Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Ciri - Ciri Hipotesis yang Baik dan Benar

Ciri - Ciri Hipotesis yang Baik dan Benar - seperti yang telah dibahas pada tulisan artikel sebelumnya terkait dengan perngertian hipotesis menurut para ahli, bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. 

Ciri - Ciri Hipotesis yang Baik dan Benar

Hipotesis menyatakan hubungan antara yang kita cari atau yang ingin kita pelajari. hipotesis merupakan pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagai mana adanya, pada saat fenomena yang dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam verifikasi. namun dalam hipotesis terdapat ciri-ciri yang perlu diketahui. berikut adalah ciri-ciri hipotesis yang baik dan benar:

Sebelum itu, silahkan pelajari hal lain terkait Hipotesis:
Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Para Ahli
Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian yang Perlu Kamu Ketahui 
Tiga Bentuk Hipotesis yang ada Dalam Penelitian 
Contoh Hipotesis Penelitian Berdasarkan Bentuk Hipotesis


#1. Menyatakan Hubungan

ini berarti hipotesis mengandung dua atau lebih variabel-variabel yang dapat diukur ataupun potensial dapat diukur. hipotesis menspesifikasikan bagaimana hubungan variabel-variabel tersebut berhubungan. hipotesis yang tidak mempunyai ciri-ciri hipotesis diatas sama sekali bukan hipotesis dalam pengertian metode ilmiah. 

#2. Sesuai dengan Fakta

Sesuai dengan fakta artinya harus cocok dengan fakta, dapat dimengerti dan tidak mengandung hal-hal yang metafisis. sesuai dengan fakta, bukan berarti hipotesis baru diterima jika hubungan yang dinyatakan harus cocok dengan fakta. hipotesis yang tidak mempunyai ciri-ciri hipotesis diatas sama sekali bukan hipotesis dalam pengertian metode ilmiah. 

#3. Berhubungan dengan Ilmu, Serta Sesuai dan Tumbuh dengan ilmu Pengetahuan

hipotesis juga harus tumbuh dari dan ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan dan berada dalam bidang penelitian yang sedang dilakukan. jika tidak maka hipotesis bukan lagi terkaan tetapi merupakan suatu pernyataan yang tidak berfungsi sama sekali. 

#4. Harus dapat di UJI

Hipotesis Harus dapat diuji, baik dengan nalar dan kekuatan memberi alasan ataupun dengan menggunakan alat-alat statistik. Alasan yang diberikan biasanya bersifat deduktif. Hipotesis supaya dapat diuji maka harus bersifat spesifik. pernyataan hubungan antar variabel yang terlalu umum biasanya akan memperoleh banyak kesulitan.

#5. Harus Sederhana

Harus sederhana, karena hal ini untuk mengurangi timbulnya kesalah pahaman pengertian. makin spesifik atau khas sebuah hipotesis yang dirumuskan, maka semakin kecil pula kemungkinan terdapat salah pengertian dan semakin kecil pula kemungkinan memasukan hal yang tidak relevan dalam hipotesis.

#6. Harus Bisa Menerangkan Fakta

Hipotesis juga harus dapat dinyatakan dalam bentuk yang dapat menerangkan hubungan fakta-fakta yang ada dan dapat dikaitkan dengan teknik pengujian hipotesis yang dapat dikuasai oleh sang peneliti.

Secara umum hipotesis yang baik harus mempertimbangkan semua fakta-fakta yang relevan, masuk akan dan tidak bertentangan dengan hukum alam yang telah diciptakan oleh tuhan yang maha esa. hipotesis harus dapat diuji dengan aplikasi deduktif dan induktif untuk verifikasi dan juga hipotesis harus disusun dengan sederhana. 

Demikian uraian artikel tentang Ciri - Ciri Hipotesis yang Baik dan Benar. Semoga bermanfaat dan semoga sukses dalam pembuatan tugas makalah tentang hipotesis anda.