Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian yang Perlu Kamu Ketahui

Seperti yang telah dibaha pada artikel sebelumnya tentang pengertian hipotesis menurut para ahli dan tentang ciri-ciri hipotesis yang baik dan benarHipotesis yang isi dan rumusan masalahnya bermacam-macam, dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan tergantung dari pendekatan kita yang membaginya. Hipotesis dalam penelitian dapat dibagi sebagai berikut:

Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian yang Perlu Kamu Ketahui

Hipotesis dapat kita bagi dengan melihat apakah pernyataan sementara yang diberikan hubungan ataukah perbedaan. Hipotesis tentang hubungan adalah pernyataan rekaan yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua variabel atau lebih, yang mendasari teknik korelasi ataupun regresis. Sebaliknya hipotesis yang menyatakan perbedaan menyatakan  adanya ketidaksamaan antara variabel tertentu disebabkan oleh adanya pengaruh variabel yang berbeda-beda. Hipotesis ini mendasari teknik penelitian komparatif. Hipotesis tentang hubungan dan perbedaan merupakan hipotesis tentang hubungan analitis. Hipotesis ini secara analitis, menyatakan hubungan atau perbedaan satu sifat dengan sifat yang lain.

#2. Hipotesis Kerja dan hipotesis Nol

Hipotesis nol mula-mula dikenalkan oleh bapak statistika Fisher, diformulasikan untuk ditolak sesudah pengujian. Dalam hipotesis nol ini, selalu ada implikasi “tidak ada beda”. Perumusan bisa dalam bentuk “tidak ada beda antara ............ dengan ........”. hipotesis nol juga dapat ditulis dalam bentuk “....... tidakk mem.....”. hipotesis nol biasanya diuji dengan statistik, dan seperti dinyatakan diatas, hipotesis nol biasanya ditolak. Dengan menolak hipotesis nol, maka kita menerima hipotesis pasangan, yang biasa para peneliti menyebutnya dengan hipotesis alternatif. Hipotesis nol biasanya digunakan dalam penelitian eksperimental. Akhir-akhir ini juga hipotesis nol juga mulai sering digunakan dalam penelitian sosial, seperti penelitian di bidang sosiologi, pendidikan, dan lain-lain. 
Hipotesis kerja dilain pihak mempunyai rumusan dengan implikasi alternatif didalamnya. Hipotesis kerja dirumuskan biasanya sebagi berikut: “Andai Kata.........., Maka............”. hipotesis kerha biasanya diuji untuk diterima. Hipotesis kerja biasanya dirumuskan oleh para peneliti –peneliti ilmu sosial dalam desain non-eksperimental. Dengan adanya hipotesis kerja, peneliti dapat bekerja lebih mudah dan terbimbing dalam memilih fenomena yang relevan dalam rangka memecahkan masalah penelitiannya. 

#3. Hipotesis Common Sense dan Ideal

Hipotesis acap kali merapkan terkaan tentang dalil dan pemikiran bersahaja dan common sense (akal sehat). Hipotesis ini biasanya menyatakan hubungan keseragaman kegiatan terapan. Contohnya, hipotesis sederhana tentang produksi dan status kepemilikan tanah, hipotesis mengenai hubungan tenaga kerja dengan luas garapan, hubungan antara dosis pemupukan dengan daya tahan terhadap insekta,hubungan antara kegiatan-kegiatan dalam industri dan sebagainya.

Sebaliknya hipotesis yang menyatakan hubungan yang kompleks dinamakan hipotesis ideal. Hipotesis ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan logis antara keseragaman-keseragaman pengalaman empiris. Hipotesis ideal adalah peningkatan dari hipotesis analitis. Misalnya kita mempunyai satu hipotesis ideal tentang keseragaman empiris dan hubungan antara darah, jenis tanah, luas garapan, jenis pupuk, dan sebagainya. Misalnya tentang hubungan jenis tanaman A dengan jenis tanaman A* dan jenis tanaman B dengan jenis tanaman B*. Jika kita perinci hubungan ideal diatas, misalnya dengan mencari hubungan antara varietas-varietas tanaman A saja, maka kita memformulasikan hipotesis analitis.

Demikian Ulasan Artikel tentang Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian yang Perlu Kamu Ketahui yang kami rangkum dari berbagai literatur. semoga bermanfaat.