Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

PARAGRAF (Pengertian, Contoh, dan Cara Membuat Paragraf Kohesi dan Koherensi)

Pengertian Paragraf adalah serangkaian kalimat yang saling berhubungan dan terkait dalam sa1tu kesatuan serta hanya mempunyai satu pokok pikiran atau satu gagasan. Berkaitan dengan pengertian paragraf tersebut dapat dijelaskan bahwa tidak mungkin paragraf hanya terdiri atas satu kalimat sepanjang apapun kalimat itu. Selain itu, sepanjang ataupun sependek apapun paragraf, juga tidak mungkin terdiri atas lebih dari satu pokok ikiran atau satu gagasan. Dalam penyusunan paragraf perlu diperhatikan penanda paragraf dan syarat-syarat paragraf yang baik. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita akan mengulas bahasana terkait dengan cara membuat paragraf yang baik dan benar.

Cara membuat paragraf yang baik dan benar (Kohesi dan Koherensi Paragraf)

Penanda Paragraf

Penanda paragraf ada dua macam. Penanda paragraf yang pertama, yaitu kalimat pertama paragraf itu menjorok kedalam dan jarak spasi antara paragraf yang satu dengan yang lain sama. Penanda paragraf kedua, yaitu kalimat pertama paragraf itu lurus dan jarak spasi antar paragraf tidak sama atau jaraknya ditambah.

Contoh pola paragraf yang kalimat pertamanya menjorok dan jarak antar paragraf sama adalah seperti gambar di bawah ini


Contoh pola paragraf yang kalimat pertamanya lurus dan jarak antar paragaf tidak sama (dua kali jarak antar baris)



Syarat-Syarat Membuat Paragraf Yang Baik Dan Bernar (kesatuan (kohesi) dan kepaduan (koherensi))

Untuk menghasilkan sebuah paragraf yang baik dan benar, ada dua syarat atau kriteria yang harus diperhatikan. Syarat atau kriteria yang perlu diperhatikan tersebut adalah kesatuan (kohesi) dan kepaduan (koherensi).

Kriteria Kesatuan (Kohesi)

Kriteria kesatuan (kohesi) berkaitan dengan keeratan hubungan makna antar gagasan antar satu paragraf. Berkaitan dengan kesatuan (kohesi) sebuah paragraf harus mengandung satu gagasan utama dan diikuti oleh beberapa gagasan penjelas  yang dituangkan dalam bentuk kalimat. Apabil dalam satu paragraf tersebut terdapat dua gagasan utama atau lebih, maka harus dituangkan dalam paragraf yang berbeda. Sebaliknya apabila dalam dua paragraf atau lebih hanya terdapat satu gagasan utama, maka kedua paragraf tersebut di gabungkan menjadi satu.

Contoh paragraf yang salah:

        Kabupaten jember merupakan salah satu wilayah yang ada di propinsi jawa timur yang penduduknya mayoritas terdiri dari suku jawa dan suku madura. Dalam kondisi yang demikian, masyarakat kabupaten jember dapat di  golongkan kedalam masyarakat campuran. Hal ini akan membawa dampa pada kondisi kebahasaannya. Paling tidak masyarakat jember tergolong pada dwibahasawan ( menguasai dua bahasa) atau bahkan multibahasawan ( menguasi lebih dari dua bahasa).       Contohnya adalah menguasai bahasa jawa (bahasa daerah), bahasa madura (bahasa daeraha), dan bahasa indonesia (bahasa standar nasional indonesia)

Contoh paragraf diatas dinyatakan salah karena:
1. Paragraf ke 1 terdiri atas 4 kalimat dan mempunyai satu pokok pikiran serta beberapa pikiran penjelas.
2. Pokok pikiran tersebut terletak diawal kalimat sehingga kalimat pertama pada paragraf tersebut sebagai kalimat utama
3. Pikiran penjelas terdapat pada kalimat selanjutnya yaitu kalimat ke-2, ke-3, dan ke-4 sehingga ketiga kalimat itu merupakan kalimat penjelas
(dalam hal ini paragraf kesatu dinyatakan sebagai paragraf yang benar)
4. Paragraf kedua hanya satu kalimat dan tiak mempunya pokok pikiran karena dilihat dari kata pada awal kalimat yang digunakan, kata itu masih merupakan kelanjutan dari kalimat akhir paragraf ke-1 sehingga paragraf kedua dinyatakan salah

berdasarkan uraian kedua paragraf tersebut, kedua paragraf (ke-1 dan ke-2) harus di jadikan satu paragraf sehingga menjadi paragraf yang benar seperti contoh di bawah ini

Contoh paragraf yang Benar

Kabupaten jember merupakan salah satu wilayah yang ada di propinsi jawa timur yang penduduknya mayoritas terdiri dari suku jawa dan suku madura. Dalam kondisi yang demikian, masyarakat kabupaten jember dapat di  golongkan kedalam masyarakat campuran. Hal ini akan membawa dampa pada kondisi kebahasaannya. Paling tidak masyarakat jember tergolong pada dwibahasawan ( menguasai dua bahasa) atau bahkan multibahasawan ( menguasi lebih dari dua bahasa). Contohnya adalah menguasai bahasa jawa (bahasa daerah), bahasa madura (bahasa daeraha), dan bahasa indonesia (bahasa standar nasional indonesia)

Kriteria Kepaduan (Koherensi)

Kriteria kepaduan (koherensi) berkaitan dengan hubungan antar kalimat dalam paragraf dari segi bentuk atau strukturnya. Berkaitan dengan kepaduan(koherensi), sebuah paragraf harus menunjukan kepaduan hubungan antar kalimat yang terjalin di dalamnya. Kepaduan dapat diketahui dari susunan kalimat yang sistematis, logis, dan mudah di pahami. Hal itu dapat dicapai apabila menggunakan sarana pengait kalimat yang berupa penggantian, pengulangan,penghubungan kalimat, dan gabungungan ketiganya. 

Penggantian adalah sarana pengait kalimat dalam sebuah paragraf yang berupa kata pengganti atau kata penghubung yang merupakan ciri pada kalimat sebelumnya. Kata ganti itu adalah dia, mereka, ia mereka dan kalian, sedangkan kata penunjuk adalah kata ini, itu, tersebut, diatas, dan dibawaha. Yang dimaksud pengulangan adalah sarana pengait atau pengikat kalimat dengan cara mengulang bagian kalimat sebelumnya dan penghubung antar kalimat adalah sebuah ungkapan yang digunakan untuk menghubungkan antara kalimat satu dengan yang lainnya dalam sebuah paragraf. Penghubung kalimat antara lain : oleh karena itu, oleh sebab itu, meskipun begitu, jadi, namun, dan selain itu. Yang dimaksud dengan gabungan ketiganya adalah dalam satu paragaf didalamnya mencakup ketiga kepaduan itu.

Paragraf berikut adalah contoh paragraf yang di dalamnya mencakup ketiga paduan itu yang di jelaskan dalam paragraf diatas, yaitu penggantian, pengulangan, dan penghubung antar kalimat.

       Kalimat yang tertuang pada pasal 36 Bab XVI Undang-Undang Dasar 1945 berbunyi bahasa negara adalah bahasa indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara tersebut, bahasa indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, sebagai bahasa pengantar disekolah, sebagai bahasa dalam menjalankan administrasi pemerintahan, sebagai alat penghubung tingkat nasional, serta sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan. Selain itu bahasa indonesia juga sebagai bahasa nasional, yaitu bahasa kesatuan dalam politik, sosial, budaya. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa itulah kedudukan dan fungsi bahasa indonseia.

Dari contoh paragraf tersebut, apabila ditinjau dari letak atau posisi pokok pikiran atau gagasan dapat dikaitkan dengan jenis paragrafnya yaitu paragraf deduktif (contoh paragraf pertama yang benar) dan paragraf induktif (contoh paragraf kedua). Paragraf deduktif adalah paragraf yang pokok pikiran atau gagasannya terletak diawal paragraf, sedangkan paragraf induktif adalah paragraf yang pokok pikirannya atau gagasannya terletak di akhir paragraf. 

Demikian ulasan artikel terkait dengan Cara membuat paragraf yang baik dan benar (Kohesi dan Koherensi Paragraf) yang kami lasir dalam buku "Pedoman Penulisan Karya Ilmiah - Unej" tahun 2012 yang diterbitkan oleh Jember University Press. Semoga Bermanfaat dan Terima kasih telah berkunjung.

Silahkan Pelajari Juga:
#3 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Dan Campuran yang Baik dan Benar
Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran
Contoh Paragraf Persuasi Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-Cirinya
Contoh dan Pengertian PARAGRAF EKSPOSISI Lengkap
#3 Contoh PARAGRAF ARGUMENTASI, Pengertian, Ciri, dan Jenisnya
PARAGRAF DESKRIPSI (Pengertian, Ciri - Ciri, dan Contohnya)
PARAGRAF NARASI (Pengertian, Ciri - Ciri, Contoh, Jenis) Dalam Bahasa Indonesia