Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Rancangan Sampel Non-Probabilitas (Non-Probability Sampling Design)

Rancangan Sampel Non-Probabilitas (Non-Probability Sampling Design)

Pada rancangan sampel nonprobabilitas, penarikan sampel tidak penuh dilakukan dengan menggunakan hukum probabilitas, artinya bahwa tidak semua unit populasi memiliki kesempatan untuk menjad sampel penelitian. Hal ini karena sifat populasi itu sendiri yang heterogen sehingga terdapat diskrimasi tertentu dalam unit-unit populasi. oleh karena itu harus ada perlakukan lainnya.

Untuk menggunakan rancangan ini, peneliti membutuhkan kejelian ekstra dalam mengamati sifat-sifat tertentu sehingga nantinya dapat secara akurat menentukan teknik mana yang harus di pakai dalam menentukan sampel penelitian. tampa kejelian dalam mengamati sifat-sifat populasi, jangan berharap teknik yang dipakai akan sesuai dengan keadaan sebenarnya dari populasi.

Ada beberapa sifat populasi, yang kalau tidak terjadi tumpang tindih satu dengan yang lainnya, maka terlihat sifat-sifat sebagai berikut:


Populasi Berstrata

Sifat dari populasi seperti ini adalah terdiri dari unit-unit yang sifatnya berstrata (Berlapis). Unit populasi adalah golongan-golongan, kelompok-kelompok dan sebagainya yang memiliki sifat bertingkat atau berlapis yang jelas. Misalnya, suatu penelitian yang berpopulasi pedagang dikota surabaya. Pedagang-pedagang tersebut dapat dibagi menjadi: pedagang kecil, pedagang menengah, dan pedagang besar. kalau popolasi penelitian mahasiswa, maka dapat di bagikan menjadi mahasiswa semester I, II, III, IV sampai dengan semester VIII. Pendek kata bahwa sifat strata dari suatu populasi, selalu mengelompokkan unit-unit populasi dalam tingkatan atau lapisan yang paling tidak ada dua lapisan, yaitu lapisan bawah dan lapisan atas. 

Populasi berstrata, biasanya berbentuk paramida, paramida terbalik atau paramida bersegi empat. Pada bentuk piramida, menutu biasanya lapisan-lapisan mayoritas selalu menduduki lapisan yang paling bawah piramida, sebaliknya, lapisan-lapisan paling atas biasanya dipenuhi oleh lapisan minoritas. 


Populasi Area

Sifat Populasi area adalah sangat mudah ditentukan, asalkan penelitian mengetahui batas-batas area tersebut. kalau penelitian menggunakan pembatasan suatu are dilihat dari pembatasan sistem pemerintahan, maka unit populasi adalah dukuh, desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya. Kalau kita mengadakan penelitian terhdapa kegiatan koperasi di jawa timur, mungkin pembagian area koperasid apat berdasarkan daerah kerja masing-masing koperasi tesebut, dan sebagainya.


Populasi Cluster

populasi ini menunjukkan unit-unit yang berumpun atau berkelompok, tanpa ada pada tingkatan masing-masing kelompok atau rumpun yang ada. kalau populasinya adalah umat beragama, maka ada umat: Kristern, Protestan, Hindu, Budha, dan Islam. Kalau etnis berdasarkan etnis, maka ada penduduk: jawa, ambon batak, madura, kalimantan irian, sulawesi, tionghoa, dan sebagainya. 


Populasi dengan Beraneka Sifat

Mungkin peneliti sedikit mengurus pikirannya, kalau dia menghadapi penelitian dengan populasi yang beraneka sfat. Kesulitan awal yang dihadapi adalah pada saat mengadakan pemantauan terhadap keanekaragaman populasi. Sekilas, Populasi kelihatannya berstrata, karena memang unit-unit populasi berstrata. akan tetapi kalau diamati lebih jauh lagi sebenarnya tidak berstrata saja, tetepi juga merupakan rumpun-rumpun tertentu, bahkan dapat dilihat lebih jelas bahwa unit-unit populasi memiliki wilayah-wilayah tertentu.

Dalam rancangan nonprobabilitas, pemantauan sifat-sifat populasi yang akurat saja tidak atau belum menjamin dihasilkannya sampel yang representatif. kemudian sifat populasi dipadukan dengan tujuan atau permasalahan itu sendiri, dari hal tersebut diambil sampel yang representatif. Pengambilan sampel melalui rancangan probabilitas, seperti dari beberapa macam bentuk, seperti :

#1. Stratified Sampling
Rancangan ini digunakan apabila populasi menunjukan sifat berstrata. ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan pada waktu menggunakan teknik sampling, yaitu:

  • Stiap unit strata harus memiliki kriteria yang jelas, yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan anggota unit strata.
  • Setiap unit strata harus dapat diketahui secara pasti jumlah angotanya. 
#2. Area Sampling
Teknik ini digunakan apabila populasi penelitian adalah populasi area. populasi yang berada pada daerah besar kemudian dibagi menjadi daerah-daerah kecilyang jelas batasannya. untuk keperluan penelitian ini peneliti memerlukan peta atau potret udara dari daerah yang diteliti yang digunakan untuk menentukan segmen-segmen wilayah yang dalam teknik ini menjadi unit-unit populasi.

#3. Cluster Sampling
Kalau kita mengadakan penelitian, pada penelitian tersebut mengisyaratkan populasi dalam bentuk unit-unit khusus seperti agama, golongan, suku, bangsa, atau dapat dikatakana populasi kita adalah populasi cluster, maka pengguaan teknik cluster sampling adalah jawaban dari pernyataan bagaimana kita menarik sampel dari populasi sampel seperti ini. 

#4. Sampling Gugus Bertahap
kalau kita mengadakan penelitian dengan populasi dari sebuah propinsi, sedangkan yang harus menjadi sampel adalah sepuluh  desa saja. ini berarti kita harus menyeleksi sekian banyak desa yang ada dalam popinsi tersebut untuk dijadikan sampel. Oleh karena itu, Teknik sampling gugus bertahap dapat digunakan untuk kerperluan tersebut.


#5. Proposional Sampling
Teknik sampling ini agak lebih leluasa dalam penggunaannya, maksudnya teknik ini dapat digunakan pada populasi berstrata, populasi area atau populasi cluster. Hal yang penting dalam penggunaan teknik ini adalah penggunaan perwakilan yang berimbang, karena itulah sebelum menggunakan teknik ini, peneliti harus mengenal lebih dulu ciri-ciri tertentu dari populasi yang ada.

#6. Porposive Sampling
Teknik sampling ini digunakan pada penelitian-penelitian yang lebih mengutamakan tujuan-tujuan penelitian dari pada sifat-sifat populasi dalam menentukan sampel penelitian. walaupun demikian, untuk menggunakan teknik ini peneliti peneliti seharunya orang yang pakar terhadap karakteristik populasi. Berdasarkan pengetahuan yang jeli terhadap popuasi, maka unit-unit populasi yang dianggap "Kunci", diambil sebagai sampel peneliti.

#7. Quota Sampling
Teknik sampling ini memiliki sifat yang tidak jauh dari porposive sampling, yaitu lebih memntingkan tujuan penelitian dalam menentukan sampling penelitian. Sampel penelitian adalah unit populasi yang telah ditentukan terlebih dahulu, maka quota sampling digunakan hanya untuk menentukan unit populasi yang akan dijadikan dalam sampel penelitian. Unit populasi yang menjadi sampel penelitian, selanjutnya di interview atau di beri quisioner.

#8. Incidental Sampling
teknik sampling ini adalah teknik yang paling diragunak akan menghasilkan sampel yang representatif, hal ini disebabkan oleh sifat " Kebetulan" dalam menentukan sampel. penelitian yang biasa menggunakan teknik samplin ini adalah penelitian yang populasinya adalah individu yang sukar untuk ditemui dengan alasan sibuk, tidak mau diganggu, tidak bersedia menjadi responden atau alasan lainnya. 

#9. Double Sampling 
Biasanya juga teknik ini juga disebut dengan sampling kembar. Teknik ini amat bermanfaat bagi penelitian yang populasinya besar yang pengumpulan datanya menggunakan angket melalui jawa pos. umpamanya, kita meneliti tentang kecenderuangan pembaca harian KOMPAS dalam memilih rubik yang disukai. Untuk penelitian ini, peneliti menyebarkan angket keseluruh penggan harian Kompas. 

#10. Multifarious Sampling
Tidak selamanya dalam berbagai penelitian, populasi memiliki memeliki saifat yang mudah diamati oleh peneliti. terbanyak dalam penelitian ilmu-ilmu sosial, penelitian menemui populasi dengan beraneka sifat tertentu dan terkadang sifat tersebut saling tumpang tindih. Multifarious Sampling sesungguhanya merupakan kombinasi dari bebrapa teknik sampling, baik probabilitas maupun non-probabilitas. Makanya beberapa penelitian juga menyebutkan teknik ini sebagai "Combined Sampling".

Demikian Ulasan Artikel yang membahas tentang  Rancangan Sampel Non-Probabilitas (Non-Probability Sampling Design) yang kami resume dari buku Metode Penelitian Kuantiatif yang ditulis oleh Burhan Bungin pada tahun 2005 yang dicetak oleh penerbit Kencana Prenada media group yang ada di jakarta. Semoga bermanfaat bagi makalah anda dan Terima kasih telh berkunjung