Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Pedoman dalam Penelitian Kualitatif yang Perlu di Pahami

Dalang Dalam Pewayangan Via youtube.com
Pedoman dalam Penelitian Kualitatif - Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan, seperti orang mau picnic, sehingga dia baru tau tempat yang akan dituju, tetapi tentu belum tau pasti apa yang ada ditempat itu. Ia akan tau setelah memasuki obyek, dengan cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar, berfikir, dan melihat obyek, serta aktivitas orang yang ada disekitarnya, melakukan wawancara, dsb. Proses penelitian kualitatif juga dapat diibaratkan seperti orang asing yang mau melihat pertunjukan wayang kulit atau kesenian atau peristiwa lain. Ia belum tau apa, mengapa, bagaimana, wayang kulit itu. Ia akan tau setelah ia melihat, mengamati dan menganalisis dengan serius.
#Tahap Pertma : Penentuan Masalah
Berdasarkan ilustrasi diatas dapat dikemukakan bahwa walaupun peneliti kualitatif belum memliki masalah atau keinginan yang jelas, tetepi dapat langsung dapat memasuki obyek atau lapangan. Pada waktu memasuki obyek peneliti tentu masih merasa asing terhadap obyek tersebut seperti halnya orang asing yang masih asing terhadap pertunjukan wayang kulit. Setelah memasuki obyek yang masih bersifat umum. Misalnya dalam pertunjukan wayang pada tahap awal, dia akan melihat penontonnya, panggungnya, gamelannya, penabuhnya (pemain gamelannya), wayangnya, dalangnya, pesindennya (penyanyi), aktivitas penyelenggaraanya. Pada tahap ini disebut dengan tahap orientasi atau diskripsi, dengan grand tour question. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan ditanyakan. Mereka baru mengenal serba sepinta terhadap informasi yang diperolehnya.
#Tahap Kedua : Reduksi/focus
Proses penelitian kualitatif pada tahap kedua disebut dengan tahap reduksi/focus. Pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Pada proses reduksi ini, peneliti mereduksi data yang ditemukan pada tahap satu untuk memfokuskan pada tahap satu. Pada tahap reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara memilih mana data yang menarik, penting, berguna, dan baru. Data yang dirasa tidak dipakai disingkirkan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka data-data tersebut dikelompok menjadi berbagai kategori yang ditetapkan sebagai focus penelitian. Bila dikaitkan dengan melihat contoh pertunjukan wayang, maka peneliti telah menfokuskan pada masalah tertentu, misalnya masalah wayang dan dalangnya saja. 
#Tahap Ketiga : Selection
Proses penelitian kualitatif, pada tahap ketiga adalah tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan focus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Ibaratnya pohon, kalau focus itu baru pada aspek cabang, maka kalau ada tahap selection peneliti sudah mengurai sampai ranting, daun, dan buahnya. Kalau diibaratkan pertunjukan wayang tadi, kalau fokusnya pada wayang, maka peneliti ingin tau lebih dalam tentang wayang, cara membuat wayang, makna setiap pahatan pada wayang , jenis cat yang digunakan, cara mengecat dan sebagainya.

Pelajari juga:  Pedoman dalam Penelitian Kuantitatif yang Perlu di Pahami

Pada peneliti tahap ketiga ini setelah melakukan analisis yang mendalami terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkrontruksikan data yang diperoleh menjadi suatu bangunan pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.
#Tahap Keempat : Penyusunan
Hasil akhir dari penelitian kualitatif bukas sekedar menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari melalui metode kuantitatif, tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia. Dalam gambar ditunjukan bahwa data atau informasi yang diperoleh dapat berbentuk informasi yang bersifat diskriptif, komparatif dan asosiatif. Informasi diskriptif adalah gambaran lengkap tentang keadaan obyek yang diteliti (A,B,C,X,Y,Z,$ & @). informasi komperatif adalah gambarang lengkap tentang perbedaan atau persamaan tentang keadaan obyek yang diteliti (A1 :A2) ; (X1 : X2) (S1:s2), dan informasi asosiati adalah gambaran informasi lengkap tentang hubungan antar variable satu dengan gejala yang lain (X1 berhubungan interaksi dengan X2 dan Y).

Proses memperoleh data atau informasi pada setiap tahapan (deskripsi, reduksi,seleksi) tersebut dilakukan secara sirkuler, berulang-ulang dengan berbagai cara dari berbagai sumber. Setelah peneliti memasuki obyek penelitian atau sering disebut dengan situasi social (yang terdiri antara tempat,aktor atau pelaku atau orang-orang, dan aktivitas)
1. penliti berfikir apa yang akan ditanyakan. 
2. Setelah berfikir hingga menemukan apa yang akan ditanyakan, maka peneliti selanjutnya bertanya pada orang-orang yang dijumpai pada tempat tersebut.
3. Setelah pertanyaan diberi jawaban, peneliti akan menganalisis apakah jawaban yang akan diberikan itu betul atau tidak
4. Kalau jawaban dirasa betul, maka buatlah kesimpulan
#Tahap Kelima: Mencandra kembali terhadap kesimpulan yang telah dibuat
Pada taha kelima peneliti mencandra kembali terhadap kesimpulan yang telah dibuat. Apakah kesimpulan yang telah dibuat itu kridibel atau tidak. Untuk memastikan kesimpulan yang telah dibuat tersebut, maka peneliti perlu masuk kelapangan lagi, mengulangi pertanyaan dengan cara dan sumber berbeda, tetapi dengan tujuan yang sama. Kalau kesimpulan telah diyakini telah meiliki kredibilitas yang tinggi. Maka pengumpulan data dinyatakan selesai.

Nah gaes, itulag ulangan tentang artikel yang berjudul  Pedoman dalam Penelitian Kualitatif yang Perlu di Pahami yang kami rangkum dalam buku seorang penulis ternama Dr.Prof Sugiyono dengan bukunya yang berjudul Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. semoga bermanfaat dan sukses selalu gaes.