Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV)

Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV) - Pengambilan keputusan hakikatnya adalah pemilihan dan penentuan suatu alternatif tindakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Pengambilan keputusan dengan menggunakan metode kuantitatif, hal yang terpenting adalah informasi yang merupakan salah satu komponen input yang paling penting. Selain informasi dalam proses pengambilan keputusan hal terpenting adalah prosesnya sendiri. Proses pengambilan keputusan dipandang sebagai “black box” karena banyak pengambilan keputusan yang prosesnya tidak diketahui. Komponen ketiga dalam sistem pengambilan keputusan masalah adalah outputnya. Output disini adalah keputusannya sendiri. Keputusan itu tidak lain adalah hasil proses atau analisis suatu masalah.


Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko merupakan pengambilan keputusan mempunyai lebih dari satu alternatif tindakan. Masalah pengambilan keputusan dalamkondisi resiko ini dipecahkan dengan memilih keputusan yang akan memaksimalkan expected return atau Expected Monetary Value (EMV), yang merupakan kriteria optimalis untuk setiap keputusan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

Rumus Expected Monetary Value (EMV)


Keterangan :
EMVi     = Expected Monetary Value atau keputusan atau tindakan i
Rij          = Return atas keputusan atau tindakan i untuk tiap keadaan
Pj          = Probabilitas bahwa kondisi j akan terjadi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah SDM (Sumber Daya Manusia), pengalaman, kebiasaan dan informasi. Sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan peternak haruslah besar terhadap mitra yang akan bekerja sama dalam proses produksi hasil burung puyuh. Karena dalam pengambilan keputusan harus benar-benar teliti dan tau bagaimana karakter dari mitra yang akan bekerja sama, agar tidak terjadi perugian sepihak dalam usaha budidaya yang dilakukan. Pengalaman yang dimiliki juga mempengaruhi pengambilan keputusan, karena dengan adanya pengalaman yang telah dimiliki peternak dapat lebih tenang dalam berusaha hasil burung puyuh dengan mitra yang membantunya. Sedangkan kebiasaan, dalam pengambilan keputusan juga harus memiliki kebiasaan yang telah dilakukan, baik dengan mitra tersebut maupun dengan mitra yang lainnya. Karena kebiasaan yang nantinya sudah dimiliki akan dapat membantu untuk menentukan atau mengambil keutusan dalam bermitra. Banyaknya informasi yang dimiliki juga sangat membantu dalam pengambilan keputusan bermitra atau tidaknya dengan suatu perusahaan.

Demikian ulasan artikel terkait dengan Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV) yang kami rangkum dari buku Metode pengambilan keputusan kuantitatif yang ditulis oleh Muhammad Muslich dan diterbitkan oleh PT Bumi Aksara jakarta. Semoga bermanfaat dan Terima kasihl.