradigma yang dimiliki oleh individu seorang pengarang dengan pengarang yang lainnya berbeda. terdapat beberapa jenis narator, antara lain :

#1.Pengarang / Narator Objektif
Narator jenis ini adalah narator yang tidak memberikan pendapat atau penilaian lain selain dari apa yang dia pandang. Pengarang jenis ini, cenderung menceritakan hal-hal yang terjadi sesuai dengan apa yang dia lihat dan apa adanya. 

#2. Pengarang / Narator Aktif
Narator aktif adalah narator yang juga memiliki peran (Aktor) aktif di dalam sebuah cerita yang dia hasilkan. pada umumnya narator tersebut berkedudukan sebagai tokoh utama atau tokoh sentral.

#3. Pengarang / Narator yang Berwawasa Luas
Narator yang berwawasan luas adalah narator yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas yang dalam kegiatan membuat suatu karya sasrtanya, dia selalu mengungkapkan segala hal yang dia inginkan. narator jenis ini dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, kesadaran, atau pikiran dan drap langkah tokoh lainnya. 

#4. Pengarang / Narator Peninjau
Narator peninjau adalah narator yang dalam kegiatan penulisannya dapat memilih salah satu tokoh yang narator tersebut ketahui untuk di buat suatu cerita yang menarik. tokoh disini tidak terikat oleh manusia saja, namun juga bisa menggunakan hewan, kota, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, narator jenis ini adalah narator yang memberikan penurutan tokoh lain.


Latar atau Setting


Latar adalah keterangan tempat, waktu, dan suasana yang melatar belakangi peristiwa atau kejadian dalam sebuah cerita. Dengan adanya latar dalam suatu karya sastra, akan membantu imajinasi seseorang untuk memahami situasi dan kondisi yang ada di dalam cerita tersebut. situasi dan kondisi yang disajikan dalam sebuah cerita di hasilkan dari daya imajaniasi pengarang yang di tuliskan dalam sebuah karya sastra. dalam penyajian latar yang berupa waktu, tempat, dam suasana dapat menggunakan kata atau kalimat keterangan, seperti "Di malam yang sesunyi ini", "Pada zaman dahulu kala", "Di kala senja menanti", dan kata atau kalimat lain yang menunjukkan latar atau setting.


Amanat


Amanat adalah pesan atau ajaran moral yang disampaikan oleh narator kepada seseorang melalui karya sastra yang dia karang. dalam menysipkan amanat di dalam sebuah karya sastra pada umumnya terletak pada tingkah laku sang tokoh yang dicerikan dalam carita tersebut. amanat yang tersirat dalam tingkah laku akan memberika gambaran langsung kepada pembaca dengan penyusunan sebuah karya sastra yang baik. Karya sastra yang baik akan dapat mudah untuk dipahami kaidah isi dan amanat yang tersimpan di dalamnya.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian Unsur Intrinsik Karya Sastra (Novel, Cerpen, Hikayat, Film, dan Lainnya) yang kami rangkum dari buku Cerdas Berbahasa Indonesia yang di tulis oleh Engkos Kosasih pada tahun 2013. Semoga bermanfaat dalam pembuatan tugas makalah unsur intrinsik anda dan berkontribusi terhadap pengetahuan anda.