Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti [PENTING]

Etika Penelitian - Sebagaian besar konten dan isi dari blog ini mengantarkan anda menuju logika dan strategi-strategi metodologi penelitian yang tertentu, ada suatu persoalan yang harus diakui terkandung dalam kesemuanya itu, yaitu terkait dengan etika penelitian. Pada hakikatnya, upaya-upaya penelitian kita harus tunduk pada standar professionalismedan kejujuran; usaha-usaha kita harus berjuang untuk memperoleh pernghargaan dan kepercayaan dari baik peserta penelitian pada khususnya maupun public pada umumnya.

Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti

Supaya karya kita berlandaskan etika, kita harus siap mengevaluasi rencana dan aktivitas penelitian kita dalam sorotan aturan-aturan penyelenggaraan penelitian yang diterima secara umum. Untuk kepentingan terkait dengan ini, pembahasan kita akan berfokus pada beberapa etika standar terpenting yang terkandung dalam kode etik asosiasi sosiologi amerika.  Berikut adalah beberapa Etika yang Sebaiknya dilakukan dalam Penelitian:

Penelitian Seharusnya tidak Membahayakan Subyek Penelitian

Pada pandangan pertama, ungkapan “tidak membahayakan” mungkin merupakan panduan etis penelitian yang paling “mudah di pahami”. Segala aktivitas yang membahayakan akan menghadapkan resiko yang tidak masuk akal terhadap subyek-subyek penelitian tidaklah selaras dengan kewajiban etis mendasar untuk menjaga keamanan fisik, psikologis, dan emosional partisipan. Penelitian yang membawa resiko yang membahayakan tanpa menawarkan keuntungan nyata apapun tidaklah dapat dipertahankan.

Peneliti Seharusnya Memperoleh Izin Terang-Terangan Dari Subyek Penelitian


Prinsip izin terang-terangan (informed consent) ini mengenai hak-hak individu-individu untuk menentukan sendiri apakah mereka ingin ataukah tidak menjadi bagian dari proyek penelitian.  Yang lebih spesifik, izin terang-terangan informasi sepenuhnya tentang segala aspek penelitian yang bias mempengaruhi kepeutusan mereka untuk berpartisipasi.
Jika kita uraikan terkait dengan izin terang-terangan ini, maka akan kita saksikan bahwa prinsip ini terdiri dari empat usnsur.

Kompetensi
Unsur ini menggap bahwa izin terang-terangan hanya bias diberikan oleh individu-individu yang berkompetem, yakni individu yang mampu memutuskan sendiri apakah partisipasi dalam suatu penelitian merupakan minat utama mereka.

Kesukareklaan
Unsur ini memprasyratkan bahwa izin terang-terangan hanya bias diberikan oleh individu-individu yang sungguh-sungguh bebas untuk berkata atau tidak terhadap proyek penelitian. Jika ada gelagat pemaksaan, maka prinsip izin terang-terangan sudah dilanggar.

Kelengkapan informasi
Unsur-unsur ini memprasyaratkan bahwa subyek-subyek penelitian diberis semua informasi relevan yang mereka butuhkan untuk menetapkan izin terang-terangan. Namun standar ini jauh dari terbukti sendiri.

Pemahaman
Unsur ini memprasyaratkan bahwa supaya para individu memberi izin terang-terangan, mereka harus mampu memhami informasi yang diterima. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara menawarkan beberapa panduan terkait dengan obyek penelitian.

Peneliti Seharausnya menghargai privasi subyek penelitian

Hak privasi ini mengacu pada kemampuan kita untuk mengendalikan kapan dan dalam kondisi apa orang lain bisa mengakses informasi mengenai kita. Siapapun yang akrab dengan budaya amerika serikat dan system hukumnya bisa mengapresiasi seberapa besar hasrat orang-orang mengenai prinsip dihargai ini. Hak privasi subyek penelitian ini mensyaratkan peneliti untuk menaruh perhatian kepada tiga jenis masalah privasi:

Kepekaan Informasi
Masalah privasi tentu diperumit oleh fakta bahwa segala jenis informasi pribadi bisa berpotensi mengancam bagi sebagian responden. Semakin besar kepekaan topik penelitian, semakin besar perpanjangan diperlukan untuk melindungi privasi responden.

Latar Penelitian
Sebagaimana topic dan populasi penelitian social sangat beragam, bergitu pula latar penelitian. Penelitian bisa berlokasi dirumah pribadi, sekolah, tempat kerja, kampong, sudut jalan, mall perblanjaan, dll. Namun ini hanyalaha sedikir dari kemungkinan lokasi. Dalam mempertimbangkan masalah privasi, peneliti harus siap mengevaluasi lokasi penelitian yang menjangkau tempat pribadi sampai publik.

Penyebaran Tenmuan Penelitian
Salah satu cara yang jelas melanggar privasi seorang adalah mempublikan informasi pribadinya. Walau perundang-undangan telah mengatur bahwa seklompok tertentu (seperti politisi dan selebritis) berada dalam pantuan public yang melenyapkan sebagian dari hak privasi mereka, warganegara biasa seharusnya mampu menikmati proteksi ini tanpa terkecuali.

Penelitian Seharusnya Menghindari Konflik Kepentingan

Pada pandangan pertama, penyataan eksplisit tentang konflik kepentingan mungkin terlihat tidak perlu dalam kode etik penelitian. Bagaimanapun semua penelitia bertekad obyektif dan tidak setengah-setengah dalam pengumpulan informasi . padahal tentu saja, sebagaiman semua pelaku social, peneliti-peneliti itu dipengaruhi oleh kontek social mereka.

Etika Pelaporan adalah Jujur Seratus Persen

Peneliti-peneliti yang bekerja sebagai konsultan bagi perusahaan atau kelompok kepentingan tertentu itu membawa satu persoalan etika lainnya: melaporkan temuan penelitian secara akurat dan apa adaya.

Demikian ulasan artikel terkait dengan Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti yang kami ulas dari buku “dasar-dasar metode penelitian – Panduan Riset Ilmu Penelitian” yang ditulis oleh Janet M.Ruane pada tahun 2008 dan diterjemahkan oleh M Shodiq Mustika dan diterbitkan oleh Penerbit Nusa Media di kota bandung. Semoga bermanfaat dan terima kasih