Skip to main content
Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Pedoman dalam Penelitian Kuantitatif yang Perlu di Pahami

Gaes, penelitian kuantitatif merupakan salah satu cabang dari metodologi penelitian. penelitian kuantitatif dalam prosesnya berbeda dengan penelitian yang lain seperti penelitian kualitatif. pada kesempatan kali ini kita akan membahas terkait dengan pedoman dalam penelitian kuantitatif yang perlu di pahami sebelum melakukan penelitian kuantitatif.

Pedoman dalam Penelitian Kuantitatif yang Perlu di Pahami

#1.Perumusan Masalah dan Perumusan Hipotesis

Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah namun masalah yang dibawa peneliti kuantitaif berbeda dalam penelitian kuantitatif masalah yang harus bawa oleh peneliti harus sudha jelas, sedangkan masalah dalam penelitian kuantitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneiti memasuki lapangan. 

Setelah masalah diidentifikasikan dan dibatasi maka selanjutnya masalah tersebut dirumuskan. Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Berdasarkan rumusan masalah selanjutnya, maka peneliti menggunakan berbagai teori untuk menjawabnya. Jadi teori dalam penelitian kuantitatif ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian tersbeut. Jawaban terhadap rumusan masalah baru dengan menggunakan teori tersebut dinamakan hipotesis, maka hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. 

Hipotesis yang masih merupakan jawaban sementara tersebut, selanjutnya akan dibuktikan kebenarannya secara empiris atau nyata. Untuk itu penelitian melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan pada populasi tertentu yang telah titetapkan oleh penelitia. Bila populasi terlalu luas dan peneliti memiliki keterbatasan waktu, dana , dan tenaga, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Bila peneliti bermaksud membuat generalisasi, maka sample yang diambel harus representative, dengan teknik random sampling.

#2. Pengumpulan Data dan Analisis Data

Meneliti adalah mencari data yang tetiti akurat. Untuk itu peneliti perlu menggunakan instrument penelitian. Dalam ilmu-ilmu alam, teknik, dan ilmu empiric lainnya, instrumen seperti thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu, timbangan untuk mengukur berat semua sudah ada, sehingga tidak perlu membuat instrument. Tetapi dalam penelitian social, sering instrument yang akan digunakan untuk meneliti belum ada, sehingga peneliti harus membuat sendiri. Agar instrument dapat dipercaya, maka harus diuji validtas dan relibilitasnya.

Setelah instrument teruji validitas dan reliabilitasnya, maka dapat digunakan untuk mengukur variable yang telah ditetapkan untuk diteliti. Instrument untuk pengumpulan data dapat berbentuk test dan non test. Untuk instrument yang berbentuk non test, dapat digunakan sebagai kuisioner, pedoman observasi dan wawancara. Dengan demikian teknik pengumpulan data selain berupa test dalam penelitian ini dapat berupa kuisioner, observasi dan wawancara. 

Data yang telah terkumpul selanjutnya di analisis. Analisis diarahkan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistic yang digunakan dapat berupa statistic deskriptif dan inferensial atau induktif. Statistic inferensial dapat berupa statistic parametris dan statistic non parametris. Peneliti menggunakan statistic inferensial bila penelitian dilakukan pada sample yang diambel secara random.

#3.Penyajian Data

Data hasil analisi selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. Penyajian data dapat menggunakan table, table distribusi frekuensi, grafik garis, grafik batang, piechart (diagram lingkaran), dan pictogram. Pembahasan hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan intepretasi terhadap data-data yang telah disajikan.

#4. Pembuatan Kesimpulan dan Saran

Setelah hasil penelitian di berikan pembahasan, maka selanjutnya dapat disimpulkan. Kesimpulan berisi jawaban singkat yang berisi setiap rumusan masalah berdasarkan data yang telah terkumpul. Jadi kalau rumusan masalah ada lima, maka kesimpulannya juga ada lima. Karena peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah, maka peneliti berkewajiban untuk memberikan saran-saran. Melalui saran-saran tersebut diharapkan masalah-masalah dapat dipecahkan. Saran yang diberikan harus berdasarkan kesimpulan hasil penelitian. Jadi jangan membuat saran yang tidak berdasarkan hasil penelitian yang telah di hasilkan.

Apabila hipotestis penelitian yang diajukan tidak terbukti, maka perlu di cek apakah ada yang salah dalam penggunaan teori, instrument, pengumpulan, analisis data, atau rumusan masalah yang diajukan.

Nah Gaes, Itulah Pedoman dalam Penelitian Kuantitatif yang Perlu di Pahami yang di bahas pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dalam pembuatan makalah Penelitian Kuantitatif dan terima kasih telah berkunjung.

Popular posts from this blog

10 Contoh Teks Eksposisi Singkat Tentang Pendidikan, Lingkungan, Politik, Ekonomi Beserta Strukturnya

Pengertian teks eksposisi adalah sebuah karangan dengan satu pokok pikiran atau paragaf yang dikembangankan dengan tujuan untuk spesifikasi penjelasan atau pemberian pemahaman tentang suatu hal dengan menggunakan gaya bahasa yang singkat, padat, dan akurat. Teks eksposisi ini umumnya sering digunakan dalam karya tulis berupa koran berita, petunjuk penggunaan, dan karya tulis lainn yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca. 



Ciri - Ciri Teks EksposisiTerdapat beberapa cirikhas pentinga yang membedakan teks eksposisi ini dengan teks yang lain seperti teks prosedur, teks eksplanasi, teks editorial, dan lain sebagainya. Ciri - ciri dari teks tersebut adalah sebagai berikut : a. Memberikan dan menjelaskan informasi dalam bentuk pengetahuan. b. Menggunakan bahasa yang lugas, jelas, dan mengguanakan kalimat - kalimat baku. c. Memiliki struktur teks yang jelas. d. Fakta yang ada di dalamnya berfungsi sebagai dasar suatu ide (Tidak selalu).  e. Tidak memaksakan kehendak penulis kepada…

111 Contoh SLOGAN PENDIDIKAN Dan Gambarnya Unik dan Menarik [TERBARU]

Pengetian slogan adalah serangkaian kata atau frasa yang unik dan menarik yang berbentuk retorika sederhana dan juga memberikan ruang untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci. Umunya slogan digunakn untuk menyampaikan sebuah ide, ekspresi, atau suatu tujuan agar dapat dengan mudah untuk di ingat. konteks yang digunakan pun sifatnya bebas, dapat berupa gagasan politik, komersial, agama, dan lainnya.



Slogan tentang pendidikan merupakan slogan yang pada umumnya digunakan untuk mengungkapkan pesan, motivasi, informasi, tujuan dan lain sebagainya yang konteksnya berkaitan dengan pendidikan. Pada kesempatan kali ini, kami memberikan contoh slogan beserta gambarnya yang unik dan menarik, sehingga sobat dapat dengan mudah untuk mengingatnya. 

Silahkan baca juga:
Tata Cara Mandi Wajib, Bacaan Doa Niat Mandi Wajib
Contoh CV (Daftar Riwayat Hidup) Terbaru 2017
Bacaan Doa Sesudah WUDHU yang Benar (Arab, Latin, dan Artinya)

Belajarlah agar tidak menjadi orang bodoh.Guru adalah kunci menuju masa dep…

7 Contoh TEKS EKSPLANASI Tentang Bencana Alam ( Banjir, Gempa Bumi, Tsunami) TERBARU

Sebelum kita memahami contoh teks eksplanasi, hendaknya kita memahami dulu Apa pengertian dari teks eksplanasi itu sendiri ? Pengertian Teks eksplanasi adalah jenis naskah atau tulisan yang berupa teks yang dapat digunakan untuk menjelaskan suatu proses terjadinya suatu fenomena alam atau fenomena sosial (Object). Dengan menggunakan teks eksplanasi kita dapat menjelaskan terjadinya suatu fenomena baik itu fenomena alam ataupun fenomena sosial dengan sejelas-jelasnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Teks Eksplanasi Lengkap dengan Pengertian, Struktur dan Cirinya


Dalam membuat teks eksplanasi terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh penulis. Pertama adalah kejujuran, Mengapa demikian? Karena teks eksplanasi dibuat berdasarkan fenomena alam atau sosial yang ada dan nyata, bukan di ada-ada.  Yang kedua, teks eksplanasi yang dibuat oleh penulis haruslah mudah untuk dipahami.  Untuk membuat teks eksplanasi yang mudah dipahami oleh pembaca penulis harus dapat menggunakan diksi ata…