Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Cara Membuat Rumusan Masalah yang Baik dan Benar Pada Karya Ilmiah

Pengertian Rumusan masalah adalah salah satu komponen yang harus ada pada setiap karya ilmiah. Suatu karya ilmiah dengan tanpa adanya suatu rumusan masalah belum bisa di katakan karya ilmiah, karena rumusan masalah merupakan awal dalam penulisan karya ilmiah. Adanya rumusan masalah penulisan karya ilmiah akan bisa terarah dan lebih teratur dalam pembahasannya, dan sebaliknya jika tidak ada rumusan masalah maka penulisan karya ilmiah akan tidak bisa tertatur dan tidak terarah dalam pembahasanya.

Cara Membuat Rumusan Masalah yang Baik dan Benar Pada Karya Ilmiah

Rumusan masalah yang baik akan mendorong penulisan karya ilmiah tersebut akan bisa dilanjutkan, karena arah yang akan di bahas itu jelas. Rumusan masalah berfungsi sebagai pedoman, fokus dalam penulisan karya ilmia, dan sebagai penentu jenis data seperti apa yang akan dan harus di kumpulkan oleh penulis. Sebaliknya, dengan rumusan masalah yang kurang baik akan mengurangi tingkat kefokusan dalam penulisan yang barakibat pada pembahasan yang tidak teratur dan sulit untuk di fahami. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat rumusan masalah yang baik dan benar dalam menulis karya ilmiyah. Tahap- tahap dalam membuat rumusan masalah adalah sebagai berikut

Identifikasi Permasalahan

Permasalahan timbul apabila terdapat kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Untuk mendapatkan permasalahan kita bisa mengamati fenomena-fenomena yang bersumber dari mana saja. Kita bisa mendapatkan permasalahan dengan mengamati lingkungan sekitar, mebaca berita, literatur, dan lain sebagainya yang kemudian bisa kita angkat menjadi suatu permasalahan yang akan di bahas dalam karya ilmiah kita. (untuk lebih jelas silahkan baca Identifikasi Masalah dan Penelitian)

Pengelompokan Permasalahan

Setelah melakukan identifikasi permasalahan langkah selanjutnya adalah pengelompokan permasalahan yang telah diidentifikasi. Pengelompokan permasalahan dilakuakan dengan cara mengumpulakan permasalahan yang umum hingga permasalahan yang khusus. Pengelompokan permasalahan bertujuan untuk mempermudah pada tahap penyempitan masalah.

Penyempitan Masalah

Salah satu cara untuk  membuat perumusan masalah yang baik  ialah dengan melakukan proses penyempitan masalah dari yang sangat umum menjadi lebih khusus dan pada akhirnya menjadi masalah yang spesifik. Dengan penyempitan masalah kita akan dapat dengan mudah untuk membahas dan mendeskripsikan permasalahan tersebut karena sudah tersusun secara sistematis.

Menyusun Rumusan Masalah yang Baik dan Benar

Setelah permasalahan tersusun secara sistematis mulai dari permasalahan yang umum hingga permasalahan yang khusus, kemudian dibuat suatu rumusan masalah yang baik dengan kriteria pembuatan rumusan masalah sebagai berikut:

#1. Masalah Hendaknya dirumuskan dalam kalimat Tanya
Pada umumnya rumusan masalah ditulis dalam kalimat Tanya, karena permasalahan membutuhkan pastinya membutuhkan penjelasan atau pembahasan. Dengan ditulisnya rumusan masalah dengan kalimat tanya, akan memberika tingkat keingin tahuan penulis untuk menjawab dan mebahas permasalahan tersebut.

#2. Rumusan Masalah hendaknya Padat dan Jelas
Rumusan masalah yang padat dan jelas akan mudah untuk dipahami oleh para pembaca dan penulis itu sendiri akan mudah untuk membuat suatu karya ilmiah yang jelas. Jika rumusan masalah tidak jelas akan berdampak pada pembahasan yang tidak karuan dan juga berpengaruh terhadap kualitas karya ilmiah yang ditulisnya.

#3. Rumusan Masalah itu Hendaknya Memberi Petunjuk
Petunjuk yang hendaknya ada dalam rumusan masalah yaitu terkait tentang mungkinnya mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan masalah tersebut. Petunjuk yang dimaksud bisa berupa variabel, populasi, dan arah dalam pembahasan permasalahan.

#4. Rumusan masalah Hendaknya dapat Menjadi dasar membuat hipotesis.
Pada karya ilmiah yang berupa skripsi, tesis, disertasi dan sejenisnya terkadang membutuhkan suatu hipotesis. Hipotesis merupkan dugaan sementara yang belum di uji kebenarannya. Dalam pembuatan hipotesis selalu di dasarkan pada rumusan masalah. Oleh karena itu, suatu rumusan masalah harus dapat di jadikan sebagai dasar pembuatan hipotesis.

#5. Rumusan Masalah Hendaknya bisa menjadi Dasar Bagi Judul Karya Ilmiah.
Kebanyakan para penulis salah persepsi terkait dengan komponen awal dan pokok dalam penulisan ilmiah. Terkadang para penulis menganggap judul adalah komponen penting yang harus di dahulukan, padahal tidak. Rumusan masalah lah yang merupakan komponen awal yang harus di bangun untuk memulai penulisan karya ilmiah. Karena, awal penulisan ilmiah bermula dari adanya masalah, bukan judul. Oleh sebab itu rumusan masalah hendaknya bisa menjadi dasar dalam penulisan judul penelitian.

Contoh Rumusan Masalah

Judul Karya Ilmiah 
Proses Adopsi Inovasi Dan Strategi Pengembangan Sistem Gilir Giring Oleh Petani Kacang Tanah Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri

Latar Belakang Permasalah
Para petani di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri untuk mengantisipasi terjadi perebutan air antar pemilik sawah yang rentan terjadi saat musim kemarau melakukan sistem pengairan gilir giring. Sistem gilir giling merupakan inovasi baru dan di Desa Paron dilakukan dengan pemanfaatan sumber air permukaan (sungai) dengan pompanisasi. Aturan yang sudah disepakati oleh para petani desa paron yaitu setiap luas areal 1400 m² mendapat jatah dialiri air selama 1 jam. Pembagiannya dilakukan dengan terarah, dan terencana serta pengeloalaannya di petakan sawah secara efektif dan efisien. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti terdorong untuk menganalisis Proses Adopsi Inovasi Sistem Gilir Girng Oleh Petani Kacang Tanah , Kelayakan Sistem Gilir Giring terhadap usaha tani kacang tanah oleh petani kacang tanah, Serta Pengembangan sistem gilir giring yang efektif dan efisien di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Perumusan Masalah
  1. Bagaimana proses adopsi inovasi petani kacang tanah terhadap sistem gilir giring di desa paron kecamatan ngasem Kabupaten Kediri?
  2. Bagaimana kelayakan sistem gilir giring terhadap usahatani kacang tanah di desa paron kecamatan ngasem Kabupaten Kediri?
  3. Bagaimana strategi pengembangan sistem gilir giring terhadap usahatani kacang tanah di desa paron kecamatan ngasem Kabupaten Kediri?

Demikian ulasan artikel terkait dengan cara membuat rumusan masalah yang baik dan benar. Semoga bermanfaat dalam pembuatan tugas makalah rumusan masalah andadan terima kasih.