Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

5 Teori Kelembagaan Menurut Pendapat Para Ahli

Setiap wilayah dalam suatu negara seperti negara indonesis, berjuang untuk mencapai tujuan pembangunan. pembangunan dalam menciptakan kesejahteraan, keadilan sosial, mencerdaskan bangsa dan penegakan hukum dll. pembangunan yang mencakup seluruh komponen tersebut merupan tugas yang sangat berta jika di bebankan kepada suatu pihak individu. 

Teori Kelembagaan Menurut Pendapat Para Ahli

Merupakan kewajiban dari Seluruh komponen yang ada dalam suatu bangsa untuk bahu-membahu, berjuang dalam pencapaian tujuan besar tersebut. seluruh komponen yang ada dalam suatu bangsa akan dapat bekerja dalam pencapaian tujuan dengan efektif, jika terdapat suatu kelembagaan. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas terkait dengan Teori Kelembagaan Menurut Pendapat Para Ahli. 

1. Menurut Hanafie, Tahun 2010

Lembaga adalah badan, organisasi, kaidah, dan norma-norma baik formal maupun informal sebagai pedoman untuk mengatur perilaku segenap anggota masyarakat baik dalam kegiatan sehari-sehari maupun dalam usahanya mencapai suatu tujuan tertentu. Lembaga-lembaga bentukan pemerintah lebih sering disempurnakan agar mampu berfungsi sebagai tumpuan untuk menunjang terciptanya pembangunan yang mantap serta sesuai dengan iklim pembangunan pertanian dan pedesaan. Bentuk kelembagaan dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu kelembagaan primer dan kelembagaan sekunder. Unsur-unsur kelembagaan primer mencakup pemerintah, kekayaan, industri, pendidikan, agama dan keluarga.

2. Menurt Daymon dan Immy, Tahun 2008

Teori kelembagaan (institutional theory) menyatakan bahwa organisasi yang menghadapi tuntunan-tuntunan yang saling berlawanan dapat mengadopsi praktik dan struktur yang mengalihkan perhatian stakeholder dari hal-hal yang mereka anggap tidak dapat diterima (unacceptabel). Hal ini memberikan kesan legitimate. Teori kelembagaan memberikan pandangan yang tidak utuh. Teori tersebut tidak memperhitungkan taktik-taktik pengelolaan kesan yang digunakan oleh organisasi. Perpaduan antara teori kelembagaan dengan teori pengelolaan kesan mungkin dapat membantu memahami bagaimana organisasi melindungi legitimasi 

3. Menurut Anantanyu, Tahun 2011

Kelembagaan adalah keseluruhan pola-pola ideal, organisasi, dan aktivitas yang berpusat di sekeliling kebutuhan dasar seperti kehidupan keluarga, negara, agama dan mendpatkan makanan, pakaian, dan kenikmatan serta tempat perlindungan. Suatu lembaga dibentuk selalu bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia sehingga lembaga mempunyai fungsi. Lembaga juga merupakan konsep yang berpadu dengan struktur, artinya tidak saja melibatkan pola aktivitas yang lahir dari segi sosial untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga pola organisasi  untuk melaksanakannya.

4. Menurut Nugroho, Tahun 2010

Kelembagaan diartikan sebagai aturan main, norma-norma, larangan-larangan, kontrak, kebijakan dan peraturan atau perundangan yang mengatur dan mengendalikan perilaku individu dalam masyarakat atau organisasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam mengontrol lingkungannya serta menghambat munculnya perilaku oportunis dan saling merugikan sehingga perilaku manusia dalam memaksimumkan kesejahteraan individualnya lebih dapat diprediksi. Definisi tersebut mengimplikasikan 2 komponen penting dalam kelembagaan, yaitu aturan main (Irules of the game) dan organisasi (players of the game). Keduanya sulit dipisahkan karena organisasi dapat berjalan apabila aturan main mengizinkan atau memungkinkan, sebaliknya aturan main disusun, dijalankan, dan ditegakkan oleh organisasi.

5. Menurut Surbakti, Tahun 2010

teori kelembagaan mengatakan partai dibentuk oleh kalangan legislatif dan eksekutif karena ada kebutuhan para anggota parlemen yang ditentukan berdasarkan pengangkatan untuk mengadakan kontak dengan masyarakat dan membina dukungan dari masyarakat. Partai politik terbentuk dan menjalankan fungsi dan muncul partai politik lain yang terbentuk oleh kalangan masyarakat. Partai politik yang terakhir ini biasanya dibentuk oleh kelompok kecil pemimpin masyarakat yang sadar politik berdasarkan penilaian bahwa partai politik yang dibentuk pemerintah tidak mampu menampung dan memperjuangkan kepentingan mereka. Hal ini tidak hanya dapat ditemui dalam wilayah atau bangsa yang tengah dijajah yang membentuk partai politik sebagai alat memobilisasi masyarakat untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Demikan Ulasan Artikel terkait dengan Teori Kelembagaan Menurut Pendapat Para Ahli yang kami rangkum dari berbagai literatur yang kami sajikan dalam daftar pustaka. Semoga bermanfaat dan terima kasih


Daftar Pustaka

Anantanyu, Sapja. 2011. Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. SEPA, Vol. 7(2): 102-109.
Daymon, Christine, dan Immy Holloway. 2008. Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan marketing Communications. Bentang Pustaka: Yogyakarta.
Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. CV. Andi Offset: Yogyakarta.
Nugroho, Bramasto. 2010. Pembangunan Kelembagaan Pinjaman Dana Bergulir Hutan Rakyat. JMHT, Vol. 16(3): 118-125.
Surbakti, Ramlan. 2010. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo.