Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Kapan Metode Kualitatif dan kuantitatif digunakan? Ini Jawabannya

Kapan Metode Kualitatif dan kuantitatif ehow.com
Kapan Metode Kualitatif dan kuantitatif digunakan - Antara metode penelitian Kualitatif dan kuantitatif tidak perlu dipertentangkan, karena saling melengkapi dan masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Namun kadang kita sebagai peneliti sebelum melakukan penelitian sering dibingungkakn terkait dengan metode apa yang akan kita gunakan dan Kapan metode Kuantitatif dan kuantitatif digunakan. Bersamaan dengan artikel kali ini, berikut dikemukakan kapan sebaiknya kedua metode tersebut digunakan.

Pelajari Juga : Apakah Metode Kualitatif Dan Kuantitatif Dapat Digabungkan (Mix Method)? Ini Jawabannya

1.Penggunaan Metode Kuantitatif
Penggunaan metode Kuantitatif dalam kesempatan kali ini yaitu pengunaan metode Kuantitatif dengan meliputi survey dan experiment. Metode kuantitatif digunakan apabila 

Pelajari Juga:Pedoman dalam Penelitian Kuantitatif yang Perlu di Pahami

a.Bila permasalahan yang merupakan titik tolak sudah jelas.
Masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dan pelaksanaan, antara teori dan praktek, antara rencanan dengan pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian, masalah ini harus ditunjukan dengan mata, baik data hasil penelitian sendiri maupun dokumentasi. Misalnya akan meneliti untuk menemukan pola pembrantasan kemiskinan, maka data orang miskin sebagai masalah harus ditunjukan. 

Pelajari Juga : Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah dalam Penelitian

b.Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
Metode penelitian Kuantitatif cocok digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas, maka penelitian dapat menggunakan sample yang diambil dari populasi tersebut.
c.Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.
Untuk kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan. Misalnya pengaruh jamu tertentu terhadap derajat kesehatan.
d.Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.
Hipotesis dapat berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif. Dan ketika para peneliti ingin menguji hipotesis yang sudah ada, peneliti dapat menggunakan metode Kuantitatif ini.
e.Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. 
Misalnya seorang penelitia ingin mengetahui IQ anak-anak dari golongan masyarakat tertentu yang, maka dilakukan pengukuran dengan Test IQ. Pengukuran test IQ dapat menggunakan metode Kuantitatif ini.
f.Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori, dan produk tertentu.
Metode Kuantitatif cocok digunakan sebagai parameter pengukuran validitas terkait dengan pengetahuan, teori, dan produk dengan menggunakan perhitungan yang telah disediakan oleh para peneliti terdahulu. Karena metode kualiatif lebih memberikan sajian pendiskripsian yang mendalam.

2.Penggunaan Metode Kualitatif
Metode kuantitatif digunakan untuk kepentingan yang berbeda apabila dibandingkan dengan metode Kuantitatif. Berikut ini dikemukakan kapan metode kuantitatif bisa anda gunakan dalam penelitian anda. 

Pelajari Juga : Pedoman dalam Penelitian Kualitatif yang Perlu di Pahami

a.Bila masalah penelitian masih belum jelas.
Kondisi semacam ini cocok untuk diteliti dengan metode kualitatif karena peneliti kualitatif akan langsung masuk ke obyek, melakukan penjelajahan dengan grand to question, sehingga masalah akan dapat di temukan dengan jelas. Melalui penelitian model ini, peneliti akan melakukan eksplirasi terhadap suatu obyek. Ibarat orang akan mecari sumber minyak, tambang emas, dan lainnya. 
b.Untuk memahami makna dibalik data yang tampak.
Gejala social sering tidak bisa difahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan tindakan orang sering mempunya makna tertentu. Sebagai contoh, orang yang menangis, tertawa, cemberut, mengedipkan mata, memiliki makna tertentu. Sering terjadi, menurut peneliti kuantitatif, tetepi justru menjadi tanda tanya menurut peneliti kualitatif. Sebagai contoh ada 99 orang menyatakan bahwa A adalah pencuri, sedangkan satu orang menyatakan tidak. Mungkin yang satu orang ini yang benar. Menurut penelitian kuantitatif, cinta suami kepada istri dapat diukur dari banyaknya sehari di cium. Menurut penelitian kualitatif semakin banyak suami mecium istri maka malah menjadi tanda tanya. Janga-jangan hanya berpura-pura. Data untuk mencari makna dari setiap perbuatan tersebut hanya cocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendala, dan observasi serta berperan serta dokumentasi.

Pelajari Juga : Ketahuilah Pengertian Variabel dalam Penelitian

c.Memahami interaksi sosial
Interaksi sosial yang komplek hanya dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi sosial tersebut. Dengan demikian akan dapat ditemukan pola-pola hubungan yang jelas
d.Memahami perasaan orang
Perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, dan observasi berperan serta untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
e.Untuk mengembangkan teori
Metode kualitatif paling cocok digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan. Teori yang demikian dibangun melalui grounded reasearch. Dengan metode kualitatif peneliti pada tahap awalnya melakukan penjelahan, selanjutnya melakukan pengumpulan data yang mendalam sehingga dapat ditemukan hipotesis yang berupa hubungan antar gejala. Hipotesis selanjutnya diverivikasi dengan pengumpulan data yang lebih mendalam. Bila hipotesis terbukti, maka akan menjadi thesis atau teori. 

Pelajari Juga: Ketahuilah Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif

f.Untuk memastikan kebenaran data.
Data sosial sering dipastikan kebenarannya dengan metode kualitatif, melalui teknik pengumpulan data secara triangulasi, gabungan (karena dengan teknik pengumpulan data tertentu belum dapat menemukan apa yang dituju, maka diganti dengan teknik lain), maka kepastian data akan lebih terjamin. Selain itu dengan metode kualitatif, data yang diperoleh diuji kredibilitasnya, dan penelitian berakhir setelah data itu penuh maka kepastian data akan diperoleh. Ibarat mencari siapa yang mecari siapa yang menjadi porfokator, maka sebelum ditemukannya siapa yang menjadi profokator, yang dimaksud maka penelitian belum dinyatakan selesai.
g.Meneliti sejarah perkembangan.
Sejarah perkembangan kehidupan seseorang tokoh atau masyarakat akan dapat dilacak melalui metode kualitatif. Dengan menggunakan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada orang atau pelaku yang dipandangan tau, maka sejarah perkembangan kehidupan seseorang. misalnya akan meneliti sejarah perkembangan kehidupan raja-raja di jawa, sejarah perkembangan masyrakat tertentu sehingga masyrakat tertentu menjadi masyarakat yang etos kerjanya tinggi atau rendah. Penelitian perkembangan ini juga bisa dilakukan dibidang pertanian, bidang teknik seperti meneliti kinerja mobil dan sejenisnya, dengan melakukan pengamatan secara terus menerus dengan dibantu kamera terhadap proses tumbuh dan berkembangnya bunga terntu atau mesin mobil tertentu.

Nah gaes, itulah artikel terkait dengan Kapan Metode Kualitatif dan kuantitatif digunakan yang kami rangkum dari buku seorang penulis ternama dengan bukunya yang berjudul Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Kami harap dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat dalam penelitian kamu gaes. Terkait dengan artikel tersebut apakah ada yang ditanyakan gaes?