Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Teori Studi Kelayakan Beserta Pendekatannya [MUDAH DIPAHAMI]

Teori Studi Kelayakan Beserta Pendekatannya - Rencana yang telah ditetapkan ditindaklanjuti dengan melakukakan Studi kelayakan. Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan dari kegiatan yang terdapat dalam rencana yang dapat dilaksanakan dalam jangka menengah.

Teori Studi Kelayakan

Dalam Studi kelayakan sudah termasuk pradesain sturuktur yang akan di bangun dan direncanakan pengadaan tanah dan/ atau pemukiman kembaku. Studi kelayakan yang dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk jangka waktu 5 tahun atau lebih dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya tersebut, mencakup:

1. Kelayakan teknis, ekonomi, social, dan lingkungan
2. Kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan
3. Keterpaduan antar sector
4. Kesiapan pembiayaan
5. Kesiapan kelembagaan

Pelajari Juga: Teori Produksi Menurut Pendapat Para Ahli

Studi kelayakan ditindak lanjuti dengan penyusunan progam-progam. Progam disusun dan ditetapkan oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman pada rencana dan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Perkiraan benefit (cash in flows) dan perkiraan cost (cash out flows) yang menggambarkan tentang posisis keuangan di masa yang akan datang dapat digunakan sebagai alat kontrol dalam pengendalian biaya untuk memudahkan dalam mencapai tujuan usaha/proyek. Di pihak lain, dengan adanya hasil perhitungan kriteria investasi, penanaman modal dapat menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Kriteria investasi yang digunakan meliputi: Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Ratio (PR), Payback Period (PP), dan Analisis sensitivitas.

#1. Net Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV) adalah kriteria investasi yang banyak digunakan dalam mengukur apakah suatu proyek feasible atau tidak. Perhitungan Net Present Value (NPV) merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor. Net Present Value (NPV) menunjukkan kelebihan benefit (manfaat) dibandingkan dengan Cost (biaya). Pada suatu investasi akan dikatakan layak untuk dilanjutkan jika nilai NPV lebih dari nol, jika nilai NPV kurangdari nol maka investasi tersebut tidak layak untuk dilanjutkan. Rumus Net Present Value (NPV) yaitu:
Net Present Value (NPV)
Keterangan:
Bt = Economic Benefit (penerimaan untuk unit penampungan susu) pada tahun ke t
Ct = Cost (pengeluaran untuk unit penampungan susu) pada tahun ke t 
t   = Tahun Investasi unit penampungan susu (Jangka Waktu) 
n  = Umur Investasi unit penampungan susu (1,2,3,…,n) 
i   = Social Discount Rate (Tingkat Suku Bunga)

#2. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)
Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) adalah perbandingan antara net benefit yang telah di discount positif dengan net benefit yang telah di discount negatif. rumusnya yaitu:
Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)
Keterangan: 
Bt = Economic Benefit (penerimaan untuk unit penampungan susu) pada tahun ke t 
Ct = Cost (pengeluaran untuk unit penampungan susu) pada tahun ke t 
 t   = Tahun Investasi unit penampungan susu(Jangka Waktu) 
 n  = Umur Investasi unit penampungan susu (1,2,3,…,n) 
 i   = Social Discount Rate (Tingkat Suku Bunga)

Kriteria nilai Net B/C :
Apabila nilai Net B/C > 1 maka gagasan usaha/proyek tersebut layak untuk dikerjakan dan Apabila nilai Net B/C < 1 maka gagasan usaha/proyek tersebut tidak layak untuk dikerjakan. Apabila nilai Net B/C sama dengan 1, maka cash in flows sama dengan cash out flows yang dalam present value disebut dengan Break Even Point (BEP), yaitu total cost = total revenue.

#3. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)
Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) adalah perbandingan antara benefit kotor yang etlah di discount dengan cost secara keseluruhan yang telah di discount. Rumusnya yaitu:
Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)
Kriteria nila Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) 
Apabila Gross B/C > 1 maka feasible (go).
Apabila Gross B/C < 1 maka tidak feasible (go).
Apabila Gross B/C = 1 maka berada dalam keadaan BEP.

#4. Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan Net Present Value (NPV)  = 0 (nol). Apabila perhitungan IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) dikatakan proyek/usaha tersebut feasible, bila sama dengan SOCC berarti pulang pokok dan dibawah SOCC proyek tersebut tidak feasible. Rumus IRR sebagai berikut:
Internal Rate of Return (IRR)
Keterangan:
I1 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1 
I2 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2

#5. Profitability Ratio (PR)
Profitability Ratio (PR) adalah suatu rasio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi dan pemeliharaan dibanding dengan jumlah investasi. Nilai dari masing-masing variable dalam bentuk present value atau nilai yang telah di discount dengan discount factor dari Social Opportunity Cost of Capital yang berlaku dalam masyarakat. Rumus dari Profitability Ratio yaitu:
Ukuran yang digunakan dalam hasil perhitungan Profitability Ratio sama dengan rasio sebelumnya, apabila PR > 1 berarti layak (feasible), PR < 1 berarti tidak layak dan PR = 1 berarti berada dalam keadaan BEP.

#6. Payback Period (PP)
Payback Period (PP) adalah teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu usaha dengann cara mengukur seberapa cepat suatu investasi kembali. Terdapat dua macam model perhitungan yang dapat digunakan untuk menghitung masa pengembalian investasi, yaitu :

1. Jika aliran kas per tahun jumlahnya sama
 Payback Period
2. Jika aliran kas tidak sama maka harus dicari satu per satu yakni dengan cara mengurangkan total investasi dengan cash flow sampai diperoleh hasil total investasi sama dengan cash flow pada tahun tertentu.
Payback Period
Keterangan :
n = tahun terakhir dimana jumlah cash flow masih belom bisa menutup origin investment
a = jumlah origin investment
b = jumlah kumulatif cash flow pada tahun ke n
c = jumlah kumulatif cash flow pada tahun ke n+1

#7. Analisis Sensitivitas
Analisis ini berdasarkan pada kemungkinan yang paling optimis sampai pada kemungkinan yang paling pesimis. Range (jarak) antara kategori optimis dan pesimis yang lebih kecil merupakan investasi yang beresiko rendah. Analisis ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya perubahan seperti :
  • Adanya cost overrun, yaitu kenaikan biaya-biaya kontruksi, biaya baku, dan produksi.
  • Penurunan produktivitas
  • Mundurnya jadwal pelaksanan proyek

Analisis tersebut dapat diketahui seberapa jauh dampaknya terhadap kelayakan proyek. Analisis sensitivitas ini dilakukan dengan menghitung IRR, NPV, B/C ratio, danpayback period.

Nah Gaes, Itulah Ulasan artikel terkait dengan Teori Studi Kelayakan Beserta Pendekatannya yang kami rangkum dalam laporan akhir semester kami ang berjudul analisis kelayakan agroindustri tempe kabupaten jember. terkait dengan ulasan artikel tersebut apakah ada yang ingin ditanyakan gaes?