Pengertian Pasar Modal, Tradisional, Oligopoli, Monopolistik, dan Pasar Uang

Pengertian Pasar adalah tempat bertemunya penjual (menawarkan barang atau jasa) dan pembeli (meminta barang atau jasa) yang melakuakn kegiatan transaksi jual beli dan di tandai dengan adanya sebuah kesepakatan di antara keduanya. Barang atau jasa yang di perjual belikan di pasar tidak ada batasan tertentu seberapa jumlah barang yang di tawarkan dan seberapa jumlah barang yang di minta. Penjual bebas menawarkan sebanyak-banyaknya barang atau jasa yang dia miliki, dan pembeli bebas meminta seberapa banyak jumlah barang atau jasa yang dia butuhkan.

Pengertian Pasar Modal, Tradisional, Oligopoli, Monopolistik, dan Pasar Uang

Pelajari Juga :
Teori Permintaan Lengkap Menurut Pendapat Para Ahli Ekonomi
Teori Penawaran Lengkap menurut Pendapat Para Ahli Ekonomi

Dalam prakteknya, kita sering di hadapkan dengan jenis atau model-model sebuah pasar. kita dapat membedakan pasar tersebut berdasarkan bentuk kegiatan dalam sebuah pasar, cara transaksi yang di gunakan dalam pasar, jenis barang yang di perjual belikan, keluasan distribusi, dan bentuk dan struktur dalam sebuah pasar. namun pada kesempatan kali ini, kami hanya akan membahas Pengertian Pasar Modal, Tradisional, Oligopoli, Monopolistik, Uang. Untuk pengertian dan penjelasan singkat adalah sebagi berikut :

#1. Pasar Modal

Pasar modal adalah pasar yang memperjual belikan berbagai macam instrumen-instrumen keuangan dalam berbagai macam bentuk dengan jangka waktu yang panjang. Bentuk instrumen keuangan dapat berupa hutang atau pinjaman atau dapat berupa modal pribadi. Contoh dari intrumen yang di perjual belikan dalam pasar modal seperti Saham, Right, Waran, Obligasi Konvertibel, dan produk intrumen keuangan lainnya.

Pasar modal dalam kegiatannya memiliki berbagai macam manfaat yang diberikan. beberapa manfaat pasar modal adalah sebagai penyedia pembiayaan dunia usaha (Jangka Panjang), Sebagai penyedia wahana investasi bagi berbagai macam kalangan usaha, Sebagai pennyebar kepemilikan akan suatu perusahaan, dan masih terdapat manfaat-manfaat yang lainnya. 

#2. Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang memperjual belikan barang dan jasa oleh penjual dan pembeli, dan dalam kegiatan transaksinya terdapat proses tawar menawar di antara keduanya. Pasar tradisional bukanlah sebuah pasar yang asing bagi kita. Kita sering menjumpainya pada lingkungan daerah sekitar kita. Barang atau jasa yang diperjual belikan pada umumnya adalah barang atau jasa yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari - hari. Dalam pasar tradisional juga selalu di tandai dengan adanya proses tawar menawar hingga menghasilkan sebuah kesepakatan harga tertentu diantara penjual dan pembeli. 

Manfaat dari pasar dari pasar tradisional sendiri adalah memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat, dikarenakan pasar tradisional dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan masyarakat mengingat pasar tradisional jumlahnya sangat banyak. Selain itu, proses tawar menawar dapat memberikan kepuasan tersendiri diantara salah satu pihak. Sehingga para pelaku pasar dituntut untuk pandai dalam bernegosiasi. 

#3. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang penawaran barang atau jasa yang dikuasai oleh lebih dari dua penjual. Pada umumnya pasar oligopoli terdiri dari dua atau lebih penjual yang menawarkan barang, namun kurang dari sepuluh penjual. Jika hanya terdapat dua penjual yang menguasai barang atau jasa yang ditawarkan, maka pasar tersebut disebut dengan duopoli.  Pengertian lain dari pasar yang didalamnya hanya terdapat dua atau lebih (Kurang dari sepuluh) menjual produk yang sama (Homogen).

Kelebihan dari adanya pasar oligopoli adalah penjual atau penawar akan dapat mengembangkan dan membentuk inovasi-inovasi terhadap produk yang di tawarkan kepada konsumen. Dengan pengembangan dan pembentukan inovasi-inovasi baru akan meningkatkan kepuasan para konsumen dan meningkatkan ketahan sebuah perusahan akan persaingan pasar. Namun, pasar oligopoli juga terdapat kelemahan. kelemahan pasar oligopoli adalah harga yang diberikan oleh produsen kedapa konsumen cukup tinggi yang akan menguntungkan pihak produsen. harga yang tinggi tersebut mengakibatkan kurang meratanya penyebaran pendapatan. 


#4. Pasar Monopolistik

pasar monopoli adalah suatu pasar yang hanya dikuasai oleh satu penjual dan memiliki kekuasaan atas pasar tersebut, sehingga akan susah bagi penjual lain untuk menyainginya. Pada pasar monopoli ini, penjual bebas menentukan jumlah harga dan bebas menentukan jumlah barang yang akan di tawarkan kepada pembeli. Dengan adanya kondisi tersebut, akan banyak menguntungkan salah satu pelaku pasar yaitu produsen yang berkuasa atas pasar.

Terdapat beberapa kelebihan pasar monopoli yaitu Sebagai penstabil ekononomi dengan cara memonitoring keadaan pasar dan mengaturnya, jika perusahaan tersebut adalah miliki negara maka akan dapat lebih mudah untuk mengatur kebutuhan dan kepentingan suatu masyarakat dan juga dana berkontribusi terhadap pendapatan nasional. Selain itu juga terdapat bebepa kelemahan dari pasar monopoli yaitu perusahaan akan dapat mengekploitasi besar-besaran sumber daya yang ada karena perusahaan tersebut telah miliki hak dan ijin kegiatan tersebut, dan kegiatan tersebut akan banyak merusak lingkungan, perusahaan yang bukan miliki negara akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.


#5. Pasar Uang

Pasar uang adalah pasar yang memperjual belikan berbagai macam instrumen-instrumen keuangan dalam berbagai macam bentuk dengan jangka waktu yang pendek. Sama halnya dengan pasar modal, Bentuk instrumen keuangan dapat berupa hutang atau pinjaman atau dapat berupa modal pribadi. Jangka waktu yang ada dalam pasar uang pada umumnya adalah jatuh tempo dalam kurun waktu satu tahun bahkan bisa kurang dari satu tahun. Kata lain dari pasa uang adalah pasar kredit jangka pendek.

Keberadaan pasar uang dilatar belakangi oleh banyaknya perusahaan yang memiliki arus kas antara Inflows dan Outflows tidak yang tidak sesuai (kata lain dari kondisi tersebut adalah perusahaan yang mengalami defisit). Perusahaan yang berada kondisi tersebut mengatasi permasalahan dengan memasuki pasar uang untuk mencari dan meminjam dana dari perusahaan atau kelembagaan keuangan yang memiliki kelebihan dana atau biasa disebut dengan Surplus. Perusahaan yang mengalami surplus atau kelebihan dana akan menjadi kreditor dan kemudian perusahaan tersebut juga akan mendapatkan pendapatkan dari menjadi kreditor itu sendiri.


Demikain ulasan kami terkait dengan Pengertian Pasar Modal, Tradisional, Oligopoli, Monopolistik, dan Pasar Uang yang kami lansir dari berbagai macam literatur online. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya. 

Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif Dan Kaitannya Dengan Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Pada tulisan saya sebelumnya mengenai metode penelitian kualitatif, serangkaian pedoman penelitian kualitatif sudah saya uraikan dengan jelas. Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas dan mengaitkan ciri-ciri penelitian kualitatif tersebut dengan motode pengumpulan data kualitatif. 

Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif  Dan Kaitannya Dengan Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Beberapa ahli menyatakan dari penelitian kualitatif yang membedakan dengan penelitian lainnya. Menurut pandangan kreswell (1994, 1998, 2008), Denzim dan Lincoln (1994, 2009), serta pandangan Guba & Lincoln, dikemukakan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

#1.Konteks dan Setting Alamiah (naturalistic)

Penelitian kualitatif merupakan penelitian denga konteks dengan setting apa adanya atau alamiah (naturalistic), bukan melakukan eksperimen yang dikontrol secara ketat atau memanipulasi variabel. “haram” hukumnya bagi seorang peneliti kualitatif untuk memanipulasi setting alamiyah (ligkungan, situasi-kondisi, relasi antar individu, nilai, budaya, pola pikir, dan lain-lain) yang ada. Biarkan setting tersebut apa adanya, karena tugas peneliti hanya memotret dan menjabarkan suatu fenomena apa adanya.

#2. Bertujuan untuk Mendapatkan Pemahaman Yang Mendalam Tentang Suatu Fenomena

Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait dengan masalah-malah manusia dan social dengan mengintegrasikan bagaimana subyek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi prilaku mereka, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari suatu realitas seperti yang dilakukan oleh peneliti kuantitatif. Esensi dari peneli kualitatif adalah memahami. Memahami disini bukan sekedar paham, tetapi lebih dalam lagi yaitu memahami hingga inti fenomena yang diteliti sehingga memahami atau understanding menjadi tujuan penelitian kualitatif.

#3. Keterlibatan Secara Mendalam Serta Hubungan Erat Antara Peneliti Dengan Subyek Yang Diteliti

Agar peneliti bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam bagaimana subyek yang diteliti memaknai realitas dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi prilaku subyek, peneliti perlu melakukan hubungan yang erat dengan subyek yang diteliti. Untuk itu, sering kali peneliti melakukan observasi terlibat (participant observation). Adalah suatu tantangan tersendiri bagi peneliti kualitatif ketika harus membina hubungan erat dan keterlibatan secara mendalam dengan subyek yang diteliti. Hal ini tentunya tidak cukup hanya dengan “sekedar mengenal” subyek, kemudian memberikan angket atau kuisioner, yang kemudian menganalisis hasil dari angket/kuisioner tersebut. Tetapi merupakan proses panjang dan membutuhkan kemampuan personal seperti kemampuan bersosialisasi, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan subyek, kemampuan berbicara yang mumpuni, dan lain sebagainya.

#4.Teknik Pengumpulan Data yang Khas Kualitatif, tanpa adanya Perlakuan (treatment) atau memanipulasi variabel

Berbeda halnya dengan penelitian kuantitatif ataupun penelitian eksperimen, penelitian kualitatif tidak membuat perlakuan (treatment), memanipulasi variabel, dan menyusun definisi variabel operasional. Untuk mencapai tujuan penelitian kualitatif, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang khas kualitif seperti observasi dan wawancara yang umumnya mutlak digunakan. Tetapi sesungguhnya tidaklah terbatas pada observasi dan wawancara saja, dalam penelitian kualitatif, teknik lain seperti dikumentasi, riwayat hidup subyek, karya-karya tulis subyek, publikasi teks, dan lain-lain yang sering digunakan.

#5. Adanya Penggalian Nilai (Value) Yang Terkandung Dari Suatu Perilaku

Tidak seperti penelitian kuantitatif yang sebisa mungkin terbatas dari nilai-nilai tertentu (seperti nilai budaya,  nilai-nilai sosial, dan lain sebagainya), karena pada hakikatnya salah satu tujuan penelitian kuantitif adalah untuk kepentingan generalisasi, sementara nilai-nilai diatas dapat membatasi kepentingan generalisasi tersebut. Sebaliknya penelitian kualitatif justru menggali nilai yang terkandung dari suatu perilaku, dan memandang nilai-nilai yang dikandung oleh individu yang diteliti sebagai suatu bagian yang penting yang tidak terpisahkan. penelitian kualitatif meyakini bahwa perilaku tidak mungkin bebas dari nilai-nilai yang diyakini, baik berupa nilai moral, nilai agama, ataupun sosial dimana individu tersebut berinteraksi dengan lingkungannya.

#6.Penelitian Kualitatif bersifat fleksibel

Penelitian kualitatif bersifat fleksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus, teknik pengumpulan data  yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat berubah dilapangan mengikuti situasi  dan perkembangan penelitian. Ketika pada awal penelitian, hanya observasi dan wawancara saja yang digunakan dalam teknik pengumpulan teknik, tetapi jika diperlukan teknik lain yang bersifat mendukung seperti Focused Group Discusion (FGD), Dokumentasi, maka teknik tersebut dapat digunakan pada saat itu juga. Demikian halnya dengan subyek penelitian, jika pada awal penelitian, seseorang peneliti telah menentukan subyek penelitiannya, tetapi ketika ditengah penelitian, karena suatu situasi dan kondisi tertentu diperlukan penambahan/pengurangan jumlah subyek atau informasi penelitian, maka hal tersebut dapat dilakukan. Disamping tenik pengumpulan data dan subyek penelitian yang dapat berubah seiring dengan situasi dan kondisi berjalannya penelitian, pertanyaan penelitian pun dapat berubah menjadi lebih luas dan lebih kompleks jika temuan dilapangan ternyata menghasilkan temuan yang lebih luas dan lebih detail dari perkiraan sebelumnya sehingga perluasan dan kompleksitas dari pertanyaan penelitian dapat disesuaikan.

#7. Tingkat Akurasi Data Dapat Dipengaruhi Oleh Hubungan Antara Peneliti Dengan Subyek Penelitian

Tidak seperti penelitian kuantitatif juga, dimana untuk mencapai objektivitas dengan melakukan pengukuran (measurement) seacara kuantitatif, penelitian kualitatif mendapatkan akurasi data dengan melakukan hubungan yang erat dengan subyek yang diteliti dengan konteks dan setting yang alamiah. Semakin erat dan mendalam hubungan yang terjalin  antara peneliti dengan subyek yang diteliti, maka semakin mengikis “topeng-topeng” ataupun “tabir” ketidak jujuran, sehingga data yang diperoleh akan semakin akurat dan terpercaya. Dalam penelitian kualitatif, salah satu hal yang mendukung ke-autentikan ( reabilitas) data adalah kualitas hubungan antara peneliti dengan subyek penelitian. Semakin baik kualitas hubungan, maka semakin autentik data temuan.

Demikian Ulasan Artikel tentang Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif  Dan Kaitannya Dengan Metode Pengumpulan Data Kualitatif yang kami lansir dari buku yang berjudul "wawancara, observasi dan focus group" yang ditulis oleh Haris Herdiansyah M.Si. Semoga bermanfaat dan semoga sukses dalam penelitiannya.

Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti [PENTING]

Etika Penelitian - Sebagaian besar konten dan isi dari blog ini mengantarkan anda menuju logika dan strategi-strategi metodologi penelitian yang tertentu, ada suatu persoalan yang harus diakui terkandung dalam kesemuanya itu, yaitu terkait dengan etika penelitian. Pada hakikatnya, upaya-upaya penelitian kita harus tunduk pada standar professionalismedan kejujuran; usaha-usaha kita harus berjuang untuk memperoleh pernghargaan dan kepercayaan dari baik peserta penelitian pada khususnya maupun public pada umumnya.

Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti

Supaya karya kita berlandaskan etika, kita harus siap mengevaluasi rencana dan aktivitas penelitian kita dalam sorotan aturan-aturan penyelenggaraan penelitian yang diterima secara umum. Untuk kepentingan terkait dengan ini, pembahasan kita akan berfokus pada beberapa etika standar terpenting yang terkandung dalam kode etik asosiasi sosiologi amerika.  Berikut adalah beberapa Etika yang Sebaiknya dilakukan dalam Penelitian:

Penelitian Seharusnya tidak Membahayakan Subyek Penelitian

Pada pandangan pertama, ungkapan “tidak membahayakan” mungkin merupakan panduan etis penelitian yang paling “mudah di pahami”. Segala aktivitas yang membahayakan akan menghadapkan resiko yang tidak masuk akal terhadap subyek-subyek penelitian tidaklah selaras dengan kewajiban etis mendasar untuk menjaga keamanan fisik, psikologis, dan emosional partisipan. Penelitian yang membawa resiko yang membahayakan tanpa menawarkan keuntungan nyata apapun tidaklah dapat dipertahankan.

Peneliti Seharusnya Memperoleh Izin Terang-Terangan Dari Subyek Penelitian


Prinsip izin terang-terangan (informed consent) ini mengenai hak-hak individu-individu untuk menentukan sendiri apakah mereka ingin ataukah tidak menjadi bagian dari proyek penelitian.  Yang lebih spesifik, izin terang-terangan informasi sepenuhnya tentang segala aspek penelitian yang bias mempengaruhi kepeutusan mereka untuk berpartisipasi.
Jika kita uraikan terkait dengan izin terang-terangan ini, maka akan kita saksikan bahwa prinsip ini terdiri dari empat usnsur.

Kompetensi
Unsur ini menggap bahwa izin terang-terangan hanya bias diberikan oleh individu-individu yang berkompetem, yakni individu yang mampu memutuskan sendiri apakah partisipasi dalam suatu penelitian merupakan minat utama mereka.

Kesukareklaan
Unsur ini memprasyratkan bahwa izin terang-terangan hanya bias diberikan oleh individu-individu yang sungguh-sungguh bebas untuk berkata atau tidak terhadap proyek penelitian. Jika ada gelagat pemaksaan, maka prinsip izin terang-terangan sudah dilanggar.

Kelengkapan informasi
Unsur-unsur ini memprasyaratkan bahwa subyek-subyek penelitian diberis semua informasi relevan yang mereka butuhkan untuk menetapkan izin terang-terangan. Namun standar ini jauh dari terbukti sendiri.

Pemahaman
Unsur ini memprasyaratkan bahwa supaya para individu memberi izin terang-terangan, mereka harus mampu memhami informasi yang diterima. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara menawarkan beberapa panduan terkait dengan obyek penelitian.

Peneliti Seharausnya menghargai privasi subyek penelitian

Hak privasi ini mengacu pada kemampuan kita untuk mengendalikan kapan dan dalam kondisi apa orang lain bisa mengakses informasi mengenai kita. Siapapun yang akrab dengan budaya amerika serikat dan system hukumnya bisa mengapresiasi seberapa besar hasrat orang-orang mengenai prinsip dihargai ini. Hak privasi subyek penelitian ini mensyaratkan peneliti untuk menaruh perhatian kepada tiga jenis masalah privasi:

Kepekaan Informasi
Masalah privasi tentu diperumit oleh fakta bahwa segala jenis informasi pribadi bisa berpotensi mengancam bagi sebagian responden. Semakin besar kepekaan topik penelitian, semakin besar perpanjangan diperlukan untuk melindungi privasi responden.

Latar Penelitian
Sebagaimana topic dan populasi penelitian social sangat beragam, bergitu pula latar penelitian. Penelitian bisa berlokasi dirumah pribadi, sekolah, tempat kerja, kampong, sudut jalan, mall perblanjaan, dll. Namun ini hanyalaha sedikir dari kemungkinan lokasi. Dalam mempertimbangkan masalah privasi, peneliti harus siap mengevaluasi lokasi penelitian yang menjangkau tempat pribadi sampai publik.

Penyebaran Tenmuan Penelitian
Salah satu cara yang jelas melanggar privasi seorang adalah mempublikan informasi pribadinya. Walau perundang-undangan telah mengatur bahwa seklompok tertentu (seperti politisi dan selebritis) berada dalam pantuan public yang melenyapkan sebagian dari hak privasi mereka, warganegara biasa seharusnya mampu menikmati proteksi ini tanpa terkecuali.

Penelitian Seharusnya Menghindari Konflik Kepentingan

Pada pandangan pertama, penyataan eksplisit tentang konflik kepentingan mungkin terlihat tidak perlu dalam kode etik penelitian. Bagaimanapun semua penelitia bertekad obyektif dan tidak setengah-setengah dalam pengumpulan informasi . padahal tentu saja, sebagaiman semua pelaku social, peneliti-peneliti itu dipengaruhi oleh kontek social mereka.

Etika Pelaporan adalah Jujur Seratus Persen

Peneliti-peneliti yang bekerja sebagai konsultan bagi perusahaan atau kelompok kepentingan tertentu itu membawa satu persoalan etika lainnya: melaporkan temuan penelitian secara akurat dan apa adaya.

Demikian ulasan artikel terkait dengan Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti yang kami ulas dari buku “dasar-dasar metode penelitian – Panduan Riset Ilmu Penelitian” yang ditulis oleh Janet M.Ruane pada tahun 2008 dan diterjemahkan oleh M Shodiq Mustika dan diterbitkan oleh Penerbit Nusa Media di kota bandung. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Cara Menguji Kredibilitas Data dalam Penelitian Kualitatif

Uji kredibilitas data adalah pengujian data untuk menilai kebenaran dan keabsahan penelitian dengan analisis kualitatif. Kredibilitas hasil penelitian akan ditunjukkan jika partisipan menyatakan bahwa transkrip penelitian memang benar-benar sebagai pengalaman dari dirinya sendiri. Nah gaes, Dalam hal ini peneliti akan memberikan data yang telah ditranskripkan untuk dibaca ulang oleh partisipan. Hasil dari uji Kredibilitas ini akan menunjukkan kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang dengan menggunakan metode analisis kualitatif.

Cara Menguji Kredibilitas Data dalam Penelitian Kualitatif
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas terkait dengan cara pengujian kredibilitas data atau kepercayaan data hasil kualitatif dilakukan dengan beberapa pendeketan. Beberapa pendekatan itu antara lain adalah uji kredibilitas dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member check.

Perpanjang Pengamatan

Mengapa dengan perpanjangan pengamatan akan dapat meningkatkan kepercayaan/ kredibilitas data? Dengan perpanjangan penelitian berarti peneliti kembali kelapangan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan antara peneliti dengan narasumber akan semakin terbentuk Rapport, semakin akrab (tidak ada jarak lagi), semakin terbuka, semakin mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Bila telah terjadi rapport, maka telah terjadi kewajaran dalam penelitian, dimana kehadiran peneliti tidak lagi menggangu prilaku yang dipelajari.

Meningkatkan Ketekunan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

Mengapa dengan meningkatkan ketekunan dapat meningkatkan kredibilitas data? Meningkatkan ketekunan itu ibarat kita mengecek pengerjaan soal-soal ujian, atau meniliti kembali tulisan dalam makalah yang telah dikerjakan, ada yang salah atau tidak. Dengan meningkatkan ketekunan itu, maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. Demikian juga dengan meningkatkan ketekunan maka peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.

Triangulasi

Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu.

#Triangulasi Sumber : triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui bebearapa sumber. Misalnya data tentang kualitas pelayanan, maka pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh dapat dilakukan ke karyawan yang memberi pelayanan, konsumen yang mendapat pelayanan, dan supervisor.

#Triangulasi Teknik : triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dari wawancara, lalu di cek dengan observasi, dokumentasi, atau kuisioner.

#Triangulasi Waktu : waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga dapat lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kapasitas datanya. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian, dari peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.

Analisis Kasus Negatif

Kasus negatif adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Mengapa dengan analisis kasus negative akan dapat meningkatkan kredibilitas data? Melakukan analisis kasus negative berarti peneliti mecari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila  tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya.

Menggunakan Bahan Refrensi

Maksud dari bahan refrensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi manusia, atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. Alat-alat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif, seperti kamera, handycam, alat perekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilitas data yang telah ditemukan oleh peneliti. Dalam laporan penelitian, sebaiknya data-data yang dikemukakan oleh penelitiperlu dilengkapi dengan foto-foto atau dokumentasi autentik, sehingga menjadi lebih dapat dipercaya.

Mengadakan Member Check


 member check adalag proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. tujuan member check adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Apablila ditemukan oleh para pemberi data berarti data tersebut valid, sehingga semakin kridibel/dipercaya, tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbagai penafsiran tidak disepakati oleh para pemberi data, dan apabila perbedaannya tajam, maka peneliti harus mengubah temuannya, dan harus menemukan dengan apa yang diberikan oleh si pemberi data. 

Demikan ulasan artikel terkait dengan Cara Menguji Kredibilitas Data dalam Penelitian Kualitatif yang kami rangkum dari buku Dr. sugiono yang berjudul metodologi penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. semoga bermanfaat dan semoga sukses.

Pengertian Masalah Penelitian, Cara Merumuskan, Contoh, dan Bentuk Masalah Penelitian

Pengertian masalah menurut para ahli adalah kesenjangan atau penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang sebenarnya terjadi. masalah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang memerlukan pemecahan / solusi. pemecahan masalah tersebut dilakukan melalui penelitian, sehingga pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan data yang dapat digunakan untuk pemecahan suatu masalah.

Pengertian Masalah Penelitian, Cara Merumuskan, Contoh, dan Bentuk Masalah Penelitian


Seorang peneliti dapat menemukan masalah di lingkungan kerja sendiri. bisa juga ditemui di lingkungan masyarakat, seperti: masalah kepemimpinan, cara meningkatkan kinerja karyawan melalui pengembangan sumber daya manusia, metode berinvestasi bagi pegawai negeri karyawan dalam menghadapi masa pensiun, dan lain sebagainya, merupakan sebagian contoh kecil yang dapat digagas sebagai tema penelitian.

Silahkan Peljari juga :
Cara Membuat Rumusan Masalah yang Benar
Fenomena Per-Masalah-an dalam Penelitian Kulitatif
Masalah-Masalah Dalam Penelitian Kualitatif
Pemilihan kriteria Masalah yang Layak diteliti

Kunci utama untuk menemukan titik awal masalah yang dapat dicari jawabannya melalui penelitian adalah kepekaan terhadap keadaan di sekitar lingkungan. artinya peneliti harus mampu "membaca" keadaan lingkungan, kemudian rajin membaca pustaka yang terkait dengan masalah tersebut untuk mencari tahu apakah sudah pernah dijawab atau ditemukan oleh orang (peneliti) lain. sumber bacaan dapat diperoleh dari buku acuan (hand book) sebagai pondasi informasi kerangka pikir, kemudian dilanjutkan membaca artikel di jurnal ilmiah sebagai informasi terkini.


Masalah penelitian seharusnya dirumuskan secara spesifik, sehingga dapat dilakukan pengujian secara empiris. apabila masalah yang dirumuskan terlalu umum, maka akan menyulitkan tahapan pemecahan masalah karena pokok massa permasalahannya tidak jelas. hubungan antara ketepatan rumusan masalah dan cara pemecahannya disajikan dalam tabel dibawah ini. diharapkan Penelitian yang dilakukan dengan rumusan masalah benar maka cara pemecahan masalahnya juga benar.

No Ketepatan Rumusan Masalah Ketepatan Cara Pemecahan Masalah
1 Rumusan masalah benar Cara Pemecahan masalah benar
2 Rumusan masalah benar Cara Pemecahan masalah salah
3 Rumusan masalah salah Cara Pemecahan masalah benar
4 Rumusan masalah salah Cara Pemecahan masalah salah

Bentuk-bentuk masalah penelitian 


Bentuk masalah penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan. golongan golongan tersebut adalah sebagai berikut: 

Permasalahan deskriptif 


permasalahan deskriptif adalah suatu permasalahan yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada suatu variabel atau lebih. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk membuat perbandingan variabel satu dengan variabel lain dan juga tidak bermaksud mengetahui hubungan antar variabel. penelitian semacam ini disebut sebagai penelitian deskriptif.

Permasalahan asosiatif 


permasalahan komparatif permasalahan komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan variabel satu dengan variabel lainnya. 

Permasalahan asosiatif 


permasalahan asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih. terdapat tiga bentuk hubungan yaitu: 
  • Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang munculnya secara bersama 
  • Hubungan kausal adalah hubungan bersifat sebab akibat. Dalam penelitian ini terdapat variabel independen dan variabel dependen 
  • Hubungan interaktif / resiprokal /timbal balik adalah hubungan yang saling mempengaruhi dalam penelitian ini tidak diketahui variabel independen dan variabel dependen.
Perlu diingat bahwa tidak semua masalah dapat diteliti dan tidak semua masalah penelitian dapat dijawab. Oleh karena itu, agar suatu masalah dapat diteliti maka suatu masalah atau pertanyaan penelitian harus sedemikian rupa, sehingga pengumpulan data akan dapat memberikan jawabannya. sebab banyak masalah atau pertanyaan penelitian yang tidak dapat dijawab karena hanya didasarkan pada informasi pada umumnya. rumusan masalah dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif mencakup beberapa persyaratan antara lain: 
  1. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan 
  2. Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat 
  3. Rumusan masalah harus didukung dengan adanya data 
  4. Rumusan masalah mengandung hubungan dua variabel atau lebih dan 
  5. Rumusan masalah berorientasi pada suatu teori tertentu


Contoh Merumuskan Masalah Penelitian

Berikut adalah beberapa contoh rumusan masalah berdasarkan pada judul penelitian yang telah ditetapkan 

#A. Judul penelitian : Pengaruh kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan 
Rumusan masalah : 
  1. Apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan ?
  2. Apakah pengembangan sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja karyawan ?
#B. Judul penelitian: Pengaruh rasio likuiditas dan financial leverage terhadap tingkat pengembangan investasi 
Rumusan masalah:
  1. Apakah likuiditas berpengaruh terhadap tingkat pengembangan investasi ?
  2. Apakah financial leverage berpengaruh terhadap tingkat pengembalian investasi ?
Demikian ulasan artikel kami yang berjudul Pengertian Masalah Penelitian, Cara Merumuskan, Contoh, dan Bentuk Masalah Penelitian. Semoga bermanfaat dalam pengetahuan dan penelitian anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung. 
Sumber: Agung W.K., dan Zarah P.2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta; Pandiva Buku

Contoh JUDUL PENELITIAN dan Cara Merumuskan JUDUL PENELITIAN yang Benar

Setiap penelitian harus mempunyai judul penelitian, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian. Judul penelitian harus informatif dan jelas. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang telah di tetapkan, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan hasil penelitian tersebut. 

Contoh JUDUL PENELITIAN dan Cara Merumuskan JUDUL PENELITIAN yang Benar

Cara Merumuskan JUDUL PENELITIAN yang Benar

Judul penelitian adalah sesuatu hal yang pertama kali pertama dibaca. judul penelitian memiliki peran yang sangat penting. sebab akan menentukan tertarik atau tidaknya pembaca terhadap suatu penelitian. Cara merumuskan judul penelitian yang baik dan benar adalah sebagai berikut:

  1. Informatif padat makna 
  2. Tidak menggunakan kalimat yang terlalu panjang: apabila menggunakan bahasa Indonesia, kata yang digunakan tidak lebih dari 12 kata. apabila menggunakan bahasa Inggris, kata yang digunakan tidak lebih dari 10 kata. 
  3. boleh menggunakan anak judul 
  4. Diupayakan untuk menghindari penggunaan kata seperti: pendahuluan, studi, dan analisis; dan 
  5. Jangan menggunakan singkatan kata 
  6. Menarik minat peneliti. judul yang menarik dan diminati oleh peneliti akan memotivasi peneliti untuk melanjutkan penelitian. 
  7. Mampu dilaksanakan oleh calon peneliti. judul yang mudah dilaksanakan oleh peneliti akan memperlancar proses penelitian, sehingga hambatan yang ada selama penelitian dapat diatasi atau setidaknya dapat diminimalisir 
  8. Tidak sama persis dengan judul penelitian lain yang sudah ada, untuk pengembangan penelitian, sebaiknya menggunakan judul yang lebih spesifik 
  9. Saat menentukan judul hanya memungkinkan tersedianya data lengkap yang dapat memudahkan peneliti. 

Contoh  JUDUL PENELITIAN

Contoh  JUDUL PENELITIAN yang Baik dab Benar adalah sebagaik berikut:
  • Prediksi ingkat pengembangan investasi berupa dividend yield berdasarkan analisis financial ratio 
  • Pengaruh kepuasan kompensasi terhadap komitmen pekerjaan karyawan 
  • pengaruh rasio likuiditas dan financial leverage terhadap tingkat pengembalian investasi 
  • manfaat informasi akuntansi untuk memprediksi resiko investasi saham 
  • pengaruh kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan
Judl penelitian seharusnya mencerminkan substansi latar belakang. latar belakang pada umumnya menyangkut hal-hal sebagai berikut: 
  1. Situasi atau keadaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti; 
  2. Alasan peneliti memilih tema dan masalah penelitian; 
  3. Hal-hal yang berkaitan dengan telah atau belum diketahuinya masalah yang akan diteliti 
  4. Penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji teori, yaitu memiliki pengaruh variabel independen (variabel yang mempengaruhi) terhadap variabel dependen (variabel yang dipengaruhi), maka uraian latar belakang diawali dengan penjelasan variabel dependent. dengan kata lain, menguraikan secara piramida terbalik 
  5. Menguraikan tentang kesenjangan penelitian (reasearch gap) sehingga menjadi alasan mengapa suatu teori penting untuk diuji, misalnya menguraikan ketidakkonsistenan beberapa hasil penelitian terdahulu, dan 
  6. Penting juga dalam penelitian kuantitatif untuk melakukan observasi awal, dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian uji teori dengan objek penelitian yang dituju/ dipilih 
Terdapat empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya judul penelitian. yaitu 
  • Harus sesuai dengan minat penelitia 
  • Harus dapat dilaksanakan 
  • harus tersedia faktor pendukung, dan 
  • Harus bermanfaat
Meskipun judul penelitian merupakan sesuatu hal yang kali pertama di baca, Namun tahap awal sebaiknya tidak dimulai dengan dari pencarian judul. penelitian muncul dari adanya masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan memerlukan jawaban untuk mengatasinya. penelitian juga terbangun oleh rasa ingin tahu terhadap fenomena yang diminati dan perlu untuk dicari jawabannya. penelitian juga dibangun berdasarkan kebutuhan manusia terhadap inovasi dari teknologi teknologi yang sudah ada.

Silahkan Pelajari jugi ini !

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Contoh JUDUL PENELITIAN dan Cara Merumuskan JUDUL PENELITIAN yang Benar. Semoga bermanfaat dalam pengetahuan dan penelitian anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung di blog kami. 
Sumber: Agung W.K., dan Zarah P.2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta; Pandiva Buku

Pengertian dan Tujuan PENELITIAN Menurut Para Ahli, Secara Umum, dan Ciri - cirinya

Penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode - metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, eksperimental atau non eksperimental, interaktif atau non interaktif. metode-metode ilmiah tersebut telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai ujicoba, sehingga telah memiliki prosedur yang baku.

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli Lengkap dengan Ciri, Syarat, dan Tujuannya

Penelitian harus dilakukan mengacu pada akar filosofinya. Hakikat filosofi adalah kebenaran yang diperoleh melalui berpikir logis, sistematis, dan metodis. metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. setiap penelitian mempunyai tujuan tertentu. secara umum terdapat tiga sifat tujuan penelitian yaitu penemuan, pembuktian, dan pengembangan. 


Penemuan berarti hasil penelitian mampu menemukan sesuatu yang relatif baru tentang suatu pengetahuan tertentu. Pembuktian berarti hasil penelitian mampu membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan berarti hasil penelitian memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada.

Pengertian Penelitian adalah suatu kegiatan atau aktivitas ilmiah yang di landaskan pada suatu metode yang dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan sebuah tujuan yaitu untuk mengungkap kebenaran akan suatu ilmu pengetahuan yang di hadapi oleh manusia atau peneliti. Penelitian dapat dilakukan di segala bidang ilmu pengetahuan yang meliputi ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, ilmu agama, dan ilmu-ilmu lainnya. 

Pengertian Penelitian Menurut Pendapat Para Ahli


#1. Pengertian Menurut Sanapiah Faisal
Sanapisah memberikan pendapat terkait dengan penelitian yang menyatakan bahwa Penelitian Adalah suatu Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji dan menelaah suatu permasalahan atau problem menggunakan suatu metode ilmiah yang disusun sistematis. Harapannya adalah untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang baru terkiat dengan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan yang dapat diandalkan kebenarannya.

#2. Pengertian Menurut Woody
Woody berpendapat bahwa Penelitian adalah suatu cara atau suatu metode yang diguanakan untuk menghasilkan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, membuat formulasi hipotesis atau mengadakan uji coba yang sangat hati-hati atas segala kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.

#3. Pengertian Menurut Mohammad Ali
Menurut Mohammad Ali, Penelitian adalah metode atau cara yang digunakan untuk mengkaji dan memahami sesuatu permasalahan, melalui beberapa proses penyelidikan atau usaha dengan mencari fakta-fakta yang memiliki hubungan dengan permasalahan tersebu, dan penelitian tersebut dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahan yang dapat di pertanggung jawabkan.

Syarat dalam Kegiatan Penelitian

sebelum melakukan penelitian, hendaknya anda sebagai peneliti harus mengetahui persyaratan yang ada dalam kegiatan penelitian. syarat dalam kegiatan penelitian tersebut adalah sebagai berikut :

#1. Penelitian Harus Sistematis

Penelitian dilakukan dengan urut-urutan atau tahap-tahapan tertentu, mulai dari hal paling paling hal yang berifat umum hingg hal yang bersifat khusus atau hal yang bersifat sederhana hingga hal-hal yang bersifat kompleks dengan melalui tahapan atau metode yang tepat hing mecapai suatu tujuan yang efisien dan efektif.

#2. Penelitian Harus Terencana

Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam suatu kegiatan adalah perencanaan. Begitu juga dalam kegiatan ilmiah seperti penelitian. Perencanaan dalam penelitian wajib adanya karena sebelum terjun langsung ke lapang penelitia harus mempersiapkan konsep, metode yang digunakan, data yang diperlukan, dll.

#3. Penelitian harus Berdasarkan Konsep Ilmiah

Maksud dari poin atau syarat ketiga ini adalah penelitian harus sesuai dari apa yang telah direncanakan dan mengikuti tahapan yang telah di konsep di awal kegiatan penelitian. tidak hanya hanya tahapan namun juga metode penelitian yang digunakan, apakah termasuk dalam penelitian kualitatif atau penelitian kuantitatif.  Jika anda menggunakan penelitian kualitatif maka gunakan panduan penelitian kualitatif, dan jika anda menggunakan penelitian kuantitatif maka gunakan panduan penelitian kuantiatif.

Tujuan Penelitan  

Tentunya dalam suatu kegiatan terdapat sebuah tujuan yang ingin di capai oleh subyek pelaksana sebuah kegiatan. Begitu juga dengan kegiatan penelitian. pada kegiatan penelitian terdapat 3 tujuan utama penelitian, Yaitu:


#1. Development (Pengembangan)
Penelitian development ini bertujuan untuk memperluas, memperdalam, menggali, dan mengembangkan suatu permasalahan atau teori tentang suatu keilmuan menjadi spesifik dan mendalam yang dapat digunakan untuk sarana pemecahan permasalahan ang ada di dalam masyarakat.

#1. Verifikatif (Pemeriksaan Kembali atau Pengujian)

Penelitian dengan jenis ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap suatu teori atau terhadap suatu hasil penelitian pada masa lampau. Dengan penelitian verifikasi ini akan diperoleh suatu haril yang akan dapat memperkuat atau bahkan menggugurkan suatu teori atau hasil penelitian yang dihasilkan oleh peneliti lain di masa lampau.

#3. Eksploratif (Pencarian atau Penjajagan)

Penenlitian ini bertujuan untuk mencari atau menjajagi suatu pengetahuan yang bisa dianggap baru dikarenakan sebelumnya belum pernah ada pengetahuan tersebut. Biasanya penelitian dengan tujuan eksploratif ini menghasilkan teori-teori baru yang dapat digunakan dan diaplikasikan kedalam ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.



Ciri-Ciri dari Penelitian

Sama halnya dengan kegiatan yang lainnya, kegiatan penelitian pun juga mempunyai ciri ciri tersendiri yang membedakan dengan kegiatan yang lainnya . berikut adalah uraian beberapa ciri-ciri dari kegiatan penelitian:


#1. Penelitian Harus Memberikan Kontribusi
Tentu saja kegiatan penelitian harus memberikan kontribiusi. jika tidak apa gunanya suatu penelitian. penelitian harus memiliki unsur kontribusi atau nilai tambah. Sehingga harus ada hal baru yang ditambahkan dalam sebuah penelitian ilmu pengetahuan  yang ada.

#2. Penelitian Bersifat Ilmiah

Penelitian bersifat ilmiah artinya penelitian tersebut dalam menggali suatu ilmu pengetahuan selalu tidak lepas dari prosedur penelitian itu sendiri (sistematis), menyertakan bukti-bukti yang empiris dan dapat menyakinkan yang dihasilkan oleh peneliti secara obyektif. Selain itu penelitian juga bersifat rasional dan juga di dukung oleh data-data yang valid

#3. Penelitian Bersifat Analistis

kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi pengamatan, peninjauan, analisis, dll yang harus diuraikan dengan menggunakan metode ilmiah dan ada hubungan sebab  akibat antar variabel-variabelnya.

#4. Penelitian adalah Proses yang Berkelanjutan

Suatu kegiatan penelitian tidak habis dan berhenti setelah peneliti telah selesali membuat laporan penelitian. namun peneliti juga harus bertanggung jawab atas sebab-akibat dari penelitian yang dihasilkan oleh peneliti tersebut. dan juga , di lain kesempatan penelitian tersebut juga bisa di kembangkan dan di verivikasi oleh peneliti lain di masa depan.

Demikian Ulasan artikel terkait dengan Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli Lengkap dengan Ciri, Syarat, dan Tujuannya. Semoga bermanfaat dan terima kasih .

Sumber: Agung W.K., dan Zarah P.2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta; Pandiva Buku