Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Teori Kontribusi Pendapatan dan Analisis Location Quotient

Kita hidup sebagai manusia dituntut bekerja dalam memenuhi setiap kebutuhan tersebut agar kita dapat bertahan hidup dan dapat menjamin kesejahtraan keluarga. Oleh sebab itu, Manusia harus dapat berkarya dan bekerja untuk memperoleh sejumlah uang sebagai alat penukar jasa dalam hal pemuas kebutuhan. 

Teori Kontribusi Pendapatan

namun dengan bekerja tanpa kita sadari kita juga telah berkontribusi terhadap pendapatan, baik pendapat daerah ataupun pendapatan nasional. lalu apa itu kontribusi pendapatan ? dan bagai mana kita dapat menganalisisnya ? simak ulasan artikel tentang Teori Kontribusi Pendapatan dan Analisis Location Quotient ini 

Teori Kontribusi

Kontribusi adalah segala sesuatu yang diterima oleh seseorang setelah melakukan berbagai usaha yang memberi dampak masukan sumberdaya (benda) maupun uang. Manfaat menghitung nilai kontribusi tersebut berguna sebagai dasar untuk mengetahui seberapa besar peranan usaha yang selama ini dikerjakan oleh seseorang terhadap pendapatan dan akhirnya dapat diandalkan untuk sumber penghasilan. Perkembangan usahatani di suatu wilayah akan memberikan kontribusi secara langsung maupun tidak langsung terhadap pendapatan daerah di wilayah tersebut (Hidayatullah, 2011).

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Semakin besar kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari sektor pertanian terhadap pendapatan daerah akan menunjukkan semakin kecil ketergantungan daerah pada pusat. Kontribusi yang semakin meningkat diharapkan pemerintah daerah semakin mampu membiayai keuangan. Gambaran kemandirian keuangan daerah ini dapat diketahui melalui besarnya kemampuan sumberdaya keuangan dalam membiayai pelayanan kepada masyarakat daerah tersebut (Baihaqi, 2011).

Analisis Location Quotient (LQ)

Menurut Basuki (2009), analisis Location Quotient (LQ) merupakan suatu alat analisis untuk menunjukkan basis ekonomi suatu wilayah terutama dari kriteria kontribusi. Alat analisis ini juga dipakai untuk mengukur konsentrasi dari suatu kegiatan dalam suatu daerah itu dengan peranan kegiatan atau industri sejenis dalam perekonomian regional atau nasional. Perhitungan basis tersebut menggunakan variabel PDRB wilayah atas suatu kegiatan dalam struktur ekonomi wilayah. Rumus menghitung LQ adalah:

LQ= vi/vt
Vi/Vt
Keterangan:
LQ : koefisien Location Quontient
vi : pendapatan sektor i di suatu daerah
vt : pendapatan total daerah tersebut
Vi : pendapatan sektor i secara regional/nasional
Vt : pendapatan total regional/nasional

Dengan kriteria:
LQ>1 : sektor yang bersangkutan di wilayah studi lebih berspesialisasi dibandingkan dengan wilayah refrensi. Artinya, sektor tersebut dalam perekonomian daerah di wilayah studi memiliki keunggulan komparatif dan dikategorikan sebagai sektor basis.
LQ<1 : sektor yang bersangkutan di wilayah studi kurang berspesialisasi dibandingkan dengan wilayah referensi. Sektor tersebut dikategorikan sebagai sektor nonbasis.
LQ=1 : maka sektor yang bersangkutan baik di wilayah studi maupun di wilayah referensi memiliki peningkatan.

Demikan Ulasan Artikel tentang Teori Kontribusi Pendapatan dan Analisis Location Quotient yang kami rangkum dari berbagai literatur. semoga bermanfaat dan semoga sukses.

Daftar Pustaka

Basuki, Agus Tri dan Utari Gayatri. 2009. Penentu Sektor Unggulan dalam Pembangunan Daerah. Ekonomi dan Studi Pembangunan. Vol. 10(1): 34-50.
Baihaqi. 2011. Analisis Konribusi Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pendapatan Daerah provinsi Bengkulu. Akuntansi, Vol. 1(3): 246-266.
Hidayatullah, Arief. 2011. Kontribusi Usahatani Jagung Terhadap Pendapatan Petani di Desa Pulai DAmar Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara. Media Sains, Vol. 3(1): 67.