Kl1k (X) 2 Kali Untuk Menutup Popup Ini
Atau Sukai Fanspage Untuk Mendukung kami ×

Gaes, Ketahuilah Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif

Teori dalam penelitia kualitatif
Teori dalam penelitia kualitatif
Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif Sumua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua penelitian harus berbekal teori. Dalam penelitian kualitatif, teori yang digunakan harus sudaj jelas, karena teori disini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis, dan sebagai referensi untuk menyusu instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kualitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai.

Pelajari juga : Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah dalam Penelitian kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, karena permasalah yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusuna proposal kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian kuantitatif itu bersifat menguji hipotesis atau teori sedangkan dalam penelitian kualitatif bersifat menemukan teori.
Dalam penelitian kuantitatif jumlah teori yang digunakan sesuai dengan variabel yang digunakan dalam penelitian, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik, jumlah teori yang harus dimiliki oleh peneliti kualitatif jauh lebih banyak karena harus disesuaikan dengan fenomena yang berkembang dilapangan. Peneliti kualitatif akan lebih prosfessional kalau menguasai semu teoi sehinga wawasannya akan menjadi lebih luas, dan dapat menjadi instrumen penelitian yang baik. Teori bagi penelitian  kualitif akan berfungsi sebagai bekal untuk bisa memahami konteks sosial secara lebih luas dan mendalam. Walaupun peneliti kualitatif dituntut untuk menguasai teori yang luas dan mendalam, namun dalam melaksanakan penelitian kualitatif, peneliti kualitatif harus mampu melepaskan teori yang dimiliki tersebut  dan tidak digunakan sebagai panduan untuk menyusun instrumen dan sebagai panduan untuk wawancara, dan observasi. Peneliti kualitatif dituntut dapat menggali data berdasarkan apa yang diucapkan , dirasakan, dan dilakukan oleh partisipan atau sumber data. Peneliti kualitatif harus bersifat “perspective emic” artinya memperoleh data bukan “bukan sebagai mana seharusnya”, bukan berdasarkan apa yang difikirkan oleh peneliti, tetapi berdasarkan sebagaimana adanya yang terjadi dilapangan, yang dialami, dirasakan, dan difikirkan oleh partisispan/sumber data

Pelajari juga :Fenomena Per-Masalah-an yang ada dalam Penelitian Kulitatif

Oleh karena itu penelitian kualitatif ini jauh lebih sulit dari pada penelitian kuantitaif, karena peneliti harus berbekal teori yang luas sehingga mampu menjadi “human Instrumen” yang baik. Peneltian kualitatif lebih sulit bila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, karena data yang terkumpul bersifat subyektif dan instrumen sebagai alat pengumpul data adalah peneliti itu sendiri.

Pelajari juga : Masalah-Masalah yang ada Dalam Penelitian Kualitatif

Untuk dapat menjadi instrument peneliti yang baik, peneliti kualitatif dituntut untuk mewakili wawasan yang luas, baik wawancara teoritis maupun wawasan yang terkait dengan konteks social yang diteliti yang berupa nlai, budaya, keyakinan, hukum, adat istiadat yang terjadi dan berkembang pada konteks sosial tersebut. Bila peneliti tidak memiliki wawasan yang luas, maka peneliti akan sulit membuka pertanyaan kepada sumber data, sulit memhami apa yang terjadi, tidak aka dapat melakukan analisis secara induktif terhadap data yang diperoleh. Sebagai contoh seorang peneliti dibidang manajemen akan merasa sulit untuk mendapatkan data tentang kesehatan, karena untuk bertanya pada bidang kesehatan saja akan mengalami kesulitan. Demikian juga peneliti yang berlatar belakangkan bidang pendidikan, akan sulit untuk bertanya dan memahami bidang antropologi.

Pelajari juga : Judul Laporan dalam penelitian kualitatif 

Peneliti kualitatif dituntut mampu mengorganisasikan semua teori yang dibaca. Landasan teori yang dituliskan ldama proposal penelitian lebih berfungsi untuk menujukkan seberapa jauh peneliti memiliki teori dan memahami permasalahan yang diteliti walaupun masih permasalahan tersebut bersifat sementara itu. Oleh karena itu landasan teori yang dikemukan,  tidak merupakan harga mati, tetapi bersifat sementara. Peneliti kualitatif dituntut untuk melakuakan grounded reasearch, yaitu menemukan teori berdasarkan data yang diperoleh dilapangan atau situasi sosial.

Nah Gaes, Itulah penjelasan artikel terkait dengan Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif yang kami rangkum dari buku Sugiono dalam bukunya yang berjudul "Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D". terkait dengan artikel ini apakah ada yang ingin di tanyakan gaes ?