Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif Dan Kaitannya Dengan Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Pada tulisan saya sebelumnya mengenai metode penelitian kualitatif, serangkaian pedoman penelitian kualitatif sudah saya uraikan dengan jelas. Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas dan mengaitkan ciri-ciri penelitian kualitatif tersebut dengan motode pengumpulan data kualitatif. 

Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif  Dan Kaitannya Dengan Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Beberapa ahli menyatakan dari penelitian kualitatif yang membedakan dengan penelitian lainnya. Menurut pandangan kreswell (1994, 1998, 2008), Denzim dan Lincoln (1994, 2009), serta pandangan Guba & Lincoln, dikemukakan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

#1.Konteks dan Setting Alamiah (naturalistic)

Penelitian kualitatif merupakan penelitian denga konteks dengan setting apa adanya atau alamiah (naturalistic), bukan melakukan eksperimen yang dikontrol secara ketat atau memanipulasi variabel. “haram” hukumnya bagi seorang peneliti kualitatif untuk memanipulasi setting alamiyah (ligkungan, situasi-kondisi, relasi antar individu, nilai, budaya, pola pikir, dan lain-lain) yang ada. Biarkan setting tersebut apa adanya, karena tugas peneliti hanya memotret dan menjabarkan suatu fenomena apa adanya.

#2. Bertujuan untuk Mendapatkan Pemahaman Yang Mendalam Tentang Suatu Fenomena

Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait dengan masalah-malah manusia dan social dengan mengintegrasikan bagaimana subyek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi prilaku mereka, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari suatu realitas seperti yang dilakukan oleh peneliti kuantitatif. Esensi dari peneli kualitatif adalah memahami. Memahami disini bukan sekedar paham, tetapi lebih dalam lagi yaitu memahami hingga inti fenomena yang diteliti sehingga memahami atau understanding menjadi tujuan penelitian kualitatif.

#3. Keterlibatan Secara Mendalam Serta Hubungan Erat Antara Peneliti Dengan Subyek Yang Diteliti

Agar peneliti bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam bagaimana subyek yang diteliti memaknai realitas dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi prilaku subyek, peneliti perlu melakukan hubungan yang erat dengan subyek yang diteliti. Untuk itu, sering kali peneliti melakukan observasi terlibat (participant observation). Adalah suatu tantangan tersendiri bagi peneliti kualitatif ketika harus membina hubungan erat dan keterlibatan secara mendalam dengan subyek yang diteliti. Hal ini tentunya tidak cukup hanya dengan “sekedar mengenal” subyek, kemudian memberikan angket atau kuisioner, yang kemudian menganalisis hasil dari angket/kuisioner tersebut. Tetapi merupakan proses panjang dan membutuhkan kemampuan personal seperti kemampuan bersosialisasi, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan subyek, kemampuan berbicara yang mumpuni, dan lain sebagainya.

#4.Teknik Pengumpulan Data yang Khas Kualitatif, tanpa adanya Perlakuan (treatment) atau memanipulasi variabel

Berbeda halnya dengan penelitian kuantitatif ataupun penelitian eksperimen, penelitian kualitatif tidak membuat perlakuan (treatment), memanipulasi variabel, dan menyusun definisi variabel operasional. Untuk mencapai tujuan penelitian kualitatif, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang khas kualitif seperti observasi dan wawancara yang umumnya mutlak digunakan. Tetapi sesungguhnya tidaklah terbatas pada observasi dan wawancara saja, dalam penelitian kualitatif, teknik lain seperti dikumentasi, riwayat hidup subyek, karya-karya tulis subyek, publikasi teks, dan lain-lain yang sering digunakan.

#5. Adanya Penggalian Nilai (Value) Yang Terkandung Dari Suatu Perilaku

Tidak seperti penelitian kuantitatif yang sebisa mungkin terbatas dari nilai-nilai tertentu (seperti nilai budaya,  nilai-nilai sosial, dan lain sebagainya), karena pada hakikatnya salah satu tujuan penelitian kuantitif adalah untuk kepentingan generalisasi, sementara nilai-nilai diatas dapat membatasi kepentingan generalisasi tersebut. Sebaliknya penelitian kualitatif justru menggali nilai yang terkandung dari suatu perilaku, dan memandang nilai-nilai yang dikandung oleh individu yang diteliti sebagai suatu bagian yang penting yang tidak terpisahkan. penelitian kualitatif meyakini bahwa perilaku tidak mungkin bebas dari nilai-nilai yang diyakini, baik berupa nilai moral, nilai agama, ataupun sosial dimana individu tersebut berinteraksi dengan lingkungannya.

#6.Penelitian Kualitatif bersifat fleksibel

Penelitian kualitatif bersifat fleksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus, teknik pengumpulan data  yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat berubah dilapangan mengikuti situasi  dan perkembangan penelitian. Ketika pada awal penelitian, hanya observasi dan wawancara saja yang digunakan dalam teknik pengumpulan teknik, tetapi jika diperlukan teknik lain yang bersifat mendukung seperti Focused Group Discusion (FGD), Dokumentasi, maka teknik tersebut dapat digunakan pada saat itu juga. Demikian halnya dengan subyek penelitian, jika pada awal penelitian, seseorang peneliti telah menentukan subyek penelitiannya, tetapi ketika ditengah penelitian, karena suatu situasi dan kondisi tertentu diperlukan penambahan/pengurangan jumlah subyek atau informasi penelitian, maka hal tersebut dapat dilakukan. Disamping tenik pengumpulan data dan subyek penelitian yang dapat berubah seiring dengan situasi dan kondisi berjalannya penelitian, pertanyaan penelitian pun dapat berubah menjadi lebih luas dan lebih kompleks jika temuan dilapangan ternyata menghasilkan temuan yang lebih luas dan lebih detail dari perkiraan sebelumnya sehingga perluasan dan kompleksitas dari pertanyaan penelitian dapat disesuaikan.

#7. Tingkat Akurasi Data Dapat Dipengaruhi Oleh Hubungan Antara Peneliti Dengan Subyek Penelitian

Tidak seperti penelitian kuantitatif juga, dimana untuk mencapai objektivitas dengan melakukan pengukuran (measurement) seacara kuantitatif, penelitian kualitatif mendapatkan akurasi data dengan melakukan hubungan yang erat dengan subyek yang diteliti dengan konteks dan setting yang alamiah. Semakin erat dan mendalam hubungan yang terjalin  antara peneliti dengan subyek yang diteliti, maka semakin mengikis “topeng-topeng” ataupun “tabir” ketidak jujuran, sehingga data yang diperoleh akan semakin akurat dan terpercaya. Dalam penelitian kualitatif, salah satu hal yang mendukung ke-autentikan ( reabilitas) data adalah kualitas hubungan antara peneliti dengan subyek penelitian. Semakin baik kualitas hubungan, maka semakin autentik data temuan.

Demikian Ulasan Artikel tentang Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif  Dan Kaitannya Dengan Metode Pengumpulan Data Kualitatif yang kami lansir dari buku yang berjudul "wawancara, observasi dan focus group" yang ditulis oleh Haris Herdiansyah M.Si. Semoga bermanfaat dan semoga sukses dalam penelitiannya.