Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pengertian dan Contoh DAFTAR PUSTAKA dari Buku, Skripsi, Jurnal, Internet, Dll [LENGKAP]

Pengertian daftar pustaka adalah suatu daftar yang berisikan semua sumber bacaan yang telah digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan sebuah karya ilmiyah. Sumber bacaan tersebut dapat berupa buku, jurnal, internet, skripsi, thesis, dan lain sebagainya. Daftar pustaka itu sendiri pada umumnya terletak di halaman akhir dalam sebuah karya ilmiyah yang tersusun atas nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Daftar pustaka selalu digunakan pada sebuah karya tulis ilmiah seperti skripsi, artikel, buku, dan lain sebagainya.

Penulisan Dafta Pustaka, Rujukan, dan Bacaan yang Baik dan Benar

Dafta Pustaka atau Daftar Sumber Rujukan harus disusun secara benar dan akurat. kebenaran dan akurasi serta kelenkapan komponen penulisan daftar sumber rujukan mencerminkan kecermatan dan apresiasi penulis terhadap sumber informasi yang di rujuknya. penyususnan daftar sumber rujukan mengunakan dua cara, yaitu daftar pustaka dan daftar bacaan. Daftar pustaka digunakan untuk daftar sumber rujukan  yang benar-benar dirujuk oleh penulis karya ilmiah. daftar bacaan digunakan untuk daftar sumber rujukan yang di rujuk atau sekedar di baca oleh penulis karya ilmiah. Daftar bacaan hanya digunakan untuk diklat, buku, dan sejenisnya.

Pada umunya, penulisan daftar sumber rujukan dari margin kiri dengan jarak antar baris 1 spasi. Baris kedua dan seterusnya dalam rujukan yang sama diketik masuk 5 ketukan kurang lebih 1 cm dan jarak antar baris antar rujukan adalah 2 spasi.  Daftar sumber rujukan merupakan kumpulan dari rujukan dalam naskah yang diacu penulis, yang disusun melalui cara tertentu, meliputi kompenen berikut: (i) nama penulis, (ii) tahun terbit, (iii) judul naskah, (iv) bentuk sumber informasi, (v) kota penerbit dan nama penerbit. jarak antara komponen tersebut ditandai dengan tanda titik (.), kecuali setelah penyebutan kota penerbit di tandai dengan tanda titik dua (:).

#1. Nama Penulis

Penulisan daftar pustaka
Ilustrasi gambar by cointelegraph.com
pencantuman nama penulis dilakukan dengan menyebutkan nama akhir lebih dahulu lalu di ikuti dengan koma, selanjutnya singkatan nama depan, sedangkan gelar tidak perlu ditulis dalam penulisan rujukan. perhatikan contoh penulisan nama penulis pada daftar nama sumber rujukan sebagai beriku
  1. Nama Arab                         : Muhammad Ibrahim ditulis Ibrahim, M.
  2. Nama Barat                        : Robert Goodheart ditulis Goodheart, R.
  3. Nama Indonesia                 : Abdul Haris Nasution ditulis Nasution, A.H.
  4. Nama Lembaga                  : Depdiknas
  5. Nama Penyunting / editor   : Keraf, G. (Ed).
  6. Penerjemah                        : Alimandan. (Penerjemah)

Penulisan Daftar Sumber Rujukan dengan Satu penulis

Jika sumber rujukan ditulis oleh satu orang, penulisan daftar sumber rujukan seperti contoh yang ada di bawah ini

Suriasumantri, J.S. 1993. Filsafat Ilmu ( Sebuah Pengantar Popular ). Jakarta : Pustaka                      Sinar Harapan
Rosenne, S. 1984. Practice and methods of International Law. New York: Oceana                                Publication, Inc.
Tirta, I.M. 2005. Buku Panduan Pogram Statistika R. Jember: UPT Penerbitan Universitas                  Jember.

Penulisan Daftar Sumber dengan Penulis Lebih dari Satu

Jika terdapat dua sampai tiga nama penulis, maka nama dari masing-masih penulis harus disebutkan semua (nama akhir terlebih dahulu). contoh penulisan daftar sumber dengan penulis lebih dari satu adalah sebagai berikut:

Bachero, J.T. & Badger, W.L. 1987. Introduction to Chemical Enginering. Singapore:                               McGraw-Hill Inc.
Santosa, M.A., Rahmadi, T., dan Adam, S.M. 1997. Mediasi Lingkungan di Indonesia:                             Sebuag Pengalaman. Jakarta : Lembaga Pengembangan Hukum Lingkungan                       Indonesia.

Jika terdapat empat atau lebih penulis, maka harus di cantumkan semua nama akhir penulisa saja masing-masing. seperti contoh penluisan berikut:

Suparno, Dawud, Rofi'uddin, dan Basuki. 1994. Bahasa Indonesia Keilmuan. Malang :                         Seksi Kajian Bahasa dan Seni FPBS IKIP Malang.

Penulisan Suber Rujukan dengan Nama Penulis Sama, Tahun Sama dan Judul Berbeda

Apabila terdapat sumber rujukan yang nama penulisnya sama dan tahunnya sama tetapi judul bukunya berbeda, penulisan dalam daftar sumber rujukan di ikuti oleh lambang a, b, c dan seterusnya yang ditelatkan setelah tahun tanpa ada spasi atau pembatas dan urutannya di tentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya. contoh sumber rujukan yang nama penulisnya sama dan tahunnya sama tetapi judul bukunya berbeda adalah sebagai berikut.

Cornet, L. & Weeks,K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging issues-1985.                        Atlanta, GA: Career Ladder Clearing House.
Cornet, L. & Weeks,K. 1985b. Palnning Career Ladders: Lesson From the States. Atlanta,                    GA: Career Ladder Clearing House.

Penulisan Daftar Sumber Rujukan dengan Nama Penulis Sama, Tahun Berbeda, dan Judul Berbeda

Apabila terdapat sumber rujukan yang nama penulisnya sama tetapi tahun dan judul bukunya berbeda, penulisan dalam daftar sumber rujukan ditentukan secara kronologi atau berdasarkan tahun judul bukunya. contoh penulisan sumber rujukan yang nama penulisnya sama tetapi tahun dan judul bukunya berbeda adalah sebagai berikut:

Thimosenko, G. 2002. Kekuatan Bahan I. Jakarta: UI Press.
Thimosenko, G. 2003. Kekuatan Bahan II. Jakarta: UI Press.

Penulisan Daftar Sumber Rujukan Tanpa Nama Penulis (tetapi terdapat nama lembaga)

Apabila sumber rujukan tidak diketahui atau tidak tercantum nama penulisnya, penulisan dalam daftar sumber rujukan diganti dengan nama instansi / lembaga yang bertanggung jawab. Contoh sumber rujukan tidak diketahui atau tidak tercantum nama penulisnya adalah sebagai berikut:

Universitas Jember. 1998. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: Jember University                                  Press
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. 2004. Kabupaten Jember dalam Angka. Jember:                            Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember.

Penulisan Daftar Sumber Rujukan Berdasarkan Terjemah

Sumber rujukan yang berasal dari terjemah, urutan penulisannya adalah nama penulis asli, tahun penerbit karya asli (Jika ada), judul terjemah, dan nama penerjemah ( diawali oleh kata Terjemah atau  Alih Bahasa, sesuai dengan yang tertulis di buku), tahun terjemah, nama kota dan tempat penerbitan, dan nama penerbit terjemah. Contoh Sumber rujukan yang berasal dari terjemah adalah sebagai berikut:

Ary, D., Jacobs, L.C., & Razavieg, A. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemah Oleh Arief                 Furchon. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.
Bayle, T.J. Ilmu Penyakit Dalam untuk Profesi Kedokteran Gigi. Alih Bahasa oleh Iyan                           Darmawan. 1995. Jakarta: ECG Press.


#2. Tahun Terbit

Tahun Terbit
Ilustrasi Gambar Via roserevolutions.co.uk
Penulisan tahun terbit harus sesuai dengan yang tercantum pada sumber rujukan. pada penerbit berkala harus tercantum volume sebagai petunjuk penerbitan, dilengkapi dengan nomor berkala, tahun terbit, dan halaman. Contoh Penulisan Tahun terbit adalah sebagai berikut :

Salleh, M.H. 2006. Pantun Nusantara: Penjinak Globalisasi. Jurnal Semiotika. Vol. 7 (2) :                 119 - 134

Jika terdapat sumber rujukan dengan nama penulis yang sama dalam tahun terbit yang sama, setelah penulisan tahun terbit diberi huruf (a, b, c .....Dst) sebagai pembeda, tanpa jarak ketukan (1980a, 1980b, 1980c..... dan seterusnya). contohnya adalah sebagai berikut

Ritzer, G. 1980a. Sociology. Multiple Paradigm Science. Revised Edittion. Boston: Allyn and                  Bacon Inc.
Ritzer, G. 1980b. Terjemah Oleh Alimandan. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma                        Ganda. Jakarta: CV Rajawali.

Untuk beberapa Sumber Rujukan dengan nama penulis yang sama dalam tahun terbit yang berbeda, urutan penulis ditulis dari yang lebih dahulu tahun terbitnya berturut-turut sampai yang terbaru, seperti contoh yang ada di bawah ini.

Echols, J.M., dan Shadily, H. 1983. Kamus Inggris Indonesia. Cetakan XII. Jakarta: PT                         Gramedia.
Echols, J.M., dan Shadily, H. 1992. Kamus Inggris Indonesia (An Indonesian English                             Ductonary). (Edisi Ketiga). Jakarta: PT Gramedia.

Rujukan yang tidak diterbitkan tahun terbitnya, penulisan dalam rujukan diganti dengan (Tanpa Tahun) ditempatkan setelah nama penulis. sebaliknya penulis menghindari penggunaan sumber rujukan yang tidak diketahui tahun terbitnya kecuali memang sangat terpaksa. contohnya adalah sebagai berikut:

Pratomo, M. (Tanpa Tahun). Teknik Pengolahan Hasil Pertanian. Bogor: Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian IPB.


#3. Judul Naskah

Judul Naskah
Ilustrasi Judul Naskah Via barfutura.com
Penulisan judul naskah diketik Title Case dengan huruf miring. jika judul naskah asli dalam bahasa asing dan yang dirujuk terjemah dalam bahasa indonesia, judul asli diketik normal (Bukan huruf Miring), sedangkan judul terjemah diketik dengan huruf miring. jika sumber rujukan berupa buku bunga rampai, penulisan judul bagian/bab yang dirujuk diketik normal (bukan huruf miring) diapit tanda baca petik ganda, sedangkan judul buka bunga rampai diketik huruf miring. Cara penulisan judul bagian/bab sama dengan pengetikan judul artikel dalam jurnal atau skripsi, yaitu judul artikel diketik normal (bukan huruf miring), sedangkan judul buku/nama jurnal diketik huruf miring. Contoh:

Siswoyo, T.A. 2006. Optimasi Sintesa Vitamin C-ester Secara Enzimatik Menggunakan Immobilisasi Lipase dari Aspergillus niger. Jurnal Imu Dasar. Vol. 7 (1) : 6-12.

Koster, G.L. 1986. " The Sooting Works of the Seducer and Their Dubious Fruits: Interpreting the Syair Buah-Buahan". Dalam Hellwig, C.M.S. dan S.O Robson (Ed.). A Man Of Indonesian Letters : Essay in Honour of Professor A.Teeuw. Dordrecht/Cinnaminson: Faris Publications.


#4. Bentuk Sumber Informasi

Bentuk Sumber Informasi
Ilustrasi Sumber Informasi Via digitalinformationworld.com
Tidak semua sumber informasi itu selalu di cantumkan sebagai sumber rujukan dalam daftar sumber rujukan. penjelasan atau catatan naskah tidak tercantum dalam daftar sumber rujukan, tetapi dicantumkan dalam daftar catatan akhir (endnote). beberapa sumber rujukan yang tidak di cantumkan dalam daftar sumber rujukan, sedangkan beberapa yang lain selalu digunakan, yaitu semua media cetak. pada dekade terakhir banyak digunakan sumber dari internet. penulisan masing-masing sumber informasi terdapat hal-hal khusus yang berbeda dan perlu diperhatikan. 

Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka Berupa Buku

Jika Penulisan Sumber rujukan berupa buku, penulisan sumber rujukannya adalah setelah penulisan judul disertai penulisan edisi ke berapa atau cetakan ke berapa karena kemungkinan terdapat perbedaan substansi dari buku edisi atau cetakan yang satu dengan yang lainnya. Jika buku dicetak atas beberapa jidil, penulisan sumber rujukannya perlu mencantumkan jilid ke berapa. Contoh:

American Psychological Assosiation. 1994. Publication Manual Of American Psychological                   Assosiation. Fourth Edition. Wasington, DC: APA.
Keraf, G. 1984. Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Cetakan VII. Ende-FLores:Nusa                       Indah.

Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka Tidak di Terbitkan

Untuk penulisan rujukan berupa makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi pelu dicantumkan sumber informasi yang diikuti dengna kata-kata tidak di publikasikan dan penulisan judul dengan huruf tegak serta diapit tanda baca petik ganda. jika sumber rujukan sudah diterbitkan, teknik penulisannya mengikuti penulisan sumber rujukan berupa buku. contoh:

Sudarmaningtyas, A. E. 2009. "Bahasa Indonesia Ragam Artikel Ilmiah". Tidak di Terbitkan. Makalah. Jember. Lembaga Penelitian Universitas Jember.

Mulyono, E. 1998. "Beberapa Permasalahan Implementasi Konvensi Keanekaragamanan Hayati dalam Pengelolahan Taman Nasional Meru Betiri". Tidak Diterbitkan. Tesis. Bandung Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran.

Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka Terbitan Berkala atau Jurnal

Sumber rujukan dari terbitan berkala perlu mencantumkan nomor volume berkala dengan angka arab, meskipun dalam terbitan berkala ditulis dengan huruf romawi, diikuti nomor terbitan yang di abit tanda kurung. Dalam penulisan daftarsumber rujukan nama jurnal/majalah ilmiah umumnya disingkat, kecuali untuk nama jurnal atau majalah ilmiah yang hanya menggunakan satu kata. penyingkatan kata dilakukan dengan menggunakan huruf-huruf dari belakang dan di akhiri konsonan (Misalnya: Neurophysiology menjadi Neurophysiol), kecuali Science menjadi Sci.  Singkatan judul jurnal tidak menggunakan kata penghbung, kata depan, kata petunjuk dan tanda-tanda baca, kecuali tanda titik. Singkatan nama jurnal yang disepakati secara international dapat dilihat dalam World Lis of Periodicals. Contoh penulisan sumber rujukan terbitan berkala adalah sebagai berikut:

Siswoyo, T.A. 2006. Optimasi Sistesa Vitamin C-ester Secara Enzimatik Menggunakan                       Immobilisasi Lipasi dari Aspergillus niger. Jurnal Ilmu Dasar, Vol. 7(1) : 6 - 12.

Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka dari Media Cetak

Media cetak yang dapat dirujuk adalah majalah dan surat kabar. jika mengutip dari media cetak, berlaku ketentuan sebagai berikut.

Pertama, Artikel terdapat judul dan nama sang penulis, ditulis dengan urutan nama penulis; judul artikel diapit dengan tanda petik ganda ("........"); nama media cetak (huruf miring); tanggal, bulan, tahun terbit; dan nomor halaman, dengan teknik penulisan seperti berikut. Contoh:


Widodo, S. "Menunggu Hasil para Penjual Baliho". Jawa Pos. 8 April 2009. Halaman 6.

Kedua, Artikel ada judul dengan tanpa ada nama penulis, ditulis dengan urutan Pemimpin redaksi; judul artikel diapit dengan tanda petik ganda (".........."); nama media cetak (huruf miring); tanggal; bulan; tahun terbit; dan nomor halaman, dengan teknik penulisan seperti berikut. contoh:

Pemimpin Redaksi. "Penyerahan Lahan Lintas Timur Lintas Lagi". Jawa Pos. 8 April 2009.                    Halaman 31.


Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka dari Media Elektronik

Sumber rujukan dari media elektronik dapat berupa informasi online, abstrak online, jurnal online, dan sebagainya. penulisan rujukan ini tidak jauh berbeda dengan rujukan dari media cetak, tanggal, bulan, dan tahun pengutipan pun diletakkan diantara tanda kurung siku. 

Contoh Penulisan daftar Pustaka dari Internet
Muqtadir, M. 2015. Penulisan Dafta Pustaka, Rujukan, dan Bacaan yang Baik dan Benar. Tipepedia [Serial Online]. http://www.tipepedia.com/2015/10/cara-membuat-paragraf-yang-baik-dan.html. [ 14 Oktober 2015 ]

Contoh Penulisan Dafta Pustaka dari Abstrak Online
Meyer, A.S., & Bock, K. 1992. The tip-of-the-tonge phenomenom: Blocking or Partial activation? [Online]. Memory Coginition , 20, 715 - 726, Abstract from: DIALOG File: Psyinfo item: 80-16351.

Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka dari Poster

Dalam penulisan Sumber rujukan dari poster harus dicantumkan bulan pertemuan jika tersedia dan nama negara jika nama kota tidak diketahui. Contoh Sumber rujukan dari poster adalag sebagai berikut:

Ruby, J. & Fulton, C. 1993. June. Beyond Redlineing. Editing Softwere That Work. Poster Session presented at the annual meeting of society for scholarty Publishing. Washington, DC.

Penulisan Sumber Rujukan/Daftar Pustaka dari Wawancara Radio dan Televisi

Jika karya ilmiyah akan mengutip dari hasil wawancara (radio/televisi), penulis sumber rujukannya adalah : nama penanggung jawab; acara; tema/judul; penyenggara; tempat; tanggal; bulan; dan tahun. Contoh Penulisan daftar pustaka dari  hasil wawancara adalah sebagai Berikut:

Natabaskara, R. Wawancara Televisi. "Pentingnya Penyuluhan Untuk membuat Masyarakat Berfikir Logis". Radjawali Citra Televisi Indonesia. Jakarta, 14 Agustus 2004.

#5. Kota Penerbitan dan Nama Penerbit

Ilustrasi Penerbitan Via hrg.cz
Pencantuman nama kota penerbit harus dilakukan secara benar dan tepat sesuai dengan sumber yang tertera dalam sumber rujukan yang ditempatkan setelah penulisan judul. Jika tidak jelas nama kota dan penerbitnya, dapat dicari melalui singkatan nama kota, misalnya NY merupakan singkatan dari kota New York. Apabila nama penerbit tidak ditemukan, dapat dicantumkan nama lembaga yangbertanggung jawab atas naskah yang dipublikasikan, seperti contoh sebagai berikut:

Universitas Jember. 2006. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: UPT Penerbit Universitas Jember

Dengan vidio di bawah ini mungkin anda akan lebih mudah untuk memahaminya


Demikian Ulasan Artikel yang berjudul Penulisan Dafta Pustaka, Rujukan, dan Bacaan yang Baik dan Benar yang kami rangkum dari buku "Pedoman penulisan Karya Ilmiah" di diterbitkan oleh universitas jember pada tahun 2006. Semoga bermafaat untuk tugas makalah daftar pusataka anda dan terima kasih telah berkunjung.