Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Perbedaan Aksioma dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Perbedaan Aksioma Via bankoboev
Perbedaan Aksioma dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. - Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma penelitian kualitatif dan kuantitif meliputi tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai. Perbedaan aksioma antara peneliti kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan aksioma dalam peneliti kualitatif dan kuantitatif, ditunjuk kan pada gambar di bawah ini .


#1.Sifat reabilitas
Dalam memandang realitas, gejala, atau obyek yang diteliti. Terdapat perbedaan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Seperti telah dikemukakan, dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme, realitas dipandang sebagai sesuatu yang konkret, dapat diamati dengan panca indra, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan prilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverivikasi. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari obyek yang diteliti, dan kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya. 
Dalam penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat Postpositivisme atau paradigma interpretive, suatu realitas atau obyek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah kedalam beberapa variabel. Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamin, hasil kontruksi pemikiran dan interpretasi terhadap gejala yang diamati, serta utuh (holistik) karena setiap aspek dari obyek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ibarat meneliti performance suatu mobil, peneliti kuantitatif dapat meneliti mesinnya saja, atau body nya saja, tetapi peneliti kualitatif akan meneliti semua komponen dan hubungan satu dengan yang lain, serta kinerja pada saat mobil di jalankan.

#2.Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu diluar dirinya sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independent.  Dengan menggunakan kuisioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data. 
Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrumen dan dengan teknik pengumpulan data participant observation (observasi berperan serta) dan indepth interview (wawancara mendalam), maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data. Dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberikan data.

Pelajari Juga: Pedoman dalam Penelitian Kualitatif yang Perlu di Pahami

#3.Hubungan antar variabel
Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (Kausal), sehingga dalam penelitiannya ada varibel independent dan dependent. Dari variabel tersebut selajutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik dan lebih menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi ( reciprocal/interaktif), sehigga tidak diketahui mana variabel independent dan dependentnya.

#4.Kemungkinan generalisasi
Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Selanjutnya data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi dimana sampel tersebut diambil).

Pada penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna. Seperti telah dikemukakan, makna adalah dibalik yang tampak. Walaupun penelitian kualitatif tidak membuat generalisasi, tidak berarti hasil penelitian kualitatif tidak dapat diterapka ditempat lain. Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut  engan transferability dalam bahasa indonesia dinamakan keteralihan. Maksudnya adalah bahwa, hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan ditempat lain. Keterangan tersebut digambarkan pada gambar dibawah ini.

Pelajari Juga: Distribusi Frekuensi (Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran)

#5.Peranan nilai 
Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data. Dala interaksi ini baik peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan dan persepsi yang berbeda, sehingga pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan akan terkait oleh nilai masing-masing.  Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, karena peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. Karena ingin bebas nilai, maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data, supaya data yang diperoleh obyektif. 

Nah Gaes, Itulah Ulasan terkait dengan Perbedaan Aksioma dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif yang kami rangkum dari buku Dr. Sugiono yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Terkait dengan Pembahasan Diatas apakah yang yang ditanyakan Gaes?